Event

Danone Open Doors, Dibalik Produksi Pabrik Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) Prambanan

Akhirnya, saya jalan-jalan lagi. Senin tempo hari, diberi kesempatan bertandang ke pabrik Sarihusada di desa Kemudo, Klaten.

Pertanyaanya, ngapain emak-emak kek saya, main ke sana?

Jadi begini, kedatangan saya itu atas undangan Danone Indonesia. Mereka sedang punya hajat merayakan ulang tahun Danone Global yang ke 100, dengan mengadakan Danone Open Doors.

Kegiatan Danone Open Doors ini dilaksanakan di 120 negara, tempat holding Danone berada. Nah, untuk Danone Open Doors Indonesia, diselenggarakan di 9 pabrik. Saya, kejatah keliling pabrik Sarihusada Prambanan yang merupakan salah satu holding Danone Indonesia yang memproduksi spesialized nutrition (SN).

Nanya lagi ya mak. Trus Danone Open Doors itu apa sih?

Jadiii, Danone Open Doors itu program dimana Danone membuka pintu lebar-lebar untuk masyarakat luas, agar masyarakat itu tahu yang telah Danone lakukan selama ini. Makanya, kegiatannya itu dalam bentuk visit tour keliling pabrik.

Pabrik Sarihusada ini luas banget areanya. Menurut penjelasan pihak Sarihusada, luas area pabrik sekitar 15 hektar. Dengan luas bangunan hanya 4 hektar dan selebihnya adalah ruang terbuka hijau. Jadi, jangan heran ketika bertandang ke Sarihusada nggak kaya berada di pabrik.

Sejauh mata memandang warna hijau rerumputan, maupun pepohonan itu amat dominan. Bahkan adapula danau yang terletak di belakang gazebo tempat saya dan rombongan disambut pihak Sarihusada. Pokoknya, kerasa banget aura rindang, dan udara segar meskipun cuaca sedang panas-panasnya.

Danone Open Doors 2019

Di dalam gazebo yang nyaman, saya dan teman-teman disambut oleh Pak Delta Deritawan, Manufacturing Director Danone Specialized Nutrition. Tuturnya, Sarihusada mempunyai misi yang disebut dengan 1000 Dreams. Nah, lho apaan tuh 1000 Dreams itu?

Jadi 1000 Dreams itu 1 tim solid dan terpercaya, 0 accident, 0 defect dan 0 waste.

Tahu nggak, pabrik Sarihusada ini telah mengantongi 2924 hari tanpa kecelakaan kerja. Kalau dihitung sekitar 8 tahun, lho.

Hebat banget, yaak. Suer, gak mudah, bisa konsisten menjaga keamanan kerja! Apalagi untuk pabrik segede Sarihusada.

Emang terbukti sih, kalau komitmen mereka bukan semata di atas kertas. Sewaktu saya dan rombongan masih di pos satpam, pihak keamanan kasih tahu kalau tidak diperkenankan membawa kacang-kacangan atau pemicu alergi lainnya.

Jadi, seketat itu saudara-saudara.

Kelihatan sepele, ya. Tapi itu membuktikan komitmen mereka dalam menjaga kualitas dan food safety, produk yang dihasilkan.

Oh ya, prosedur keamanan yang ada di pabrik Sarihusada tak hanya berlaku bagi karyawan. Para pengunjung pun diberlakukan prosedur yang sama. Ini demi keamanan semuanya.

Jadi, tempo hari sebelum kami mengunjungi pabrik, kami dikenalkan pada prosedur keamanan yang harus ditaati, selama berada di lingkungan pabrik Sarihusada Generasi Mahardika (SGM).

Diantaranya, diharuskan berjalan di jalur pejalan kaki. Sst, dilarang melewati garis kuning. Lalu, harus berpegangan pada handrail saat naik turun tangga, diwajibkan mengenakan APD yang memenuhi persyaratan, dilarang mengunyah permen, makan dan minum di area produksi dan lain-lain. Buanyaak, yaaa.

