Lifestyle

Cara Memilih Jasa Kurir dan Ekspedisi Yang Mudah, Aman dan Nyaman Untuk Bisnis Online

“Dari pandemi kita belajar, untuk bertahan, adaptasi menjadi keharusan”


Matahari mulai meninggi, saat terdengar deringan notifikasi pesanan masuk di ponsel dalam genggaman. Segera saya tekan tombol diterima. Saya baca dengan teliti pizza yang dipesan, berikut dengan catatan khusus dari pelanggan.

Saya pun bergegas ke dapur produksi, menyalakan oven pemanggangan. Menyiapkan dough dengan topping yang diminta, lalu memasukkan ke dalam oven panas. Pizza pun dipanggang hingga matang. Setelah itu dimasukkan ke dalam kemasan.

Selesai dikemas, pizza diantar ke rumah pelanggan. Tak lupa disematkan doa, semoga pelanggan suka dan kembali lagi untuk memesan.

Bagi saya dan seller lainnya, deringan notifikasi pesanan pelanggan adalah hal yang selalu dinantikan. Sebab, pandemi telah membuat mobilitas dibatasi. Pembeli yang datang ke outlet untuk makan di tempat pun jumlahnya turun.

Akhirnya, untuk bertahan, penjualan online dimaksimalkan. Seperti outlet pizza saya di Pujasera, kerapkali hanya orderan online yang datang. Ya, apa hendak dikata, pandemi memang membuat orang berpikir ulang ketika bepergian. Apalagi sekedar jajan ataupun jalan-jalan.

Terbatasnya ruang gerak membuat sebagian besar aktivitas dilakukan secara daring. Tak hanya urusan pekerjaan maupun sekolah, urusan belanja online pun makin banyak orang yang melakukannya. Terbukti selama pandemi 2020, pertumbuhan ekonomi digital mencapai 11℅.

Capaian angka dua digit itu memberikan konfirmasi atas laporan yang dirilis oleh:

Facebook dan Bain Company. Dalam laporannya mereka menyebutkan bahwa jumlah konsumen digital di Asia Tenggara, mencapai 310 juta orang, tahun 2020.

Konon angka tersebut sebelumnya diprediksi baru akan tercapai 4 tahun lagi. Lebih cepat dari perkiraan ahli.

Dari laporan tersebut juga disebutkan bahwa tingkat kunjungan online shop di Indonesia meningkat 30℅. Sebuah fakta yang menunjukkan semakin banyak orang beralih ke belanja online. Sementara itu jumlah barang yang dikonsumsi konsumen Indonesia, meningkat 40℅ dari tahun 2019. Ini artinya, peningkatan kunjungan ke online shop diikuti dengan peningkatan transaksi secara online.

Kabar baik lainnya bagi para pelaku usaha adalah adanya peningkatan jumlah konsumen digital dibanding dengan tahun 2018. Jumlah konsumen digital Indonesia meningkat menjadi 35 juta orang.

Dari jumlah tersebut ternyata sebagian besar justru tumbuh di luar kota metropolitan.

Jadi, perubahan gaya hidup berbelanja online kini makin luas.

Ya, ini merupakan peluang bagi pelaku usaha di daerah untuk ambil peluang atau tertinggal.

Kiat Membangun Bisnis Online

Membangun bisnis online memang bisa dimulai dengan memilih skema yang minim modal. Misalnya dengan memilih menjadi dropshipper.

Teman-teman, hanya perlu memasarkan produk orang lain tanpa harus menyetoknya terlebih dahulu. Agar produk tersebut menarik banyak pembeli, hendaknya memilih produk online terbaik di BestRekomendasi.id.

Barang dikirim langsung dari pemasok, atas nama dropshipper. Jadi, teman-teman tidak perlu repot dalam urusan mengemas dan mengirim barang.

Barang yang dijual, bisa beragam seperti fashion, kosmetik, alat elektronik, makanan, produk kesehatan dan minuman.

Membangun bisnis online bisa dimulai dengan modal internet

Membangun bisnis online bisa dimulai dengan modal internet

Skema bisnis ini, tidak membutuhkan banyak modal. Cukup dengan kuota internet dan metode pemasaran, teman-teman bisa menjalankan bisnis online sebagai dropshipper.

