Event

Danone Blogger Academy 2019, Tentang Sebuah Harapan Yang Terkabul

Pernahkah teman-teman kecewa karena gagal meraih sesuatu yang diinginkan?

Kecewa boleh aja, manusiawi kok. Tapi, habis itu usaha lagi untuk meraih asa yang tertinggal, tsah. Siapa tahu, itu langkah yang bakal mengantarkan teman-teman pada sesuatu yang didambakan.

Fakta itu yang saya alami. Sekitar tahun 2018 saya pernah kirim chat ke Mba Murtiyarini, blogger dari kota hujan. Saat itu saya bertanya seputar Danone Blogger Academy yang pernah diikuti Mba Arin.Cari info Danone Blogger Academy

Ngapain nanya-nanya? Pastinya pengin ikutan. Tapi, saat itu dengan berbagai pertimbangan saya urungkan untuk mendaftar. Ya elah, ngapa nggak daftar sih? Daftar juga belum tentu lolos, ye kan.

Itulah saya, kalau mau ikutan sesuatu pertimbangan selalu diambil dari kemungkinan lolos. Ya kan kalau nggak lolos nggak bakal kemana-mana. Tapi kalau lolos, berarti harus siap bolak-balik ke Jakarta. Well, saat itu belum sanggup.

Saya nggak menyesal saat itu. Dalam hati berkata, belum rezeki ikutan Danone Blogger Academy 2. Semoga lain waktu akan ada kesempatan buat saya.

Adalah Danone Blogger Academy 3 tahun 2019 benar-benar jadi kesempatan saya.

Tapi, kalau ditanya alasan saya bisa lolos menjadi salah satu peserta DBA 3, hanya juri yang paham. Saya hanya bisa cerita bahwa dari dulu saya memang suka menulis soal kesehatan. Bahkan ada kategori khusus kesehatan di blog saya.

Ketika diberi tahu Mba Wijatnika Ika soal Danone Blogger Academy 2019, yang saya lakukan adalah menulis satu artikel baru tentang kesehatan untuk disubmit. Artikel tersebut tentang cegah anemia dikaitkan dengan 1000 HPK. Dua artikel lainnya merupakan artikel yang sudah tayang di blog pribadi.

Alhamdulilah upaya kali ini berjodoh. Sempat nggak mau berharap banyak karena yakin saingannya pasti banyak. Ya udahlah, yang penting sudah usaha.

Danone Blogger Academy 2019

Yeaay, ke Bali

Dua kali ada telepon masuk dari nomer area Jakarta nggak kejawab karena hape disilent. Barulah panggilan ketiga bisa keangkat. Untung mba nya sabar ya, wkwkwk.

Setelah mengenalkan diri dari Kompasiana, si Mba memberitahukan kabar bahwa saya lolos jadi salah satu peserta Danone Blogger Academy 2019 di Bali. Waaah, bahagia bukan kepalang rasanya.

Alloh akhirnya mengabulkan harapan yang sempat terucap kala itu.

Hari itu juga, saya diminta mengirimkan fotokopi KTP untuk pemesanan tiket pesawat. Yeaay, akhirnya beneran ke Bali.

Beberapa hari sebelum keberangkatan pihak Kompasiana mengirimkan tiket beserta run down acara selama DBA 3.

Trus, Di Bali Ngapain Aja?

Secara garis besar kegiatan selama DBA 3 di Bali itu ada tiga, yaitu :

Akademi

Berupa penyampaian materi di kelas. Meliputi materi ilmu menulis story telling, yang disampaikan oleh Kang Pepih Nugraha, Sosial Media oleh Kadek Arini, Hidrasi dan jenis Air oleh dr. Intan Ayu Mutu Manikam, 1000 HPK dan Alergi oleh dr. Molly, Isi Piringku, Sampah Plastik, dan Circular Economy.

Danone Blogger Academy 2019

Kang Pepih Foto : Dokpri

Visit

Mengunjungi beberapa tempat yang terkait dengan materi akademi. Diantaranya mengunjungi Desa Wisata Bongkase Pertiwi binaan Aqua Danone, ke pabrik Aqua Mambal, Pantai Mertasari, RBU Aqua, dan lainnya.

Danone Blogger Academy 2019 di Bongkase Pertiwi

Tarik maak.. Sepedaan di Bongkase Pertiwi Foto : Fotografer Danone

Tugas Akhir

Sebetulnya sebelum tugas akhir ada beberapa tugas pendahuluan yang harus dikerjakan. 1 tulisan sebelum berangkat ke Bali. Saya menulis tentang aktivitas masyarakat di sekitar tempat tinggal dalam mengolah sampah organik secara mandiri.

Satu outline tugas akhir dan dipresentasikan di kelas. Ditambah dua tulisan setelah pulang dari DBA 3. Saya menulis tentang SMP Wisata Sanur dan botol daur ulang aqua. Bisa dibaca di Kompasiana, ya.

Presentasi outline Danone Blogger Academy 2019

Outline disusun dalam semalam Foto : Fotografer Danone

Hanya dua kata untuk menilai seluruh kegiatan selama DBA 3 yaitu padat dan bergizi.

Hahaha, gimana nggak padat, aktivitas dimulai jam 7 pagi WITA hingga malam hari. Tanpa jeda mandi sore. Pokoknya bablas.

Sejak hari pertama, begitu tiba di Bali memang langsung diisi dengan aktivitas akademi. Masih jetlag udah langsung harus fokus sama materi. Yae lah, terbang 1,5 doang pake jetlag segala.

