Motherhood Parenting Tips

Peduli Literasi Anak, Danone Indonesia Luncurkan Program BACA

Membaca buku tidak hanya mampu menambah pengetahuan. Akfitivitas tersebut juga mampu mengajak  pembaca berimajinasi. Alasan ini membuat aktivitas membaca ini penting bagi perkembangan anak.

Selain pengetahuan bertambah, perbendaraan kosakata pun bisa bertambah kaya, serta mampu berpikir kreatif dan kritis. Sayangnya, banyak studi dari lembaga yang kredibel menyebutkan bahwa minat baca di Indonesia itu rendah.

Bahkan menurut data dari UNESCO

dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 yang suka membaca. Hm, angka yang memprihatinkan.

So, dalam rangka menumbuhkan minat baca pada anak, sekaligus merayakan Hari Buku Sedunia dan mendukung Generasi Literasi Nasional, Danone Indonesia bekerjasama dengan Tentang Anak (wadah edukasi dan informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang anak) meluncurkan Program BACA.

Event tersebut berlangsung pada  23 April 2021, dengan mengangkat tema “Dukung Anak Hebat Berliterasi dengan Asupan Gizi Seimbang dan Pola Asuh Orang Tua yang Baik”.

Untuk menambah pengetahuan orangtua tentang cara menumbuhkan minat baca pada anak-anak, talkshow tersebut menghadirkan tiga pembicara yaitu Dr. Mesty Ariotedjo, S.pA selaku Dokter Spesialis Anak dan CEO Tentang Anak, Fathya Artha, M.Sc., M.Psi. selaku Psikolog dan Co-Founder Tigagenerasi serta Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia. Event ini disiarkan secara langsung melalui Youtube Nutrisi Bangsa.

Asupan Gizi Seimbang Penting Dalam Menumbuhkan Literasi Anak

Dari talkshow tempo hari, kita kembali diingatkan mengenai pentingnya asupan gizi seimbang untuk anak-anak kita. Mungkin, ada yang menganggap sepele hal tersebut. Tapi, faktanya memang penting.

Hal tersebut diungkapkan oleh pembicara Dr. Mesty Ariotedjo, S.pA. Kemampuan membaca itu membutuhkan kerja otak. Perlu diketahui bahwa perkembangan dan fungsi otak manusia itu terbentuk secara bertahap.

Periode penting pembentukan otak terjadi di tahun pertama. Oleh karenanya wajar jika ibu hamil selalu dianjurkan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

Pembentukan otak di awal adalah terbentuknya fungsi Sensory Pathways atau Jalur sensorik meliputi fungsi penglihatan dan pendengaran.

Kemudian berlanjut pada fungsi Language (bahasa) dan yang paling tinggi adalah Higher Cognitive Function(Fungsi kognitif yang lebih tinggi).

Agar ketiga fungsi tersebut bisa maksimal, pemberian gizi seimbang memang mutlak. Selain bahan makanan seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat lainnya harus cukup, terutama nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan bagian otak.

Apalagi saat puasa, anak-anak tentu mulai belajar menjalankan puasa. Nah, saat pola makan berubah karena puasa, asupan gizinya harus tetap terpenuhi. Disaat puasa, rawan terjadi dehidrasi, karena itulah orang tua pun harus memperhatikan kebutuhan cairan anak. Nah, kebutuhan cairan tersebut disesuaikan dengan BB (Berat Badan) anak. Sebagai panduan, cara hitung kebutuhan cairan anak adalah sebagai berikut:

100 mL/kg pertama à 10 kg pertama

50 mL/kg à 10 kg kedua

20 mL/kg à 25 kg selanjutnya.

Jadi, jika anak anda mempunyai BB = 35 kg. Maka, kebutuhan cairan dapat dihitung dengan rumus:

100×10, 50×10, 20×15 = 1800 mL/hari

Asupan gizi seimbang akan membuat tumbuh kembang anak berlangsung dengan baik.

Pola Asuh Orangtua Dibutuhkan Dalam Menumbuhkan Minat Membaca pada Anak

Setelah kebutuhan gizi anak terpenuhi maka langkah selanjutnya adalah pola asuh yang tepat. Fathya Artha, M.Sc., M.Psi, menyatakan pentingnya edukasi anak berkelanjutan.

Selama ini, menurut Fathya Artha, M.Sc., M.Psi. selaku Psikolog dan Co-Founder Tigagenerasi ada persepsi keliru dikalangan orangtua. Banyak orangtua menganggap, usia anak di bawah 6 tahun merupakan saat orang tua mengajarkan aktivitas membaca pada anak. Kemudian, saat anak memasuki usia sekolah (6-7 tahun) anak bisa membaca untuk belajar.