Skema bisnis online yang lain yaitu sebagai reseller. Memilih menjadi reseller berarti teman-teman harus memiliki modal uang untuk membeli barang terlebih dulu. Kemudian menjual barang tersebut ke konsumen.

Nah di sini, karena reseller itu menyetok barang maka jika ada transaksi, pengemasan dan pengiriman dilakukan oleh reseller tersebut.

Kedua skema tadi bisa dipilih teman-teman yang mungkin baru memulai bisnis onlinenya. Selain minim resiko, menjadi dropshipper dan reseller adalah kesempatan belajar memahami seluk beluk bisnis online. Bahkan terbuka peluang membangun bisnis online sebagai seorang produsen.

Untuk menjadi seorang produsen atau pemilik produk, tentu membutuhkan kiat maupun langkah yang lebih kompleks ketimbang menjadi seorang dropshipper maupun reseller.

Berikut ini, kiat membangun bisnis online menurut Pakar Digital Marketing Denny Santoso, seperti dilansir Bisnis.com :

1. Pastikan produknya dibutuhkan konsumen

Ketika berniat memulai bisnis online, penting untuk melakukan riset pasar. Pelaku usaha harus memastikan bahwa produknya dibutuhkan pasar. Bisa juga produk tersebut memiliki pasar tersendiri.

Proses product market fit (PMF) atau market validation ini penting. Hal tersebut untuk memastikan bahwa produk yang dijual memang diinginkan pasar. Sehingga kemungkinan besar akan laku.

PMF bisa dilakukan secara sederhana. Tak harus dengan biaya dan tim yang kompleks seperti RnD sebuah perusahaan. Cukup dengan membuat survei dengan bertanya maupun kuisioner.

Menurut Denny, membangun bisnis itu bukan urusan menjual barang ke beberapa orang saja tapi bagaimana usaha tersebut bisa besar dan melayani banyak orang.

2. Pahami Channel distribusi

Setelah yakin bahwa produk yang teman-teman miliki laku di pasaran. Langkah selanjutnya adalah pahami berbagai macam channel distribusi. Hal ini ditujukan agar produk bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Ada marketplace (Tokopedia,Shopee, Bukalapak,dll) , media sosial (Facebook, Instagram, Tiktok dll), dan website. Coba pelajari dan pahami cara kerjanya, karena masing-masing memiliki karakter yang berbeda.

 

Setelah memahami cara kerjanya, buatlah akun di channel distribusi yang dipilih. Jika belum mampu mengelola banyak akun, pilih saja yang paling cocok untuk produk teman-teman.

Pelajari juga jalur distribusi tidak langsung seperti dropshipper, reseller, agen, supplier maupun distributor. Mana yang cocok dengan produk yang teman-teman jual maka itu yang dipilih.

3. Buat Konten Menarik

Yang perlu dipahami dari bisnis online karena tidak bertatap muka secara fisik maka dibutuhkan sarana untuk mengenalkan produk kita. Maka dibutuhkan konten yang menarik agar menarik minat pembeli.

Isi semua media sosial maupun jalur distribusi online yang dimiliki dengan konten yang mampu menggerakkan pembeli untuk bertransaksi.

Konten tersebut bukan sekadar informasi produk, program diskon ataupun promo belaka. Sampaikan juga value dari produk kita. Value tersebut harus mampu menjadi solusi atas persoalan ataupun keinginan konsumen.

Misalnya, teman-teman menjual masker kesehatan. Jangan sekadar menyampaikan spesifikasi masker berikut harganya. Bisa disampaikan pula manfaat menggunakan masker kesehatan, sebagai sarana mencegah terjangkitnya virus corona.

Poin lainnya misalnya cara menggunakan masker kesehatan yang benar dan beberapa poin lain yang bisa digali dari produk teman-teman.

Denny menyarankan dalam membuat konten gunakan copywriting yang menarik. Ada hook dan cerita yang disampaikan. Ini sebagai sarana untuk mempengaruhi mindset konsumen.

