Event

Digitalisasi UMKM Perempuan

Pandemi Covid-19 memukul semua sektor kehidupan. Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) dengan jumlah pelaku usaha sekitar 63 juta juga tak luput mengalami goncangan.
Banyak diantara UMKM terpaksa menutup usahanya. Hal ini dialami teman saya. Usaha rias pengantin dan persewaan perangkat walimahan terpaksa tutup karena ketatnya pembatasan sosial. Ia pun harus berputar haluan dengan membuka usaha kuliner untuk bertahan hidup.

Kawan saya ini beruntung masih bisa putar haluan, sementara itu di luar sana ada sekitar 50% UMKM yang menutup usahanya. Tahun yang berat buat kita semua.

Di sisi lain, ada fakta menarik, bahwa belanja online selama pandemi naik hingga 400%. Artinya apa? Ada perubahan perilaku berbelanja yang bisa jadi peluang untuk UMKM.

Sayangnya, menurut data Google 2016, sekitar 40-50% UMKM belum memanfaatkan digital marketing dalam menjalankan usahanya.

Tergerak untuk membantu sektor UMKM yang perempuan, Danone bekerjasama dengan Women Will mengadakan pelatihan Digital Marketing untuk pelaku UMKM perempuan. Mengapa? Karena 60% lebih pelaku UMKM DI Indonesia adalah perempuan.

Danone dan Women Will memberikan pelatihan kepada 700 UMKM perempuan yang merupakan mitra bisnis Danone dalam program Warung Anak Sehat dan Aqua Home Service.

Hal tersebut terungkap dalam acara temu wicara secara online dengan tajuk, “Perempuan UMKM: Berkembang dengan Memanfaatkan Teknologi Digital, Jumat, 18 Desember 2020.

Acara tersebut dipandu oleh Rory Asyari dengan menghadirkan sejumlah pembicara antara lain; Destry Anna Sari ( Asisten Deputi Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia), Vera Galuh Sugijanto ( Vice President General Secretary Danone Indonesia), Dora Songgo (Product Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia) dan Jonathan End (Digital & Growth Consultant).

Dari temu wicara ini terbuka insight bagi pelaku UMKM, yaitu pentingnya memanfaatkan digital marketing, tidak hanya untuk bertahan dimasa pandemi. Bahkan bisa untuk mengembangkan usahanya.

Digital Marketing Untuk UMKM
Jika mengacu pada data BPS mengenai jumlah pelaku UMKM yang sebagian besar adalah perempuan maka sosialisasi ini menjadi relevan.
Bayangkan, jika dari semua pelaku UMKM perempuan memanfaatkan digital marketing, tentu persoalan goncangan ekonomi karena pandemi bisa teratasi.

Menurut Ibu Vera, perempuan sebenarnya bukan tidak dekat teknologi. Terlihat sebagian dari mereka aktif di media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Youtube dll. Andai hal ini bisa dioptimalisasi untuk keperluan digital marketing tentu hasilnya akan bagus.

Hal tersebut dikonfirmasi pula oleh Ibu Dora, dari Google Indonesia, bahwa penggunaan teknologi digital, mampu membuat usaha berkembang maju. Teknologi Digital bisa dimanfaatkan untuk keperluan riset pasar maupun penjualan produk. Sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Kuncinya, perempuan pelaku UMKM harus percaya diri dalam menggunakan teknologi dalam menjalankan usahanya. Persoalan yang kerap muncul, para perempuan UMKM, masih enggan memanfaatkan teknologi digital karena merasa gaptek.

Untuk itulah, Google melalui Women Will, memberikan edukasi kepada pelaku UMKM perempuan, agar melek digital. Selanjutnya diharapkan tumbuh rasa percaya diri, dalam memanfaatkan teknologi digital.

Pandemi memang memberikan tantangan besar bagi UMKM. Menurut Jonathan End (Digital & Growth Consultant), ada 4 poin tantangan yang harus bisa diatasi:

1. Mengubah mindset belanja menjadi menjual barang.

Masifnya informasi iklan belanja di ecommerce, membuat banyak orang hobi berbelanja. Apalagi di masa pandemi saat mall dan pusat perbelanjaan jam buka dibatasi bahkan sempat dilarang beroperasi.

Andai saja hobi belanja ini dialihkan menjadi berjualan, tentu ada manfaat secara ekonomi bisa didapatkan.

2. Koneksi dengan Marketplace

Terhubung dengan marketplace adalah salah satu cara memperluas jangkauan pasar UMKM. Disaat, penjualan secara offline menurun. Saatnya, memaksimalkan penjualan secara online.

Ada banyak keuntungan berjualan di Marketplace. Antara lain, tidak perlu keluar biaya. UMKM bisa berjualan di sana secara gratis. Marketplace juga mensupport tenan dengan iklan yang masif. Ini tentu menguntungkan, pembeli bisa datang sendiri.

Selain itu marketplace bekerjasama dengan banyak perusahaan logistik, sehingga persoalan pengiriman produk, jadi lebih mudah.

3.Pentingnya Literasi Digital

Mengingat masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital karena belum menguasainya maka dibutuhkan upaya agar pelaku UMKM mau belajar.

Tentu saja dibutuhkan berbagai akses pengetahuan bagi pelaku UMKM perempuan.

4.Akses Belajar Teknologi Digital

Sebetulnya, akses belajar teknologi digital bisa didapat dengan mudah di Internet. Namun, harus diakui, tidak semua pelaku UMKM perempuan bersedia belajar secara mandiri.

Mereka membutuhkan bimbingan dari berbagai pihak. Sehingga kolaborasi Danone Indonesia dan Women Will menjadi penting agar para pelaku UMKM bisa mendapat akses pengetahuan secara lengkap.

Program Unggulan Danone Indonesia Bekerjasama dengan Google Indonesia
Dalam upaya meningkatkan literasi digital bagi pelaku UMKM perempuan maka Danone Indonesia menggandeng Google mengadakan pelatihan melalui program Kantin Anak Sehat dan Aqua Home Service.

Program Kantin Anak Sehat menyasar ibu-ibu kantin. Mereka dibekali pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi. Tujuannya agar ibu-ibu kantin terampil membuat jajanan yang bergizi. Sehingga kantin sekolah menjadi tempat yang aman untuk jajan.

Sementara itu program Aqua Home Service, memberikan pelatihan kemampuan bisnis dasar, seperti hubungan dengan customer dan pemasaran. Selain itu ibu-ibu ini diberi pengetahuan mengenai hidrasi sehat.
Harapannya selain bisa memperoleh manfaat secara ekonomi, ibu-ibu yang mengikuti program Aqua Home Service bisa menularkan pengetahuannya tersebut kepada masyarakat di sekitarnya.

Kedua program tersebut didukung oleh Google Indonesia melalui Women Will yang memiliki fokus edukasi pada pelaku usaha perempuan.

Selama pandemi ini, Women Will telah memberikan pelatihan secara daring di 14 kota. Program ini telah menjangkau 700 peserta yang belajar dalam 7 sesi materi via Google Meet.

Pelaku UMKM perempuan belajar 4 modul tentang optimalisasi media sosial untuk bisnis mereka, memanfaatkan penggunaan tool Google Bisnisku, SEO dan lain-lain.

Dari edukasi ini diharapkan usaha UMKM perempuan bisa berkembang. Sehingga perekonomian keluarga bisa terangkat. Bahkan mampu terus menopang perekonomian negara.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.