Blogging and Social Media

Kiat Memulai Bisnis Daycare

Daycare atau tempat penitipan anak semakin diminati orangtua sebagai solusi ketiadaan pengasuh anak saat mereka bekerja. Bisnis daycare pun mulai bermunculan dikarenakan peminatnya terus meningkat. Ini sebuah peluang bisnis yang memiliki prospek bagus. Bagaimana kiat memulai bisnis daycare, simak kiatnya dari seorang praktisi bisnis daycare berikut ini.

Memulai bisnis daycare tidak jauh berbeda dengan bisnis yang lain. Dibutuhkan persiapan seperti modal usaha, tempat, tenaga pengelola dan lain-lain.

Menjalankan bisnis daycare hendaknya tak hanya memperhatikan sisi bisnis semata namun memperhatikan juga kebutuhan anak-anak yang dititipkan.Tak hanya kebutuhan fisik seperti makan dan minum serta stimulasi gerak namun harus diperhatikan juga kebutuhan non fisik seperti perhatian dan kasih sayang.

Disinilah diperlukan peran pengasuh  yang memiliki jiwa kasih sayang dan lembut. Mengasuh anak bukanlah pekerjaan mudah apalagi itu anak orang lain. Butuh kesabaran ekstra, ketelatenan dan keterampilan yang memadai.

Henny Puspitarini, seorang praktisi bisnis daycare di kota Depok menuturkan bahwa keterampilan seorang pengasuh tidaklah cukup, orangtua yang menitipkan anaknya di daycare berharap jika pengasuh anaknya penuh kasih sayang dan sabar.

Henny, telah menjalankan bisnis daycare Rumah Pelangi selama dua tahun dan responnya sangat bagus. Bahkan beberapa orangtua masuk waiting list untuk bisa menitipkan anaknya di daycare miliknya. Hal ini terjadi karena ia berhasil membangun kepercayaan dari konsumen.

Jika Anda ingin memulai bisnis daycare, berikut ini hal yang harus disiapkan:

  1. Modal, dibutuhkan untuk sewa tempat, memberi perlengkapan daycare seperti kursi, meja, tempat tidur, alat bermain dll, pemasaran, pelatihan pengasuh.
  2. Tempat strategis, ini penting agar daycare mudah dijangkau sehingga peluang mendapat konsumen semakin lebar.
  3. Pemasaran, dengan launching, menyebar spanduk, dan brosur.
  4. Merekrut pengasuh yang baik sikap dan tutur katanya, jujur, dan mau belajar.
  5. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
  6. Rutin mengupgrade keterampilan dan pengetahuan pengasuh.

Henny menambahkan jika praktisi bisnis daycare hendaknya berlaku jujur kepada orangtua jika ada sesuatu terjadi dengan anaknya misalnya terjatuh, disakiti teman atau lainnya. Dengan demikian diharapkan orangtua memahami persoalan yang sebenarnya dan bisa tetap percaya pada daycare yang dikelolanya.

Tertarik memulai bisnis daycare?. Kiat di atas semoga bisa membantu Anda dalam memulai bisnis daycare.

15 Comments

  1. Ririe Khayan September 16, 2014
    • Ety Abdoel September 16, 2014
    • Idah Ceris September 20, 2014
      • Ety Abdoel September 20, 2014
  2. nh18 September 19, 2014
    • Ety Abdoel September 20, 2014
  3. Idah Ceris September 20, 2014
    • Ety Abdoel September 20, 2014
  4. Ika Koentjoro September 22, 2014
    • Ety Abdoel September 22, 2014
  5. ayu November 11, 2014
    • Ety Abdoel November 11, 2014
  6. ayu November 12, 2014
  7. tita April 25, 2015
    • Widya June 4, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.