4. Pahami dan Lakukan Marketing Funnel

Hal lain yang harus di pahami oleh pelaku bisnis online adalah perjalanan sebuah produk dikenali dan dibeli oleh konsumen. Ini disebut sebagai marketing funnel.

Caranya bagaimana? Dengan posting konten secara rutin. Hantui calon konsumen dengan produk teman-teman. Jika ingin menjangkau lebih luas calon konsumen maka pergunakan iklan atau ads.

Kuncinya, konten ads tersebut harus mengundang rasa penasaran calon konsumen. Sehingga mereka akan klik iklan tersebut dan dibawa landing page produk yang kita jual.

Harapannya mereka tertarik dengan produk tersebut dan menghubungi kontak yang tertera untuk bertanya dan kemudian membeli.

Jika belum membeli maka hantui terus mereka dengan iklan produk kita. Setidaknya, dengan menghubungi kontak kita, maka mereka sudah masuk dalam list building. List tersebut bisa digunakan untuk menyampaikan informasi terkait produk yang ditawarkan.

Nah di sini, pelaku usaha harus bisa mendesain marketing funnel yang cocok untuk produk masing-masing.

Selain keempat hal tersebut, ada hal lain yang penting diperhatikan. Dalam bisnis online seller membutuhkan jasa kurir dan ekspedisi untuk mengirim paket. Jadi, perhatikan cara memilih jasa kurir dan ekspedisi yang tepat.

Sebagus apapun produk yang dijual, sekeren apapun servicenya, bakal membuat konsumen kecewa ketika produk terlambat sampai ke tangan konsumen. Bahkan produk tidak utuh lagi atau rusak. Meskipun bisa jadi bukan kesalahan produsen tapi peristiwa semacam ini akan mempengaruhi reputasi pelaku bisnis.

Mengenai hal ini saya pernah mengalaminya. Saat itu saat masih menjadi reseller baju batik. Barang dari produsen sebetulnya sudah dikemas rapi dan sesuai untuk jenis barang. Tapi, sesampainya ditangan saya, kemasan barang bagian atas rusak. Nampak seperti ditusuk benda tajam. Akibatnya, beberapa baju yang letaknya di atas jadi robek. Huft, kesel banget saat itu.

Ketika saya ajukan keberatan, ternyata hal tersebut tidak ditanggapi. Dari pengalaman ini, teman-teman bisa belajar untuk hati-hati dalam memilih jasa kurir dan ekspedisi yang akan digunakan.

Apalagi saat pandemi seperti sekarang ini, di mana kesehatan menjadi perhatian utama.

Cara Memilih Jasa Kurir dan Ekspedisi Untuk Bisnis Onlinemu Di Masa Pandemi

Pembatasan aktivitas masyarakat dari mulai PSBB hingga PPKM berlevel dimaksudkan untuk menekan penularan virus corona.

Namun, ada kebutuhan untuk memutar roda ekonomi. Sehingga jasa kurir dan ekspedisi bisa tetap berjalan dengan kewajiban menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Berikut ini cara memilih jasa kurir dan ekspedisi di masa pandemi :

1.Terapkan protokol kesehatan

Poin ini sekarang menjadi hal yang wajib dilakukan. Mobilitas sektor pengiriman sangat tinggi. Dari bertemu customer, menyortir paket, mengirim paket hingga sampai ke penerima itu panjang rantainya. Banyak pula tenaga manusia yang terlibat dalam proses tersebut.

Potensi penularan virus bisa saja terjadi pada tiap prosesnya. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan seperti penggunakan masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak antar pekerja, rutin cek suhu tubuh, dari tiap proses pengiriman barang harus ketat.
Untuk itu pastikan memilih jasa kurir dan ekspedisi yang bisa menjamin penerapan protokol kesehatan tersebut.

2.Tepat waktu

Ketepatan waktu pengiriman paket menjadi hal penting. Ini menunjukan wujud layanan terbaik dari jasa kurir dan ekspedisi. Betapa banyak dari kita kerap kesal, ketika paket yang ditunggu ternyata terlambat datang.

Jadi, kalau ada jasa kurir dan ekspedisi yang bisa menjamin ketepatan waktu pengiriman maka layak dipilih.

