Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Lifestyle

Cara Merawat Kulit Wajah Agar Sehat Bersama Safi Age Defy

Akhir-akhir ini, saya suka agak lama mematut diri di depan cermin. Memandangi kulit wajah dan mulai membandingkan kondisinya sepuluh tahun lalu. Terlihat mulai ada perbedaan. Ada flek hitam  di sana dan warna kulit tidak merata. Pori-pori besar pun nampak sekali. Duh, suka minder deh kalau ketemu kawan yang kulitnya mulus bak porcelain.


Sebenarnya, saya sih nggak kepingin juga punya kulit cantik bak barbie gitu. Saya realistis aja. Yang saya pengin tuh, memiliki kulit wajah yang sehat. Setidaknya ketika pori-pori besar ya, bisa lebih kecil. Bukan seperti manusia tanpa pori ya. Hahaha, nyadar lah karena dari dulu pori-pori kulit wajah emang besar, sih.

Trus juga, meski nggak seputih melati, saya ingin kulit wajah bebas flek hitam. Nggak terganggu juga dengan urusan jerawat dan bekasnya yang suka bikin ill feel. Bisa enggak ya?

Akhirnya di event Safi Community Gathering bareng Kumpulan Emak Blogger (KEB) Solo, saya dapat jawabannya.Safi Community Gathering KEB Solo

Event yang berlangsung Minggu 7 Juli 2019 ini menghadirkan Jr. Brand Manager dari Safi Indonesia, Nindita Ayu dan dokter spesialis kulit Dr. Aminah Alaydrus Spkk.

Dalam sesi talkshow bersama Dr. Aminah, beliau menyebutkan kriteria kulit sehat.

Kulit sehat itu kulit yang bersih, bebas jerawat, flek hitam dan bercak merah, kenyal, lembut, warna kulit rata dan tak memiliki rasa cekit-cekit maupun pedih.

Namun seiring bertambahnya usia, kulit mengalami perubahan. Kulit muda perlahan berubah menjadi kering, pucat dan dan berkerut. Hal tersebut terjadi baik karena faktor dalam maupun luar. Faktor dari dalam seperti fakta bahwa mulai usia 25 tahun, setiap tahunnya wanita akan kehilangan 1% kolagen. Seperti diketahui kolagen berperan dalam menjaga elastisitas kulit.

talkshow cara merawat kulit wajah

dr. Aminah Alaydrus Spkk

Sementara itu faktor luar bisa disebabkan karena paparan radikal bebas maupun sinar UV. Ya seperti yang kita tahu sinar UV A dan UV B itu penyebab timbulnya penuaan dini dan kulit terbakar. Flek hitam pun muncul karena sinar UV.

Oh ya, pemakaian produk skin care dan kosmetik yang tidak tepat juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan kulit wajah, lho. Selain faktor makanan yang dikonsumsi serta kebiasaan tak sehat seperti merokok memiliki peran juga terhadap penuaan kulit.

Hm, kalau melihat faktor tadi benar juga. Di umur saya yang 40 tahun ini kondisi kulit wajah beda dibanding 10 tahun lalu. Mulai timbul kerut dan elastisitas mulai berkurang. Ditambah lagi saya memang kurang rajin merawat wajah.
Soal ini saya memang mengalami fluktuasi. Saat remaja hingga sebelum menikah saya termasuk rajin melakukan perawatan wajah. Maskeran pun rutin dilakukan. Sayangnya, kebiasaan ini sempat menurun drastis ketika memiliki anak. Baru setahun ini deh, saya mulai rajin lagi merawat wajah.

Cara Merawat Kulit Wajah Agar Sehat

Dalam kesempatan itu dr. Aminah juga menuturkan cara merawat kulit wajah untuk usia 30 ke atas seperti saya. Setelah mendengar penuturan tersebut, kesimpulan saya satu, merawat kulit wajah itu harus paripurna. Bukan hanya soal memakai produk perawatan kulit yang tepat.

Community Gathering Safi

Berikut ini cara merawat kulit wajah yang disampaikan dr. Aminah :

­čî╗Mengonsumsi makanan sehat
Dokter menganjurkan untuk menghindari makanan-makanan yang cenderung menyenangkan lidah. Contohnya seperti junk food, cake, segala makanan yang terlalu manis maupun terlalu banyak garam.

­čî╗Hindari stres
Stres ini bikin kulit jadi lebih tua dari usia sebenarnya. Oleh karena itu stres harus dikelola. Supaya tidak tambah parah. Cara mengelola stres tiap orang bisa berbeda. Kalau saya sih harus cukup tidur. Trus kalau beban hidup haiyaah, udah terasa amat berat, berarti saya butuh jeda. Untuk meredakannya saya biasanya cari udara segar ke pegunungan. Ini ampun banget bikin saya jadi rileks.

­čî╗Gunakan sunblock/suncreen
Untuk menangkal sinar UV baik A maupun B maka harus rutin memakai sunblock/suncreen. Meskipun seharian di rumah, ya karena sinar UV mampu menembus kaca.

