Vacation

Cerita Kopdar Blogger Nusantara 2013 (3): Kehangatan Joglo Abang

1375827_602155919841028_1571359360_aBelum bosen kan, dengerin cerita Kopdar Blogger Nusantara 2013 di Jogyakarta? semoga belum ya. Nah, setelah menunggu cukup lama di Edu Hostel, kami semua di arahkan menuju Halte Ngabean. Ngapain? ya untuk segera naik bis yang akan mengangkut kami ke Joglo Abang tempat acara Kopdar hari pertama.

Jarak dari Edu Hostel ke Halte Ngabean kira-kira 800 meteran, maaf kalau nggak akurat. Pokoknya cukup membuat keringatan, kok bisa? ya karena ditempuh dengan jalan kaki, Kakak. Untungnya ramai-ramai, jadi seru aja. Sayangnya pas momen ini nggak sempat ambil gambar.

Sesampainya di Halte Ngabean kami langsung masuk ke bis yang telah disediakan. Diriku naik bis bersama Mba Noorma, Idah Ceris, Bu Guru Kecil Cheila, dan si gingsul nan manis dari Surabaya, Niar Ningrum. Kami berlima duduk di bangku paling belakang.

Sepanjang perjalanan menuju ke Joglo Abang kami ngobrol ngalor ngidul sambil sesekali melepas pandangan keluar. Menyaksikan iringan blogger yang naik sepeda motor dan menikmati pemandangan di kanan dan kiri jalan.

Awalnya nih, nggak kebayang seperti apa Joglo Abang. Hasil bertanya sama teman-temanku yang ada di Jogya juga nggak ada hasil, mereka nggak tahu di mana itu Joglo Abang dan bagaimana tempatnya. Ha, serius? tempat  Kopdar Bogger Nusantara 2013 masa sih nggak ada yang tahu!.

Joglo Abang foto: jogloabang.com

Joglo Abang
foto: jogloabang.com

Sempat terkecoh, setelah cukup lama menempuh perjalanan, di pinggir jalan tuh ada tempat indah, entah tempat wisata atau tempat pemancingan, kami kira itu Joglo Abang ternyata bukan,qiqiqi kirain. Perjalanan  masih berlanjut deh, setelah melewati persawahan akhirnya bis berhenti dan kami semua turun.

Dah nyampe? sepertinya begitu, lha semua turun je, ya ikut aja meskipun yang terlihat di kanan kiri itu rumah penduduk. Dalam bayanganku Joglo Abang itu bangunan Joglo dengan warna merah. Abang dalam bahasa Jawa artinya kan merah. Kuedarkan pandangan ke sekeliling, ternyata memang nggak ada. Masih harus jalan lagi beberapa puluh meter.

Baru ngeh, nyampe di Joglo Abang setelah melihat meja panitia, hehehe. Oh, ternyata Joglo Abang itu pendopo yang merupakan pusat kegiatan komunitas budaya. Joglo Abang memang letaknya di tengah-tengah kampung  penduduk yang letaknya, menurutku terpencil.

Setelah proses registrasi di meja panitia dan mengumpulkan buku seperti yang minta panitia maka, akupun segera mencari tempat duduk. Lirik kanan kiri mencari kursi kosong akhirnya dapat juga. Di dekatku ada Mba Susindra, Mellyana, Mimi, Mak Fadlun, dan rombonganku yang tadi.

Acara sendiri cukup padat ya, sesi seminar diisi pembicara dari Telkomsel, IdBognetwork, Penyandang Disabilitas, Seniman Lukis dan Pengrajin Perhiasan. Aku sendiri sampai terkantuk-kantuk mendengarkan berbagai paparan dari narasumber, nah lho, maaaf.

mejeng ramai-ramai foto: Mba Titiek Sutanti Soewarno

mejeng ramai-ramai
foto: Mba Titiek Sutanti Soewarno

Hehehe, jadilah sambil mendengarkan paparan, kenalan sana-sini deh sama blogger nusantara. Beberapa diantaranya sudah sering berinteraksi, beberapa yang lain baru kukenal di Joglo Abang.

