Fun Experiment/experience

Bereksperimen Dengan Lava Lamp

lava lamp

Adakah yang memiliki lampu dekorasi di rumah?. Kalau saya sih nggak punya, dulu sempat punya lampu belajar yang bentuknya lucu, bisa sekalian buat hiasan tapi rusak dimainin anak-anak. Sampai sekarang belum kepikiran memilikinya. Eh, waktu jalan-jalan mall lihat ada toko yang menjual aneka lampu hias. Cantik-cantik banget, salah satu yang menarik perhatian saya adalah Lava Lamp.

Lava lamp atau disebut juga lampu lava. Menurut saya ini sejenis lampu dekorasi yang inovatif, karena tidak hanya berfungsi sebagai lampu juga bisa mempercantik ruangan dengan tampilan penuh atraksi. Weh, apakah itu? Semacam lava mendidih, tabung lampu itu berisi air berwarna kemudian bergerak-gerak ke atas dan ke bawah seperti gerakan lava pijar.

Kok bisa ya? saya bertanya-tanya dalam hati ketika melihat lava lamp. Penasaran, akhirnya saya pun mencari-cari di internet semua hal tentang lava lamp. Oh ternyata, cara kerjanya lava lamp itu dengan aliran listrik jadi cairan yang ada di dalam tabung bergerak bergumpal-gumpal karena mendapat panas dari aliran listrik. Menjadi indah karena air di dalam lampu tersebut berwarna, bisa merah, kuning, hijau, biru, pokoknya segala macam warna deh.

Aniwei, ternyata lava lamp bisa dibuat tiruannya, nggak sama persis sih tapi bisa lho buat hiburan anak-anak. Ya elah, lagi-lagi anak-anak ya! Maklum saya kan emak-emak, urusannya ya asti nomer satu itu anak-anak.

Lava lamp yang saya buat sama anak-anak ini hanya sampai membuat tabung hiasan saja, tidak memasang kabel dan mengalirinya dengan listrik. Buat saya belum aman saja bermain listrik bareng anak-anak karena saya sendiri nggak paham perlistrikan jadi paling nggak harus ada suami. Berhubung suami kerja, jadi ya nggak pakai listrik saja.

Bahan untuk membuat lava lamp sederhana dan mudah didapat. Ini mah saya banget, nggak pakai ribet dan susah, plus irit, wakaka. Boleh dicatat nih bagi yang tertarik mencobanya:

simpel kan bahannya

simpel kan bahannya

  • Botol kaca/plastik
  • Minyak goreng
  • Air
  • Pewarna
  • Cuka
  • Baking Soda
  • Bisa juga cuka dan baking soda diganti tablet everfesen

Selanjutnya, kita buat deh lava lamp yang bikin penasaran saya. Caranya juga mudah kok:

  1. Masukkan air ke dalam botol yang mau dipakai. Isi botol hingga sepertiga bagian.
  2. Selanjutnya masukkan minyak hingga botol dua pertiga tinggi botol.
  3. Beri pewarna sesuai selera. Kemarin anak-anak saya memakai warna merah dan hijau. Warna merah mirip sekali dengan warna lava.
  4. Lalu, beri cuka kemudian baking soda. Silahkan lihat reaksi yang terjadi.
  5. Jika tidak memakai baking soda dan cuka, pakai saja tablet everfesen, bagi empat dan masukkan satu lalu lihat reaksinya. Ulangi hingga tablet habis.

Apa yang terjadi ya?. Muncullah gelembung-gelembung udara berwarna yang bergerak ke atas dan ke bawah. Baking soda dan cuka bercampur membuat reaksi yang menghasilkan gas karbondioksida berupa gelembung-gelembung tadi. Gimana,seru kan!

Saran saya, jika ingin mencobanya, pakailah botol kaca agar lebih terlihat jernih. Kemarin anak-anak memakai botol plastik jadi nggak terlalu jelas terlihat apalagi jika harus di foto. Selain itu bisa juga memakai vas bunga dengan bentuk yang unik dari material kaca agar efek dramatisnya lebih terlihat.

Lava lamp ini saya pikir temuan baru, ternyata dugaan saya salah. Lampu ini sudah ada sejak tahun 1963. Lava lamp ini hasil ciptaan Edward Craven Walker, di Inggris. Wah, sudah lama banget, bahkan lebih tua dari saya ya (info dari bananaijo).

Membuat lava lamp bisa dicoba saat weekend ataupun masa liburan sekolah, barangkali anak-anak membutuhkan variasi kegiatan yang menyenangkan. Kalau saya masih kepikiran dengan lampu dekorasi di toko yang saya lihat tempo hari, cantiiik bentuk dan tampilannya.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

30 Comments

  1. andyhardiyanti January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  2. Lidya January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  3. nova violita January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  4. Keke Naima January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  5. Efi January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  6. Irawati Hamid January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  7. ulu January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 13, 2016
  8. April January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  9. Tulisan Blogger Indonesia January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 12, 2016
  10. helni January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 13, 2016
  11. Dessy Natalia January 12, 2016
    • Ety Abdoel January 13, 2016
  12. zakiah wulandari January 13, 2016
    • Ety Abdoel January 13, 2016
  13. Ranny January 14, 2016
    • Ety Abdoel January 17, 2016
  14. Ria Rochma January 14, 2016
    • Ety Abdoel January 17, 2016
  15. Ipeh Alena May 16, 2016
    • Ety Abdoel May 17, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.