Health

Kacamata Terapi K-Ion Nano Premium 7: Tips Produktif Dengan Gadget

“Kacamatanya mana, Mak?” tanya teman-teman kala itu.

Saya memang sempat bertanya-tanya seputar kacamata pada mereka yang telah menggunakannya. Hal ini terkait dengan kondisi mata saya yang kerap mengalami kelelahan, dan kepala pusing. Namun, saya tak kunjung memakai kacamata. Sempat bingung mau pakai kacamata minus atau kacamata terapi. Et dah, padahal waktu itu belum periksa ke dokter mata.

Menurut teman-teman yang memakai kacamata, kalau mereka mengalami gejala tersebut maka minus matanya bertambah. Akhirnya, saya pergi ke dokter mata untuk memastikannya. Singkatnya, hasil dari pemeriksaan tersebut, mata saya tidak mengalami mata minus. Untung aja ke dokter mata dulu, yak.

Ketika dites, saya bisa membaca huruf yang ditunjuk. Apa yang saya alami ternyata akibat terlalu lama terpapar layar gadget. Mata saya mengalami kelelahan. Dokter menyarankan mengurangi penggunaan gadget tapi, saran ini sulit dijalankan karena hobi dan pekerjaan saya dilakukan via gadget.

Di tengah sulitnya mengurangi penggunaan gadget, saya mendengar tentang kacamata terapi yang mengandung anti sinar biru dan sinar uv. Teman-teman sudah pernah mendengarnya? Kacamata terapi adalah kacamata kesehatan yang didesain bisa mengurangi gangguan pada mata.

kacamata terapi

Kacamata Terapi K-Ion Nano Premium 7

Menurut informasi yang saya baca salah satu kacamata terapi yang ada di pasaran adalah kacamata terapi K Ion Nano Premium 7 merupakan kacamata terapi K-Link. Tentang ini apakah teman-teman juga pernah mendengarnya?

Mengenal Kacamata Terapi K-Ion Nano Premium 7

Kacamata terapi K-Ion Nano Premium 7 merupakan kacamata kesehatan moderen. Desain kacamata terapi ini bergaya vintage (minimalis). Sementara bentuk framenya berbentuk bulat. Sehingga nampak stylish ketika dikenakan. Tak hanya itu, desain kacamata terapi yang satu ini ergonomis, dengan bobot ringan disertai sarung pelipis karet (tempel tips) sehingga nyaman dipakai. Jepitan pada telinga berkurang karena ketebalan lensa dan temple tips.

Kacamata K-Ion Nano Premium 7 terbuat dari material TR polimer. Bahan ini dikenal fleksibel, tahan lama dan ramah lingkungan. Gagang kacamata terapi ini menggunakan titanium yang tahan dari korosi. Terdapat logo K-Ion Nano yang ditulis menggunakan laser sehingga tidak gampang memudar.

Kacamata K-Link yang satu ini dikatakan memancarkan ion negatif yang mampu meningkatkan fungsi dan imunitas tubuh. Anion (Ion negatif) juga mampu memasok oksigen ke mata sehingga tidak mudah lelah. Pilihan warna kacamata terapi K-Ion Nano Premium 7 ada empat, yaitu hitam, pink, merah dan hijau tentara.

kacamata terapi k-link

Empat pilihan warna kacamata K-Link terbaru

Keunggulan kacamata terapi K-Ion Nano Premium 7 :

  • Lensa K-Ion Nano Premium 7 mengandung anti sinar biru (blue ray)

Cara kerjanya dengan menyerap dan memantulkan sinar biru yang merusak mata. Hal ini telah dibuktikan melalui uji spektrometer. Hasil uji tersebut menunjukan jika lensa K-Ion Nano Premium 7 mampu memblokir rata-rata 40 % efek negatif sinar dan pita cahaya biru. Hal ini membuatnya lebih efektif melindungi mata.

  • Anti sinar UV

K-Ion Nano Premium 7 mampu melindungi mata dari efek negatif sinar ultra violet yang memliki dampak buruk sehingga dapat menghambat proses penuaan dini. Kalau untuk kulit sih penuaan dini bisa diatasi dengan krim Black Jam dari K-Link. Sementara untuk mata, ya pakai kacamata terapi, bisa jadi solusi.

  • Anti Fog (kabut)

Kacamata terapi ini melindungi penglihatan saat kabut atau uap. Ketika lensa terkena kabut atau uap maka akan cepat hilang. Kacamata terapi ini aman dan nyaman di segala kondisi. Bisa digunakan saat bekerja dengan gadget maupun saat beraktivitas di luar rumah.

Jadi, bisa disimpulkan manfaat kacamata terapi K-Ion Nano Premium 7 adalah

  • Melindungi mata dari radiasi layar gadget
  • Menyegarkan kembali mata lelah
  • Mengurangi sakit kepala dan migrane
  • Mengendurkan otot mata yang tegang
  • Memperlancar aliran oksigen di seputar mata

Sederet keunggulan kacamata terapi ini membuat saya tertarik memakainya.

Alasan Menggunakan Kacamata Terapi K-Ion Nano Premium 7

Gadget, siapa sih yang bisa lepas dari benda ini? Apalagi saya, seorang blogger. Selain rutin menulis di blog, mengupdate media sosial adalah hal yang biasa dilakukan beriringan dengan aktivitas blogging. Jadi, tiap hari gak bisa lepas dari gadget. Kebiasaan ini membuat saya kerap mengalami gejala mata lelah, tegang dan kepala pusing.

