Lifestyle

Kenali 6 Fakta Pinjaman Online Agar Tak Terbelit Utang

Pernah mendapat kiriman SMS dari nomor tak dikenal dan menawarkan pinjaman?

 

Saya seringkali tiba-tiba mendapatkan pesan singkat tersebut. Lalu, sayapun bertanya-tanya, mereka yang menawarkan pinjaman online via SMS itu penyedia pinjaman online resmi OJK atau bukan, ya?

Akhirnya, saya kepoin tuh, akun Instagram @ojkindonesia dan menemukan jawaban atas pertanyaan tadi.

Tahukah teman-teman, cara menawarkan pinjaman online dengan metode tersebut tidak sesuai dengan Peraturan OJK No.1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, pasal 19 menyebutkan:

Pelaku Jasa Keuangan DILARANG melakukan penawaran produk dan/atau layanan kepada konsumen dan/atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan Konsumen.

Bahkan OJK dalam postingan Instagram pada 7 Oktober 2020 mengingatkan supaya berhati-hati karena pesan tersebut berpotensi penipuan.

Nah, untuk itu jangan lekas tergiur dengan tawaran pinjaman online yang cepat dan mudah.Teman-teman harus mengenal dulu karakteristik maupun fakta pinjaman online sebelum memutuskan berutang.

Sudah banyak aduan terkait persoalan yang menjerat nasabah pinjaman online. Dari mulai meminjam di penyedia pinjaman online yang tak terdaftar di OJK, hingga ditagih oleh debt collector dengan ancaman, pun menjadikan orang lain di kontak nasabah sebagai sasaran penagihan.

Huft, sungguh ini situasi yang harus dihindari.

Mari Kenali 6 Fakta Pinjaman Online Sebelum Memutuskan Berutang

1. Fintech Ilegal Masih Menjamur

Fakta pertama yang harus dipahami teman-teman sebelum memutuskan berutang di fintech adalah masih banyak fintech yang beroperasi tanpa izin alias ilegal.

Data laporan dari Satgas Waspada Investasi (SWI) menyebutkan dari Januari-Maret 2020 ditemukan sekitar 508 fintech lending ilegal.

Nah, lho sebanyak itu. Untuk itulah, kehati-hatian menjadi keharusan.
Sekiranya membutuhkan dana segar, cek dulu deh fintech mana saja yang terdaftar di OJK. Jika mendapat tawaran pinjaman online, cek juga status izin fintech tersebut.

Hubungi kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 / layanan WhatsApp 081 157 157 157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan.

Jangan sampai meminjam uang dari fintech Ilegal. Supaya tidak terjerat masalah di kemudian hari.

2. Bunga Pinjaman Online Lebih Tinggi dari Pinjaman Lembaga Keuangan Konvensional

Beban bunga pinjaman online memang lebih tinggi dari bunga lembaga keuangan konvensional seperti bank.
Tingginya bunga pinjaman online bukan tanpa alasan, teman-teman.

Seperti kita ketahui, syarat pinjaman online memang jauh lebih mudah ketimbang pinjaman konvensional.

Prosesnya pun lebih cepat. Dana pinjaman lebih cepat cair. Bahkan syarat agunan yang biasanya disertakan pada pinjaman konvensional, tidak ada di pinjaman online.

Nah, semua kemudahan itu memberikan resiko yang besar bagi pemberi pinjaman.

Berikut penjelasan OJK mengenai penyebab bunga pinjaman online yang tinggi:

– Tanpa syarat agunan, membuat resiko besar bagi pihak fintech lending. Untuk mengimbangi besarnya resiko tersebut maka suku bunga pinjaman online lebih tinggi.

– syarat yang mudah dan praktis juga memperbesar resiko fintech lending.

Pinjaman online tidak bertahap muka dengan calon peminjam. Bahkan tidak ada survei ke rumah seperti yang lazim di lakukan oleh bank.

Fakta tersebut membuat resiko besar bagi fintech lending. Oleh karena itu sebagai kompensasi dari resiko itu diterapkan suku bunga lebih tinggi.