Yang asyik di tengah kekantukan itu, aku, Mba Melly, Mba Lies, Mba Titik, Mba Mey, Idah, siapa lagi ya? ditraktir bakso sama Mas Candra, salah seorang blogger senior. Wuih, kami bersepuluh lho, qiqiqi. Makasih banget lho Mas Candra.

kenapa diriku nggak difoto waktu makan bakso??? foto: Mba Titik Sutanti Soewarno

kenapa diriku nggak difoto waktu makan bakso???
foto: Mba Titik Sutanti Soewarno

Kenyang makan bakso, kami semua pun berfoto bersama sementara itu acara di pendopo masih berlangsung, maaf ya panitia, mumpung ketemu teman blogger nih, kan namanya kopdar, qiqiqi. Ini nih idenya Mba Titik setelah foto bersama, satu persatu dari kami foto berdua dengan Mba Titik, ssst ada seleb dadakan.

seleb dadakan foto: Mba Titik SutantiSoewarno

seleb dadakan
foto: Mba Titik Sutanti Soewarno

Di Joglo Abang selain seminar ada juga aneka pertunjukkan seni tari nusantara. Ada tarian dari Lampung, Kalimantan, Jawa dst pokoknya mencerminkan nusantara yang kaya akan budaya. Menariknya, tarian-tarian itu dibawakan oleh anggota perhimpunan mahasiswa dari daerah yang kuliah di Jogya lho. Aih, bangga deh, melihat anak muda mau menarikan tarian tradisional.

Hari semakin sore, hiburan masih berlanjut, kali ini masyarakat dari komunitas budaya Joglo Abang unjuk kebolehan. Ada kesenian lesung yang dibawakan sekelompok ibu-ibu tepatnya mbah-mbah ding. Wah yang ini peserta kopdar pada minta nambah lho. Terus Mbah, terus…qiqiqi Si Mbah-mbah tambah semangat tuh mukul lesung sambil bernyanyi dan berjoget.

aksi panggung kopdar

aksi panggung kopdar, gambar keempat paling heboh

Selain kesenian lesung, ada juga hadrah, jathilan dan wayang kulit lho. Ada yang seru disaat lesu menunggu jemputan yang tak kunjung datang. Beberapa blogger dari komunitas emak blogger dan Komandan Blogcamp beserta pasukannya berjoget dangdut, hahaha heboh dan seru. Diriku kemana? jaga tas bu, qiqiqi modus gak ikut joged, soalnya biasa joged dalam hati sajaah.

Magrib menjelang, jemputan yang ditunggu tak jua nampak. Usai sholat magrib, diriku memilih duduk dan ngobrol bersama Pak Akhmad, Annisa, Mba Lies, Pakde Cholik, Mba Uniek dan Om Nh sambil menikmati lanting wijen dari Purworejo oleh-oleh dari Mba Lies. Sayang, Om Nh tidak bisa turut menikmati kegurihan lanting wijen.

lagi nunggu jemputan

lagi nunggu jemputan

Entah jam berapa akhirnya jemputan datang, kami langsung menyerbu bis. Aku pikir akan segera nyampe Tembi nih, sudah penat banget soalnya, belum mandi. Ternyata, masih harus menunggu lagi, saudara-saudara, padahal bis itu mesinnya tetap menyala. Alhasil berada dalam bis dengan aroma solar yang memusingkan harus dijalani.

Asyiknya jalan sama blogger tuh ada aja yang diobrolin jadi ada hiburan deh. Setelah kendala teknis bisa teratasi bis jalan juga, horeeee. Serasa pengin lompat. Perjalanan cukup jauh untuk sampai ke Desa Tembi. Niat pengin tidur ternyata ndak bisa. Mata terpejam tapi nggak tidur.

Nyampe di Desa Tembi sudah larut, setelah registrasi lagi, kami mendapat tempat menginap di homestay 42. Uhuk, ada apa dan bagaimana keseruan di homestay penuh kenangan dan Desa Tembi, tunggu ya cerita selanjutnya…

 

 

 

 

33 Comments

  1. Melly Feyadin December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  2. Titik December 11, 2013
    • Titik December 11, 2013
      • Ety Abdoel December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
      • Titik December 11, 2013
        • Ety Abdoel December 11, 2013
  3. lieshadie December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  4. E. Novia December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  5. nh18 December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  6. Uniek Kaswarganti December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  7. Pakde Cholik December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  8. Esti Sulistyawan December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  9. Susindra December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  10. Efi Fitriyyah December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  11. Niar Ningrum December 11, 2013
    • Ety Abdoel December 11, 2013
  12. cheila December 12, 2013
    • Ety Abdoel December 12, 2013
  13. mey December 13, 2013
    • Ety Abdoel December 13, 2013
  14. Yurtdisi Egitim December 16, 2013
  15. mt December 23, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.