Blogging and Social Media On Media

On Baby Stories,Tabloid Mom And Kiddie

Ini cerita sudah lama sebenarnya, tahun 2012 dimuat di tabloid Mom And Kiddie Edisi 11 Th. VI, terbit 16 Januari 2012. Cerita ini tentang si imut Zahira, anak kedua saya. Biasalah, namanya anak-anak pasti banyak tingkahnya yang menggemaskan. Salah satu ulahnya, berhasil membuat saya tertawa adalah ketika dia membuat gagang serokan sampah terlepas, diikuti dengan ekspresi takut-takut lucu yang menggemaskan. Jadilah cerita berjudul asli “Ketika Takut Dimarahi” menjadi “Aduh, Gagangnya Lepas” versi redaksi, berhasil diabadikan, cieee, gitu deh.

Buat yang ingin mengirimkan cerita serupa, ya tentang anak-anak kita, bisa kirim ke email efa.trapulina@gmail.com. Cerita yang minta hanya sekitar 150 kata. Pendek kan? paling cuma 1 halaman. Jangan lupa, sertakan data diri anak beserta foto. Kalau dimuat, senang lho, bisa nampang, qiqiqiqi.

baby-story

Ini dia tulisan aslinya, sebelum diedit redaksi:

Ketika Takut di Marahi

Ketika aku sedang mencuci piring, anak keduaku Zahira mengikutiku ke belakang rumah.Seperti biasa dia selalu bisa asyik bermain dengan benda apapun yang dipegangnya. Kali ini  serokan sampah menjadi mainannya.

Serokan sampah yang akau punya terbuat dari plastik, gagangnya terbuat dari plastik yang mudah untuk dilepas dari tempatnya. Asyik bermain – main tiba-tiba saja gagangnya lepas. Penuh ketakutan, ia spontan masuk  ke dalam kamar.Aku tersenyum geli melihatnya lari dan bersembunyi. Dia pikir aku akan memarahinya.

Ketika kupanggil namanya dari dapur, kulihat dia masih merunduk di bawah jendela kamar dengan ujung rambutnya saja yang kelihatan.

“ Kenapa Zahira?” aku pura-pura bertanya.

Dia hanya diam sambil sesekali mengintip dari balik jendela.

“ Oh, gagangnya lepas ya?” tanyaku lagi

Dengan sedikit menyebulkan kepalanya dan, dia mengangguk. Sambil tersenyum kujelaskan bahwa aku tidak marah dan gagang itu nanti bisa dipasang kembali.

“ Jadi ndak papa ya ummi?’’ dia coba meyakinkan.

“ Iya, ndak papa Nduk!” Jawabku menyakinkannya.

Wajahnya kembali sumringah. Sejurus kemudian dia berjoged sembari mengepalkan tangannya penuh kegembiraan, “Yes, yes, ummi ndak marah, ummi ndak marah.” Kontan aku  tertawa melihat tingkahnya.

6 Comments

  1. De May 1, 2013
    • Ety Abdoel May 1, 2013
  2. Nurul Habeeba May 3, 2013
    • Ety Abdoel May 3, 2013
  3. Fenny August 21, 2014
    • Ety Abdoel August 21, 2014

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.