Lifestyle

Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PET Terbesar dan Termutakhir, Kini Hadir di Indonesia

Sudahkah kita memulai bertindak untuk mengurangi penggunaan plastik dalam keseharian? Jujur, kalau saya masih angot-angotan. Jangan ditiru, ya!

Tak bisa dipungkiri bahwa plastik merupakan bahan yang banyak digunakan sehari-hari. Baik sebagai kemasan, botol plastik, kantong plastik maupun jenis penggunaan lainnya.

Selain memang keberadaan plastik yang bermanfaat bagi manusia, ada dampak penggunaan plastik yang harus menjadi perhatian serius. Plastik membutuhkan waktu lama untuk bisa terurai, mencapai 60-70 tahun.

Jadi, tak heran jika di lautan sana banyak ditemukan bekas kemasan plastik suatu produk lawas.

Penggunaan plastik makin hari makin meningkat. Konsekuensinya, volume sampah plastik pun semakin meningkat. Pada 2019, bumi kita dipenuhi oleh sekitar 300 juta ton plastik.

Dari jumlah tersebut baru sebagian kecil yang didaur ulang. Sedangkan sisanya, sekitar mengotori bumi kita, menggunung di TPA, memenuhi sungai, dan berakhir di lautan.

Peringatan mengenai bahaya sampah plastik, dikemukakan pada jurnal ilmiah, University of Leeds. Jika peningkatan konsumsi plastik tidak diimbangi dengan tindakan daur ulang, maka pada 2040, Bumi akan memiliki 1,3 miliar ton sampah plastik.

Ngenesnya lagi, prediksi dari World Economic Forum (WEF) menyebutkan pada 2050, jumlah sampah plastik di lautan akan lebih banyak dibanding ikan. Haduh, ini mengerikan!

Ekonomi Sirkular Demi Keberlangsungan Ekosistem

Seperti kita ketahui bersama, bahwa sistem ekonomi linear yang fokus pada tiga hal, buat, gunakan dan buang telah membuat eksploitasi sumber daya alam dilakukan secara masif dan merusak lingkungan.
Sudah saatnya, beralih ke sistem baru yang lebih ramah lingkungan yaitu ekonomi Sirkular.

Sistem ekonomi Sirkular, merupakan model ekonomi yang mempertahankan nilai produk, bahan baku, dan sumber daya semaksimal mungkin. Kemudian, memulihkan dan meregenerasi bahan maupun produk di akhir umur layanan.

Sistem ekonomi Sirkular diyakini akan membuat ekosistem menjadi lebih baik dengan berkurangnya penggunaan bahan kimia, maupun berkurangnya polutan.
Salah satu negara yang telah berhasil menerapkan ekonomi sirkular adalah Denmark.

Di sana perusahaan yang membuang limbah dikenakan pajak. Selain itu pemerintah Denmark menciptakan pasar limbah dan barang bekas serta pengembangan datanya. Pada 2022, Denmark diprediksi mampu mendaur ulang limbahnya hingga 50%.

Bagaimana dengan Indonesia?

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen melalui Peraturan Presiden No.97 / 2017 (Jakstranas). Dalam peraturan tersebut telah dibuat peta jalan untuk mengurangi sampah rumah tangga hingga 30%. Selanjutnya, dapat mengelola 70% sampah rumah tangga pada 2025.

Untuk mencapai target tersebut maka pilihan menerapkan ekonomi sirkular sudah tepat. Tentu saja agar upaya tersebut berhasil diperlukan peran serta berbagai pihak seperti masyarakat dan swasta.

Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumahtangga, tentu memiliki arti penting dalam upaya pengelolaan sampah. Apalagi jika upaya tersebut melibatkan pihak swasta melalui investasi hijau. Tentu, upaya berkesinambungan seperti ini amat diperlukan.

#BijakBerplastik Wujud Komitmen Danone-AQUA dalam Mengatasi Persoalan Sampah Plastik

Selama ini Danone-AQUA telah menunjukkan kontribusinya dalam membangun ekonomi Sirkular. Langkah tersebut telah diawali dengan menejemen pengelolaan sampah plastik bahkan mengukuhkan diri sebagai pionir.

Pada 1993, meluncurkan program PEDULI (Pengelolaan Daur Ulang Limbah Plastik) dalam rangka mendaur ulang sampah plastik di Indonesia. Dengan menarik kemasan plastik setelah konsumsi, untuk dicacah, kemudian diekspor ke luar negeri.

Danone-AQUA, pada 2010 bersama mitranya, berhasil membangun 6 Unit Bisnis Daur Ulang/Recycling Business Unit (RBU). Lokasinya ada di Tangerang Selatan, Bandung, Bali dan Lombok.