Bahkan, setelah mendengar penjelasan mengenai prosedur tadi, kami semua dikasih kuisioner gitu. Jadiii, pengunjung juga harus paham benar dengan aturan yang ada. Termasuk nomor emergency call jika ada kejadian berbahaya.

Safety rule

Tak hanya komitmen soal keselamatan kerja, Sarihusada juga memiliki komitmen untuk menjamin kualitas, memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan yang berkelanjutan. Itu semua sejalan dengan visi Danone yaitu One Planet One Health.

Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia menyatakan bahwa kesehatan kita (manusia) dan kesehatan bumi itu terkait. Sederhananya, apa yang kita makan itu bakal menentukan bumi yang kita tinggali.

Terkait hal itu Sarihusada menerapkan prinsip WISE (Work In Safety Environmet). Prinsip WISE ini diterapkan kepada karyawan dan pihak ketiga yang terlibat dalam bisnis perusahaan.

Saatnya tour dimulai…

Danone Open Doors Sarihusada Prambanan

Atribut visit tour dikenakan, saatnya jalan-jalan
Foto : Primastuti Satrianto

Poliklinik, Gym dan Kantin Pabrik Sarihusada

Poliklinik Sarihusada

Suasana poliklinik Sarihusada

Setelah mendengar penjelasan secara komplit, tur pun dimulai. Penghentian pertama kami adalah di Poliklinik. Fasilitas ini disediakan bagi para karyawan Sarihusada untuk berobat dan pumping ASI. Selain ruang periksa, disediakan pula ruang laktasi.

Jadi, pekerja perempuan yang menyusui bisa tetap memberikan ASI bagi bayinya.
Lebih keren lagi, Sarihusada itu kasih cuti melahirkan selama 6 bulan kepada karyawan perempuan. Sedangkan bagi suami yang istrinya melahirkan diberi cuti 10 hari agar bisa maksimal mendampingi istri.

So sweet banget! Perhatian Sarihusada terhadap karyawannya.

Sesuai dengan komitmen WISE tadi, karyawan Sarihusada bisa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya dengan mudah. Ada fasilitas gym yang disediakan. Tidak besar namun lumayan lah, buat bakar lemak.

Gym Sarihusada

Huhuhu, enak banget ya, kerja di Sarihusada.

Plis, jangan mubazir!

Berkunjung ke kantin Sarihusada saya benar-benar dibuat kagum dengan budaya yang diterapkan di sini.
Tempatnya adem, dan bersih ini makin keren dengan penerapan zero waste. Jadi nih, karyawan diwajibkan menghabiskan makanan dalam nampan mereka.

Kantin Sarihusada

Suasana kantin Sarihusada Foto 1&2 milik Sapti Nurul H

Hanya boleh menyisihkan makanan yang tak disukai saja. Selebihnya harus dihabiskan.

Danone Open Doors SGM Prambanan

Menghabiskan makanan adalah wujud rasa syukur pada Yang Maha Pemberi Rizki

Tur ke Area Produksi Sarihusada Prambanan Yang Ramah Lingkungan

Sebelum masuk ke area produksi, kami sempat berhenti sejenak. Pak Syarif, tour guide saat itu menuturkan jika pabrik Sarihusada itu ramah lingkungan.

Komitmen ini diwujudkan dari mulai hal yang sederhana. Misalnya nih, pengurangan penggunan kertas dalam urusan operasional. Memanfaatkan kertas bekas untuk disulap menjadi tempat tisu. Sementara itu, gelas plastik bekas digunakan untuk pot tanaman.

Zero waste

Produk zero waste di Sarihusada

Oh ya, wujud lain dari ramah lingkungan juga diterapkan dalam urusan bahan bakar.

Jadi sejak tahun 2009, telah digunakan Compressed Natural Gas sebagai bahan bakar boiler. Tindakan ini berhasil mereduksi CO2 sebesar 10,12 ton/tahun.

Hebat kali Sarihusada, ini. Nggak kaleng-kaleng deh komitmennya terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

Nah, memasuki line produksi, kami dilarang memotret. Jadi, nggak ada foto line produksi.