Saya sendiri mulai ngeblog tahun 2009, meski sempat bergonta-ganti domain namun buktinya saya bisa eksis sampai saat ini. Jika dirata-rata, minimal saya menulis 4 artikel dalam sebulan, seringnya sih lebih dari itu. Aktivitas bersosial media juga dilakukan tiap hari meskipun tak selalu update status sih. Saya juga kerap membaca via gadget untuk mencari informasi penunjang tulisan-tulisan saya.

Teerpapar radiasi sinar biru

Ya, begitulah faktanya. Saya tidak bisa lepas dari gadget. Bukan kecanduan, tapi memang hobi dan pekerjaanlah yang membuat saya berakrab ria dengan benda itu.

Apalagi sudah beberapa tahun ini, saya ngeblog via smartphone. Ya, semenjak laptop saya suka ngambek. Demi menjaga usia laptop saya satu-satunya maka saya hanya memakainya sesekali ketika aktivitas tersebut sulit dilakukan dengan smartphone.

Paparan sinar biru (blue ray) pada layar gadget tak terhindarkan lagi. Sinar biru pada layar gadget berdampak buruk pada kesehatan mata. Dampak buruk sinar biru bisa terjadi dari skala ringan hingga berat.

Dampak Buruk Sinar Biru Gadget Terhadap Mata

Sinar biru (blue ray) memiliki tingkat energi yang tinggi dengan panjang gelombang sekitar 415 nm-455nm. Fakta ini yang membuat sinar biru digolongkan sebagai High Energy Visible Light (HEV Light).

Matahari diketahui sebagai sumber alami yang paling besar dari sinar biru. Selain matahari sinar biru berasal dari beragam layar seperti smartphone, televisi komputer maupun alat elektronik lainnya. Manfaat sinar biru tersebut adalah untuk meningkatkan cahaya dan kejelasan pada layar.

Sinar biru sebenarnya dibutuhkan manusia untuk meningkatkan fungsi kognitif, kewaspadaan, mengatur mood dan siklus sikardian. Jika terkena paparan sinar biru secara berlebihan maka ada dampak buruk yang akan terjadi. Nah, kondisi inilah yang membuat saya berpikir untuk memakai kacamata terapi saat beraktivitas.

Kacamata K-Link terbaru

Dampak buruk sinar biru antara lain:

  • Kelelahan mata

Mata lelah terjadi karena berkurangnya kedipan pada mata. Hal itulah yang menyebabkan mata menjadi tegang. Kondisi ini disebut sebagai Computer Vision Syndrome (CVS).

Gejala CVS antara lain mata kering, pandangan kabur atau ganda, sulit konsentrasi, mata berair, sakit kepala, nyeri pada pundak, leher dan punggung. Gejala tersebut muncul biasanya setelah memakai gadget selama 20 jam.

  • Susah tidur

Melatonin adalah zat yang membuat orang tertidur namun sinar biru menyebabkan produksi melatonin turun. Kondisi ini membuat orang mengalami insomnia.

  • Kerusakan retina dan kornea mata

Paparan sinar biru secara berlebihan berakibat pada mengalami degenerasi makula, penyakit retina degeneratif, glaukoma, bahkan bisa menimbulkan kebutaan.

Dampak buruk sinar biru yang saya alami memang baru sebatas kelelahan mata dan migrane. Tentu saja, tidak ingin dampak buruk tersebut makin meningkat. Ternyata dampak buruk sinar biru telah dialami banyak orang.
Hal ini terungkap dari riset yang dilakukan oleh Institute of Eye Research yang memperkirakan penderita miopia pada tahun 2020 jumlah mencapai 2,5 miliar.

Cara Mengurangi Dampak Buruk Sinar Biru

Saya tentu ingin mengurangi dampak buruk sinar biru agar tetap produktif melakukan hobi dan pekerjaan dengan gadget.

Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain :

  • Mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung Vitamin A
  • Olahraga secara rutin agar peredaran darah lancar termasuk aliran darah ke area mata. Untuk teman-teman seusia saya bisa melakukan olahraga untuk wanita usia 40 tahunan.¬†olahraga untuk wanita usia 40 tahunan.
  • Menurunkan pencahayaan pada layar gadget
  • Gunakan metode 20/20, istirahatkan mata selama 20 menit setelah memakai gadget 20 menit.
  • Menggunakan kacamata pelindung, seperti memakai kacamata K-Link terbaru, kacamata terapi K-Ion Nano Premium 7 yang mengandung anti sinar biru dan sinar UV.
kacamata kesehatan

Kacamata pelindung dari sinar biri dan sinar uv

Kacamata K-Link terbaru ini, bisa dibeli di k-net.co.id atau k-mart.co.id. Harga kacamata terapi K-Ion Nano Premium 7 sebesar Rp. 1.260.000,00. Jika teman-teman menjadi member K-Link maka akan ada potongan sebesar 30%. Lumayan hemat, kan.

Kacamata kesehatan K-Link ada tiga macam yaitu K-Ion Nano Reguler, K-Ion Nano Premium 5 dan K-Ion Nano Premium 7 yang merupakan kacamata K-Link terbaru yang cocok digunakan bagi teman-teman yang harus menggunakan gadget secara intens.

Mata yang sehat, tentu membuat urusan pekerjaan jadi lancar. Saya pun bisa tetap produktif menulis tanpa kawatir terkena dampak sinar biru secara berlebihan dengan kacamata terapi K-Ion Nano Premium 7.

One Response

  1. Ipeh Alena February 5, 2020

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.