Di RBU Bali

Keenam RBU tersebut mampu mengumpulkan lebih dari 12.000 ton sampah kemasan plastik/tahun.
Komitmen tersebut berlanjut di 2013, Danone-AQUA untuk pertama kalinya memproduksi botol plastik dengan kemasan daur ulang.

Tak berhenti di situ, di 2018, Danone-AQUA mulai melibatkan masyarakat dalam membangun budaya daur ulang melalui gerakan #BijakBerplastik. Danone-Aqua mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelangsungan lingkungan hidup.

Pada 2018, Danone-AQUA bersama dengan Veolia Indonesia dan beberapa mitra lainnya, mengembangkan program yang fokus pada peningkatan kapasitas dan produktivitas pengelolaan sampah melalui program IRI ( Inclusive Recycling Indonesia).

Program tersebut menekankan peningkatan kapasitas dan produktivitas pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah berbasis Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) dan fasilitas pengumpulan sampah plastik.

Program ini menjangkau pula pemberdayaan pemulung dan pekerja di sektor persampahan. Harapannya, terjadi peningkatan keamanan/keselamatan saat bekerja. Lebih jauh dari itu, program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup mereka baik secara sosial maupun ekonomi.

Diantaranya dengan pemberian fasilitas asuransi BPJS, pembukaan tabungan pensiun serta tabungan emas kepada para pemulung.
Pada 2019, Danone-AQUA bahkan telah meluncurkan Aqua Life, botol air minum pertama di Indonesia yang terbuat dari 100% PET daur ulang.

Peresmian Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PET Terbesar dan Termutakhir

Danone-AQUA terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi botol daur ulang. Untuk itu, pada 2019 Danone-AQUA mendukung penuh Veolia Indonesia memulai pembangunan pabrik daur ulang dan pemrosesan ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate) terbesar di Indonesia. Pabrik ini telah beroperasi sejak April 2021.

Pabrik daur ulang ini, memproduksi botol bekas menjadi botol food grade. Dengan telah beroperasi nya pabrik yang terletak di Pasuruan ini, Danone-AQUA akan menjadi konsumen terbesar dari pabrik daur ulang botol plastik.

Pabrik yang dibangun sejak Maret 2019 tersebut berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan luas bangunan 7.000 meter persegi. Kapasitas produksi pabrik mencapai 25.000 ton/tahun. Merupakan pabrik daur ulang PET terbesar di Indonesia.

Meskipun Danone-AQUA merupakan konsumen terbesar tapi Pabrik Veolia Indonesia juga melayani seluruh konsumen yang membutuhkan botol plastik food grade untuk kebutuhan industrinya.

Pabrik daur ulang ini memiliki teknologi untuk memisahkan antara label dan tutup botol, sehingga dapat meningkatkan pengumpulan label dan tutup botol dalam skala nasional.

Pabrik ini memanfaatkan teknologi termutakhir. Hal ini untuk mendukung kandungan daur ulang botol plastik hingga 3X dari yang ada saat ini pada tahun 2022.

Presiden Direktur Danone Indonesia Connie Ang, mengatakan bahwa dukungan yang diberikan Danone-AQUA ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem daur ulang plastik di Indonesia. Sekaligus memastikan pasokan botol plastik PET bekas yang berkualitas.

Pabrik yang berlokasi di kawasan Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kecamatan Rembang, Pasuruan, Jawa Timur ini, diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, bersama Connie Ang, Presiden Direktur Danone-AQUA, dan Sven Beraud Sudreau, CEO Veolia Southeast Asia pada 30 Juni 2021 secara daring.

Dalam sambutannya, Agus mengatakan bahwa pemerintah sangat mendukung tumbuhnya industri hijau di Indonesia.
Salah satunya melalui penerapan ekonomi sirkular dengan bisnis daur ulang. Rantai industri ini sifatnya mengolah sisa kemasan sekali pakai dan barang-barang plastik lainnya manjadi produk jadi dan bernilai tambah,” tandasnya.

Komitmen Danone-AQUA terhadap lingkungan telah dituangkan dalam pada 4 pilar. Salah satunya pilar ekonomi sirkular.
Target nya adalah mampu memulihkan jumlah plastik lebih banyak dari yang Danone-AQUA gunakan pada tahun 2025.

Danone-AQUA akan terus konsisten memimpin kampanye nasional untuk daur ulang. Selain itu berupaya menggunakan 100% materi yang dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, atau menjadi kompos pada tahun 2025.

Nah, buat teman-teman yang ingin tahu lebih lanjut mengenai kampanye #BijakBerplastik silahkan kunjungi https://bijakberplastik.aqua.co.id/pilar/

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.