-Besarnya bunga mengikuti besarnya pinjaman

Makin besar nilai pinjaman maka bunga yang dikenakan juga makin tinggi. Meminjam uang sebesar 1 juta tentu bunganya lebih rendah ketimbang meminjam uang 10 juta.

Untuk itulah nasabah perlu memahami kemampuan mengembalikan pinjaman dan bunganya. Sesuaikan dengan kemampuan saja.

Meskipun bunga pinjaman online lebih tinggi ketimbang bunga bank, OJK hanya mengizinkan bunga harian pinjaman online maksimal 0.8%.

Jika lebih dari itu maka waspadalah. Bisa jadi itu fintech Ilegal. Mereka memang biasanya menerapkan bunga selangit yang bisa membuat nasabah terlilit utang tak berkesudahan.

3. Bocornya data nasabah dan kotaknya

Teman-teman pasti pernah mendengar ya, ada orang dikejar-kejar debt collector karena temannya itu tak sanggup membayar utang. Hanya karena nomor telepon orang tersebut ada di daftar kontak si peminjam.

Ngeri nggak sih? Aih, ngeri bangetlah. Tidak ikut utang malah ditagih dengan ancaman pula.

Nah biasanya praktik seperti ini dilakukan oleh penyedia pinjaman online ilegal.

Oleh karena itu, jika saat meminjam dimintakan akses ke nomor kontak misalnya, patut dicurigai tuh. Menurut aturan OJK, fintech lending itu harus melindungi data nasabah.

Lebih baik, tinggalkan saja. Jangan meminjam di fintech tersebut.

4. Kredit Macet Pinjaman Online Tinggi

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, pinjaman online mengalami perkembangan pesat. Namun di sisi lain angka non perfoming loan (NPL) atau kredit macetnya mencapai angka di atas 3%.

Untuk itulah calon nasabah sebaiknya menghitung kemampuan melunasi utang dan bunganya sebelum meminjam. Jangan sampai bernafsu meminjam dalam angka yang besar tapi tak sanggup mengembalikannya.

Kalau tak bisa bayar utang kan jadi repot sendiri. Bunga terus bertambah sementara pinjaman pokoknya tak kunjung terbayar.

5. Masa Pinjaman Singkat

Jangka waktu pinjaman lebih singkat dengan bunga lebih tinggi dibanding pinjaman pada lembaga keuangan konvensional.

Jangka waktu pinjaman umumnya 1- 180 hari. Ada sih yang mencapai 24 bulan tapi tidak banyak.

Fakta ini harus jadi pertimbangan nasabah. Simulasikan terlebih dulu pinjaman yang akan diajukan. Kira-kira dengan bunganya maka berapa besar cicilan yang harus dibayar tiap bulannya.

Kembali lagi, hal ini berkaitan dengan kemampuan masing-masing dalam mengembalikan pinjaman.

6. Ada denda keterlambatan

Satu hal yang kerap tidak diperhatikan nasabah adalah adanya denda saat terlambat membayar cicilan.

Jika suatu saat terlambat membayar cicilan maka selain pokok pinjaman dan bunga maka ada denda yang harus dibayar.

Hm, harus diperhitungkan dengan cermat ya, teman-teman. Jangan sampai, telat bayar cicilan jika nggak mau kena denda.

Duh, jangan sampai deh, terjebak pada kondisi seperti itu.

Sampai di sini, teman-teman berminat dengan pinjaman online tapi masih bingung mau pinjam kemana?

Kalau iya, teman-teman bisa lihat https://www.cekaja.com/pinjaman-online.

Cek aja.com adalah portal penyedia informasi pinjaman online yang terdaftar dan diawasi OJK.

Ada banyak pilihan penyedia pinjaman online di sana. Teman-teman juga bisa membandingkan antara pinjaman online yang satu dengan yang lainnya.

Jadi, teman-teman punya banyak pilihan dengan informasi yang memadai.

Oke, semoga tulisan ini bisa membantu, ya. Selalu berhati-hati ya, jika ingin melakukan pinjaman online.

 

One Response

  1. Mayuf January 27, 2021

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.