Et, bentar, 1,5 jam itu di pesawatnya. Sementara saya sudah mempersiapkan diri sejak jam dua dini hari. Hahaha, namanya mau ninggalin rumah, sebagai ibu nggak bisa main cus gitu aja. Nyiapin dulu kebutuhan anak-anak. Memastikan baju seragam sekolah sudah disetrika semuanya.

Berangkat ke Bandara Adi Soemarno jam setengah empat pagi. Nyampe di bandara ternyata kepagian, wkwkwk. Bandara masih dikunci, astaga rajin amat ya saya.

Bukan rajin sih, karena memang jadwal keberangkatan pesawat paling pagi, yaitu pukul 06.00 WIB.

Nunggu di bandara

Maafkan mata yang masih ngantuk 😂

Teman-teman yang berangkat dari Cengkareng, Adi Sucipto dan Juanda sudah bergegas pula. Tak ketinggalan panitia wanti-wanti supaya peserta sudah di bandara minimal dua jam sebelum keberangkatan. Ya udah deh, nunggu sampai bandara dibuka.

Alhamdulilah take off tepat waktu jadi jam 08.15 WITA dah nyampe di Ngurah Rai.

Sambil menunggu rombongan dari Jakarta dan Surabaya, saya dan teman-teman dari Jogja duduk santai dulu sembari ngobrol ngalor ngidul. Plus menikmati nasi goreng yang enak rasanya tapi nggak sempat dihabiskan karena dah diburu-buru segera ke hotel.

Bersama tim jogja

Ngobrol ngalor ngidul bareng Akbar dan Agi duo maut dari Jogja foto : Dokumen Akbar

Meskipun sempat dibawa itu nasi goreng, nasib selanjutnya tak jelas kemana rimbanya. Wkwkwk, saking padatnya kegiatan sampai saya dan Agi lupa soal nasi goreng yang tak sempat dihabiskan.

Sesampainya di Best Western Kuta Beach, hotel tempat menginap sekaligus berlangsungnya kegiatan DBA 3, saya dan teman-teman peserta plus dua alumni DBA sebelumnya langsung menuju ruang meeting.

Jadi mata ngantuk ini nggak sempat dibasuh air dulu. Pun gak ada acara gegoleran barang sejenak ya. Wkwkwk, langsung cus ke acara.

Dibagian awal acara adalah sesi perkenalan dari masing-masing peserta, panitia dan kru yang ada di sana. Suasana pun cair berkat Yosh Aditya yang selama empat hari bakal memandu kegiatan DBA 3.

Setelah perkenalan usai, saatnya welcoming speech dari pihak Danone, yang disampaikan oleh Arif Mujahidin, Direktur Komunikasi Danone Indonesia. Pada kesempatan itu beliau menyampaikan visi dan misi Danone sebagai perusahaan global dalam menjawab berbagai isu kesehatan dan lingkungan.

Direktur Komunikasi Danone Indonesia

Arif Mujahidin Direktur Komunikasi Danone Indonesia foto:Dokpri

Selama DBA 3 ada mentor dan asisten mentor yang mendampingi peserta. Mentor DBA 3 yaitu Iskandar Zulkarnain dibantu oleh dua asisten mentor yaitu Mas Yakob dan Mba Nuy.

Pada kesempatan itu Mas Isjet menerangkan kegiatan seputar DBA 3 dan tugas-tugas yang harus ditunaikan. Bisa dilihat di foto ya, beliau menjelaskan tentang apa, qeqeqe.

tugas peserta Danone Blogger Academy 2019

Tugas menanti Foto :Dokpri

Manfaat Mengikuti Danone Blogger Academy 2019

Kalau ditanya apa sih manfaat ikut DBA 3? Jujur kalau mau diuraikan satu per satu bakal panjang kali lebar alias banyak banget.

Baru kali ini mengikuti sebuah pelatihan yang materinya komprehensif. Tak hanya teori namun disertai praktik saat itu juga. Pun narasumber yang dipilih memang mereka yang kompeten di bidangnya.

Ini dia manfaat mengikuti Danone Blogger Academy 2019 menurut saya:

1. Mendapat perspektif baru tentang lingkungan, kesehatan dan nutrisi 1000 HPK.
2. Mendapat ilmu tentang menulis dengan gaya story telling dan ilmu memotret dan meraih engagement tinggi di Instagram.
3. Bertemu teman-teman baru dan bersua kembali dengan kawan lama.
4. Menikmati kehidupan masyarakat Bali dari dekat.
5. Melihat proses produksi air kemasan Aqua.
6. Membuka mata tentang sampah dan circular economy yang sedari dulu masih tanda tanya bagi saya.

Segitu aja yang bisa saya catat dari perjalanan selama empat hari mengikuti Danone Blogger Academy 3.

Main perkusi

Salah satu keseruan di Danone Blogger Academy 2019
Foto : Tim Fotografer Danone

Rencananya artikel per bagian akan dibuat terpisah. Bakal panjang beud kalau diterusin. Kawatir teman-teman bosan karena saya belum pandai merangkai kata yang enak dibaca hingga kata terakhir, qeqeqe.

Buat teman-teman, yang pengin ikutan Danone Blogger Academy, silahkan ikuti informasinya. Menurut saya mah, banyak banget manfaat yang didapat.

Meskipun sepulang dari Bali, saya kelelahan karena dikejar beberapa DL. Tapi seru, dan menjadi salah satu peserta Danone Blogger Academy 2019 adalah pengalaman yang berharga mahal buat saya.

6 Comments

  1. Ayok Jalan September 18, 2019
    • Ety Abdoel September 18, 2019
  2. Intan Novriza KS September 18, 2019
    • Ety Abdoel September 18, 2019
  3. 168 Media September 21, 2019
  4. Hastira September 23, 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.