­čî╗Kurangi penggunaan make up dekoratif. Gunakan pada kesempatan teertentu saja. Jika harus memakainya maka bersihkan dengan produk skin care yang mampu mengangkat make up secara maksimal.

­čî╗Gunakan produk perawatan kulit yang sesuai jenis kulit. Kondisi kulit masing-masing orang berbeda. Maka pilihlah produk perawatan sesuai kebutuhan kulit masing-masing.

Selain itu, dalam merawat kulit wajah, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari, antara lain :

­čî╗Membasuh kulit wajah dengan air hangat. Kebiasaan ini membuat kelembaban alami kulit jadi menurun.
­čî╗Memakai scrub terlalu sering. Hal ini bisa merusak kulit.
­čî╗Hindari memakai blush on saat di luar ruangan. Mengapa? Karena warna-warna blush on itu menyerap sinar UV.

Kesan Pertama Mencoba Rangkaian Produk Safi Age Defy

talkshow safi age defy

Nindita Ayu, Jr. Brand Manager SAFI Indonesia

Nah, bicara soal produk perawatan kulit, di Indonesia telah hadir skin care merek Safi. Produk skin care dari Malaysia ini telah hadir di Indonesia sejak Maret 2018. Menurut Nindita Ayu, Jr. Brand Manager Safi Indonesia, skin care Safi terbuat dari bahan natural, halal dan teruji.

Bahan-bahan yang digunakan skin care Safi diantaranya Habbatussauda, tea tree oil, aloe vera dan lain-lain. Seluruh bahan dan rangkaian proses produksi juga telah dinyatakan halal oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bahkan Safi memiliki lembaga riset halal pertama di dunia bernama Safi Research Institute. Lembaga riset ini memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan halal dan teruji secara klinis sehingga aman digunakan. Safi memiliki beberapa range produk skin care sesuai kebutuhan kulit wanita.

Nah, pada event Safi Community Gathering bersama KEB Solo, Mba Dita begitu panggilan wanita asal Purwodadi ini, mengenalkan produk Safi Age Defy.rangkaian produk Safi

Safi Age Defy terbuat dari ekstrak emas dan silk protein. Sejak dulu emas dikenal sebagai bahan perawatan kulit para bangsawan. Ekstrak emas ini memiliki khasiat untuk meremajakan kulit.
Sementara silk protein mengandung 18 asam amino acid yang membentuk lapisan perlindungan kulit. Mampu melembabkan dan melembutkan kulit.

Skin care Safi Age Defy memiliki beberapa varian seperti Safi Age Defy Cream Cleanser, Deep Exfoliator, Deep Moisturizer, Skin Refiner, Eye Contour Treatment, Gold Water Essence, Concentrate Serum, Day Emulsion dan Renewal Night Cream. Selengkapnya bisa dilihat di web Safi Indonesia, ya.

Safi

Safi Age Defy Renewal Night Cream

Pada kesempatan kemarin, saya dan teman-teman diberi kesempatan untuk mencoba beberapa produk Safi Age Defy.
Yup, kami mencoba produk Safi Age Defy Cream Cleanser, Deep Exfoliator, Deep Moisturizer, Skin Refiner, Eye Contour Treatment, dan Gold Water Essence.

Merawat kulit wajah

Mencoba produk Safi Age Defy
Foto :Ranny Afandi

Kesan pertama saat mencoba produk skin care Safi Age Defy, enak di kulit, wanginya juga lembut. Nggak ada rasa gatal, perih ataupun reaksi tak cocok lainnya.

Safi Age Defy Gold Water Essence mengandung ekstrak emas dan silk protein

Mencoba Safi Age Defy Gold Water Essence

Yeaay, kesampaian mencoba Safi Age Defy Gold Water Essence

Yang paling menyenangkan adalah akhirnya saya bisa mencoba Gold Water Essence yang saya idamkan selama ini. Produk yang satu ini memang unggulannya Safi Age Defy. Kombinasi ekstrak emas dan silk protein membuat kulit lembab, lembut dan keremajaan kulit terjaga.

Bahkan Safi Age Defy Gold Water Essence diklaim mampu melembabkan kulit hingga 130% seketika setelah diaplikasikan ke kulit.

Ah, saya jatuh hati nih sama produk ini.

Oh, ya Safi Gathering Community juga diramaikan dengan pemilihan dresscode terbaik, best question, dan best post. Masing-masing mendapat hadiah dari Safi Indonesia. Yeeay, selamat ya teman-teman.

Best post

Bersama pemenang best post IG
Foto:Ranny Afandi

Tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk kolaborasinya dengan KEB Solo, semoga ke depan Safi Indonesia bisa bekerjasama kembali.

3 Comments

  1. Wiwied Widya July 11, 2019
  2. Stafana Charis July 11, 2019
  3. CREAMENO July 13, 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.