3. Biaya layanan masuk akal

Biaya kirim murah memang menggiurkan. Tapi, jika berdampak buruk pada layanan yang diberikan, ini merugikan kita sebagai pelaku bisnis online dan konsumen.

Lebih baik pilih biaya yang masuk akal dengan variasi biaya sesuai layanan. Sehingga konsumen bisa memilih jenis layanan berikut biaya yang sesuai dengan kondisi mereka.

4. Pengiriman aman

Keamanan pengiriman paket juga menjadi pertimbangan dalam memilih jasa kurir dan ekspedisi. Apa artinya jika barang lekas sampai tapi dalam kondisi rusak.

Jasa kurir yang bisa memberikan jaminan keamanan pengiriman tentu bakal dipilih banyak orang. Apalagi bisa mengirim barang-barang yang membutuhkan treatment khusus seperti ikan dan tanaman hias.

Perhatikan pula, layanan tambahan untuk mengkover jika barang yang dikirim mengalami kerusakan.

5. Adaptasi teknologi

Keberadaan teknologi memudahkan banyak urusan. Termasuk pada layanan kurir dan ekspedisi. Jadi sebaiknya memilih jasa kurir dan ekspedisi yang adaptif terhadap teknologi.

Penggunaan real time tracking, metode pembayaran yang cashless bahkan layanan yang bisa dipesan via aplikasi tentu memanjakan para pengguna jasa.

Nah bicara soal kriteria jasa kurir dan ekspedisi saat pandemi, saya memiliki referensi. Barangkali teman-teman pelaku usaha membutuhkannya.

TIKI Tawarkan Kemudahan, Keamanan dan Kenyamanan dalam Mengirim Barang

Saya mendapatkan referensi ini, saat mengikuti Zoom Class bersama TIKI dengan tema “Aman dan Nyaman Belanja Online”, medio Juli 2021.

Dalam kesempatan tersebut Rudi Cahyadi, Marketing Communication Manager TIKI, menyampaikan bahwa TIKI sebagai penyedia jasa layanan kurir dan ekspedisi telah berpengalaman selama 50 tahun.

TIKI pertama kali didirikan pada tahun 1970, di Jakarta. Kini telah merambah ke 65 kota di Indonesia dengan dukungan lebih 500 kantor dengan lebih dari 3700 gerai.

Selama ini TIKI senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan pada pelanggan. Salah satunya dengan cara adaptif terhadap perkembangan yang terjadi saat ini.

Pandemi juga membuat TIKI mengadaptasi kebiasaan baru dalam menangani pengiriman barang. Rudi mengatakan jika TIKI secara ketat telah menetapkan protokol kesehatan dalam operasionalnya.

“Protokol kesehatan seperti cek suhu tubuh, penggunaan masker, dilakukan oleh tiap kurir dan karyawan secara ketat. Pun dengan sterilisasi paket, semua rutin dan dilakukan berulang. Ini untuk meminimalisir penularan virus, ” terangnya.

Sebagai perusahaan yang telah lama eksis, TIKI tentu tidak ingin tertinggal. Apalagi kompetisi dunia jasa pengiriman amat ketat. TIKI pun menggunakan teknologi dalam operasionalnya.

Selain itu untuk memberi kemudahan, rasa aman dan nyaman pada konsumen, TIKI juga melakukan inovasi dalam layanannya.

Ini dia sederet layanan berikut inovasi dari TIKI :

1. Putar (Jemput Antar)

Layanan Putar menyediakan kurir yang siap menjemput paket ke alamat pengirim dan langsung mengirim ke alamat penerima. Paket akan dikirim dalam kurun waktu 3 jam. Untuk layanan Putar berlaku tarif flat.

Layanan ini cocok bagi teman-teman yang ingin mengirimkan paket secara cepat. Namun, sayangnya, layanan Putar baru tersedia di Jakarta, dan Bandung.

Padahal, pelaku bisnis kuliner seperti saya membutuhkan jasa ini. Ya, jika paket bisa sampai dalam kurun waktu 3 jam, maka produk saya bisa pakai layanan Putar.

