Motherhood Parenting Tips

Bisa Membaca Sebelum Masuk SD, Haruskah?

Bisa Membaca Sebelum Masuk SD,

Memiliki anak yang bisa membaca sebelum SD tentu membanggakan. Apalagi banyak sekolah SD menetapkan syarat bisa membaca pada seleksi penerimaan siswa kelas 1. Ketentuan yang sering membuat orangtua berusaha untuk membuat anaknya lancar membaca sebelum masuk SD. Tapi, benarkah bisa membaca sebelum SD suatu keharusan?.

“Zahira sudah bisa baca ?”

“Belum!  Jawabku.

“Ikut yuk les bareng  Zata, temen-temen lesnya sudah bisa baca koran lho!”

Percakapan ini terjadi sebulan lalu. Tadinya Saya sih nyantai banget, Zahira belum bisa baca. Dari informasi yang Saya dapat belajar membaca sebaiknya saat usia SD, bukan TK makanya Saya pun tidak antusias dengan macam-macam les membaca.

Apalagi suami sudah wanti-wanti untuk tidak mengikutkan Zahira pada les membaca. Biarkan dia puas bermain dulu di TK, begitu kata Suamiku. Ya, sudah, Saya pun sampai sekarang tidak tertarik mengeleskan Zahira.

Persoalannya, bagaimana jika Zahira belum bisa baca saat masuk SD?. Bukankah, masuk SD jaman sekarang ada tes membaca?. Kalau nggak bisa baca, bisa-bisa nggak lulus tes masuk SD nya.

Apalagi jika melihat teman-temannya sudah lancar membaca. Satu hal yang sempat membuat saya merasa dilema. Antara ingin memiliki target yang sama dan ingin mengikutkan Zahira les membaca atau memilih belajar membaca sendiri sesuai dengan ritme Zahira.

Beberapa pakar mengatakan jika anak-anak usia TK belum siap untuk dijejali sesuatu yang bersifat kognitif seperti membaca. Kak Seto juga mengatakan jika sebelum masuk SD anak sebaiknya tidak diajari membaca, menulis dan berhitung.

Herannya, sekolah TK sekarang malah mengajarkan membaca, dan ini menjadi syarat masuk SD. Syarat? ya, tidak secara tertulis dinyatakan demikian tapi sudah menjadi rahasia umum.

Hal ini bertolak belakang nih sama PP No. 17 Tahun 2010:

Pasal 69
(5) Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.

Nah lho, bagaimana ini? Ada yang bisa menjawabnya?.

Disisi lain ada juga pendapat yang mengatakan anak TK itu kan sedang dalam masa emas, semakin dini diajarkan semakin baik pula hasilnya. Nggak heran les membaca untuk anak TK menjamur dimana-mana.

Berbagai macam metode pengajaran membaca pun bermunculan. Tengoklah di toko buku, ada banyak metode pengajaran membaca ditawarkan. Saya tetap kekeh nggak mau ngajarin membaca. Setelah survey, SD incaran, ternyata di sana ada tes membaca, baru deh mulai mikir.

Di sekolah sebenarnya Zahira sudah diajari membaca. Lalu apa yang membuat saya khawatir?. ya karena kemampuan membacanya masih belum selancar teman-temannya. Saya mikir lagi, harus bagaimana ya?. Sekali lagi Suami yang mengingatkan saya untuk tak risau dengan kondisi tersebut.

Menurut Psikolog Nindyah Rangganis S.Psi, boleh mengajarkan membaca dengan memperhatikan kesiapan anak dan metodenya. Kemaslah belajar calistung dengan cara yang fun, istilahnya bermain sambil belajar. Seperti dengan menggunakan kartu bergambar, balok kayu, puzzle dll.

Dilema nggak sih?. Berhubung saya nggak mau lama-lama dalam dilema, maka saya putuskan, tentunya dengan mengingat dan menimbang banyak hal:

  1. Menerima, jika di sekolah Zahira diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Ya, mau bagaimana lagi, dulu nyari sekolah TK yang nggak begitu, nggak nemu juga. Menerima berarti nggak ngedumel lagi.
  2. Tidak mengikutkan les membaca dst. Alasannya, di sekolah sudah diajarin.
  3. Di rumah, belajar membaca pakai kartu aja ketika Zahira sedang dalam kondisi bahagia dan tidak pakai pemaksaan. Apalagi saat dia nggak mau, ya sudah nggak usah saja. Jadi nggak tiap hari belajar baca.

Jalan yang Saya pilih itu jalan tengah. Nggak pengin maksain Zahira bisa baca sebelum SD tapi juga nggak cuek sama tuntutan sekolah.

Pilihan orangtua lain bisa saja berbeda, nggak papa, semua kembali pada persepsi dan prioritas masing-masing. Yang penting anak tidak tertekan menjalaninya.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

25 Comments

  1. Nunu El Fasa September 23, 2014
    • Ety Abdoel September 23, 2014
  2. Lusi September 23, 2014
    • Ety Abdoel September 23, 2014
  3. dhico velian September 23, 2014
    • Ety Abdoel September 24, 2014
  4. Wahyu KomunitasSB1M September 24, 2014
    • Ety Abdoel September 24, 2014
  5. nurul fitri fatkhani September 24, 2014
    • Ety Abdoel September 24, 2014
  6. Mea September 26, 2014
    • Ety Abdoel September 26, 2014
  7. Ika Koentjoro September 27, 2014
    • Ety Abdoel September 27, 2014
  8. Hartomo October 9, 2014
  9. Nurbaeti Rachman April 21, 2015
    • Ety Abdoel April 28, 2015
  10. Kursus SEO April 24, 2015
    • Ety Abdoel April 19, 2016
    • Ety Abdoel April 19, 2016
  11. Epi Handayani January 5, 2016
    • Ety Abdoel April 19, 2016
  12. ibu wais December 6, 2016
  13. nengsi ildami December 12, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.