Demi menjaga higienitas produk, kami hanya bisa menyaksikan dari balik kaca. Satu persatu proses produksi dilakukan secara otomatis dengan mesin.

Safety telah membudaya

Karyawan bekerja dengan menggunakan pakaian tertutup plus masker dan penutup kepala. Untuk menjaga produk bebas kontaminan maka karyawan yang sakit tak akan diizinkan bekerja. Harus benar-benar sembuh dulu. Ini untuk menghindari bibit penyakit masuk ke dalam produk susu.

Pabrik Sarihusada juga dilengkapi dengan mesin yang bisa mendeteksi kontaminan seperti besi maupun logam. Produk yang terkena kontaminan akan masuk dalam box khusus tersegel.

Hanya orang yang memiliki otoritas saja yang bisa mengambil produk reject tersebut.

Jadi benar-benar ketat dan nggak sembarangan ya, teman-teman.

Di area penyimpanan, kami baru diperkenankan masuk. Di sini nampak tumpukan kardus susu. Diangkut menggunakan forklift. Demi menjaga keamanan maka ada garis yang memisahkan antara jalur orang dan forklift. Sehingga kecelakaan bisa dihindari. Pantas saja bisa zero accident sampai 8 tahun ya.

Gudang penyimpanan produk menggunakan prinsip first in first out. Jadi yang pertama masuk juga yang pertama dikeluarkan. Sudah ada sistem yang mengatur dengan detil. Jadi, tenang saja nggak bakal tertukar.

Dalam tuturan tour guide disebutkan bahwa untuk produk reject yang sama sekali tidak bisa diolah kembali maka akan dihancurkan. Agar tak dimanfaatkan secara tak bertanggungjawab.

Semua ini tetap dilakukan di area pabrik. Jadi bisa dipastikan bahwa tiap produk yang keluar dari Sarihusada itu produk yang berkualitas dan aman.

Area terakhir yang kami kunjungi adalah central laboratorium. Di sini kami diharuskan memakai jas khusus (disposable coat) dan cover sepatu.

Berasa di pilem-pilem lho pakai jas itu, qeqeqe.

Central lab Sarihusada

Udah kek scientis belum?
Foto : Primastuti Satrianto

Di lab inilah, dilakukan berbagai macam pengujian terhadap sampel produksi secara periodik.

Menariknya, di lab ini ternyata ada aktivitas sensory test terhadap produk susu yang dihasilkan. Jadi semacam tes rasa gitu. Di sini petugas akan melakukan blind test terhadap produk susu tersebut.

Simpelnya, ini tugas icip-icip. Meskipun begitu tugas ini nggak simpel. Petugasnya tuh harus bisa membedakan rasa manis, tawar, pahit, asin dan asam.

Mudah beud itu sih? Pan kite biasa icip-icip masakan.

Tunggu dulu, ternyata gak semua orang bisa bedain rasa tawar dan pahit, lho. Makanya, petugas sensory test itu diseleksi secara ketat.

Melihat keseluruhan proses, fasilitas yang ada maupun budaya kerja di sini, layak banget kalau Sarihusada telah mendapatkan beberapa sertifikasi. Diantaranya ISO 9001 dan ISO 17025 dari International Organization for Standardization serta FFSC 22000 dari the Foundation Food Safety System Certification, sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Komitmen terhadap lingkungan berkelanjutan dari pabrik Sarihusada inipun telah mendapatkan penghargaan PROPER dengan kategori Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati.

See, meskipun singkat, saya sungguh senang bisa mendapatkan kesempatan ini. Pun meski hanya bisa mengintip dari balik kaca proses di line produksi.

Bagi saya apa yang telah dilakukan Danone baik melalui proses produksi maupun CSR itu kasat mata.

Saya telah menyaksikan sendiri dalam program Danone Blogger Academy 2019 di Bali, beberapa waktu lalu.

One Response

  1. Ipeh Alena November 7, 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.