Semoga menjadi perhatian TIKI ya, untuk terus memperluas area layanan. Sehingga lebih banyak orang terlayani.

2.Jempol (Jemput Online)

Layanan Jempol merupakan layanan berbasis aplikasi. Pengirim hanya perlu order via aplikasi TIKI, selanjutnya kurir akan datang menjemput paket.

Layanan ini tidak menyaratkan minimal pengiriman paket. Jadi, kalau teman-teman hanya ingin mengirimkan satu paket tetap dilayani.

Hm, nyaman sekali ya, kita tidak perlu keluar rumah untuk mengirim paket. Cara ini sesuai dengan kondisi sekarang. Di mana mobilitas kita di ruang publik dibatasi.

Layanan ini memang masih dalam tahap pengembangan area yang terkover. Untuk wilayah Solo sudah dikover layanan ini. Namun untuk tempat tinggal saya, di Jaten Karanganyar belum terkover.

Semoga TIKI bisa memperluas area layanan Jempol. Agar saya juga bisa menikmati kemudahan yang ditawarkan TIKI.

3. Drive Thru

Layanan drive thru juga cara TIKI memudahkan pelanggan. Jadi, kita bisa kirim paket tanpa harus turun dari kendaraan.
Untuk sementara layanan ini baru ada di Jakarta sebanyak tiga lokasi yaitu, TIKI Duren Tiga, TIKI TB Simatupang dan TIKI Pemuda. Sementara itu layanan TIKI Drive Thru di kota lain, baru ada TIKI Pekanbaru.

4.Serlok (Seller Online Booking)

Layanan Serlok ini ditujukan bagi para online seller yang belum berbadan hukum. Dengan range pengiriman 1-200 perhari. Jadi teman-teman UMKM seperti saya, cocok nih, memakai layanan ini.

Serlok memang terbilang baru. Dirilis saat pertengahan 2020. Layanan Serlok menawarkan potensi diskon pengiriman 18%, free pick up harian dan pembayaran ongkir bisa dilakukan secara tempo, H+2 melalui virtual account.

Tertarik untuk bergabung dengan layanan TIKI Serlok? Bisa cek syarat lengkapnya di website TIKI.

5. Aplikasi TIKI

Untuk urusan kirim paket dengan berbagai layanan, TIKI melengkapinya dengan mobile aplication.

Teman-teman hanya perlu mendaftar sebagai pemakai layanan. Seperti pada umumnya pendaftaran sebuah aplikasi pasti diharuskan mengisi data. Kemudian dilanjutkan dengan verifikasi. Jika sudah terverifikasi, teman-teman otomatis tergabung sebagai Sobat TIKI.

Nah, selanjutnya teman-teman bisa menikmati segudang layanan yang telah disediakan TIKI seperti TIKI Putar, TIKI Jempol, cek resi, cek kode pos, tracking paket, dan cek ongkir hanya lewat handphone. Tak perlu repot.

7. Packaging

TIKI memberikan layanan packaging yang sesuai dengan kebutuhan pengiriman paket. Ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan paket yang dikirim.

Jika ingin menggunakan layanan ini, sampaikan saja ke petugas. Mereka akan membantu dengan sepenuh hati.
Selain ditopang oleh layanan yang baik, produk TIKI juga lengkap. Bisa dipilih sesuai keperluan masing-masing pengirim.

Berikut ini sederet produk TIKI:

 

Nah, dari uraian tadi, bisa dilihat jika sistem operasional TIKI memenuhi kriteria jasa kurir dan ekspedisi yang unggul dalam teknologi maupun layanan.

Harapan saya sebagai pemilik usaha, tentu jangkauan area TIKI bisa makin luas, ya. Agar bisnis saya dan seller online lainnya juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Sehingga hasil manis dari ekonomi digital bisa dirasakan hingga ke pelosok negeri.

Sumber:

Zoom Class bersama TIKI, Juli 2021

https://news.detik.com/kolom/d-5313029/tahun-pembuktian-ekonomi-digital

https://m.bisnis.com/amp/read/20200729/88/1272670/empat-langkah-sukses-membangun-bisnis-online-dari-nol-bagi-pemula

One Response

  1. duniamasak August 27, 2021

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.