Faktanya, menurut Fathya proses belajar membaca dan membaca untuk belajar merupakan dua hal yang berdampingan. Sesungguhnya, perkembangan bahasa serta literasi berkembang dan berdampingan sejak anak lahir.

Mengapa sih, orangtua harus membangkitkan minat membaca anak-anaknya?

Tentu, kita akan bicara mengenai manfaat membaca, antara lain :

  1. Membaca membantu anak menavigasi permasalahan yang orang tua khawatirkan
  2. Mengasah kemampuan anak untuk mengenal emosi dan mengendalikannya.
  3. Dasar dari mengasah kemampuan literacy adalah salah satu yang terpenting adalah digital literacy.
  4. Meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
  5. Mengaktifkan bagian otak yang berfungsi dalam perkembangan Bahasa, perencanaan dan pembuat keputusan.
  6. Menjadi variasi kegiatan anak dalam satu hari antara online dan offline.
  7. Mengasah ketrampilan sosial, salah satunya empati.

Namun, di zaman ini perkembangan teknologi amat pesat. Gadget dan kehidupan tak dapat dipisahkan lagi. Tantangan menumbuhkan minat membaca bertambah kompleks. Kemudian muncul kekawatiran para orangtua, diantaranya

1)kemampuan bersosialisasi yang tidak terarah;

2)ketertinggalan dalam edukasi;

3)penggunaan gadget yang berlebihan;dan

4)kesehatan fisik dan emosional anak.

Oleh karena itu literasi anak tak terbatas pada menumbuhkan minat membaca buku. Lebih luas lagi harus mencakup pula literasi digital. Agar anak-anak mampu menggunakan teknologi digital secara bijak.

Untuk itu penting bagi orangtua memahami kondisi perkembangan anak. Tiap golongan umur membutuhkan perlakuan yang berbeda. Pun dalam menumbuhkan minat baca anak, harus disesuaikan dengan perkembangan di tiap tingkatan usia.

Menurut psikolog tersebut, orangtua harus memahami tingkatan ini :

  1. Umur 1-2 tahun. Bisa memegang buku, mengucapkan kata sederhana, berinteraksi dua arah.
  2. Umur 2-3 tahun. Akrab dengan banyak objek, memahami dan mampu mengucapkan kalimat yang lebih panjang.
  3. Umur 3-4 tahun. Mulai mengenal huruf, suka membacakan buku pada boneka, mengulang kalimat pada buku.
  4. Umur 4-6 tahun. Mulai bisa menceritakan bacaan, dapat duduk untuk mendengarkan cerita yang lebih panjang.

Nah, masing- masing tingkatan usia membutuhkan buku bacaan yang berbeda. Selengkapnya ada di tabel ini :

Menumbuhkan minat membaca hendaknya dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Ya, karena mood anak mudah sekali berubah karena pengaruh lingkungan.

Maka, ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain :

Program BACA Upaya Danone Indonesia Tingkatkan Literasi Anak

Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia menyampaikan tentang pentingnya penanganan serius untuk di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Seperti diketahui, 80% otak anak pada kurun waktu tersebut sedang mengalami perkembangan.

Untuk itulah asupan gizi seimbang untuk anak sangat penting. Danone Indonesia pun telah berkontribusi dalam upaya edukasi melalui program ISI PIRINGKU.

Selanjutnya dalam rangka meningkatkan literasi anak Indonesia, Danone Indonesia berkolaborasi dengan Tentang Anak (wadah edukasi dan informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang) meluncurkan program BACA.

Program tersebut adalah sebuah ajakan untuk mencintai kegiatan membaca dan belajar kebaikan kepada anak-anak melalui sumbangan buku bacaan.⁣⁣⁣⁣

Bertepatan dengan Ramadan sebagai bulan penuh kebaikan, Danone Indonesia & Tentang Anak juga akan memperluas manfaat melalui penggalangan Donasi 5.000 Buku Serial “Sikap Baik” untuk anak-anak Indonesia.⁣⁣

Pada program tesebut Danone Indonesia juga turut mendonasikan buku Sampahku Tanggung Jawabku dan Isi Piringku.⁣⁣

Nah, buat teman-teman yang ingin berkontribusi melalui program BACA, dapat turut berdonasi melalui @wecare.id.

Semakin banyak pihak berkontribusi dalam menyediakan buku, makin mudah pula akses anak-anak dalam mendapatkan bahan bacaan. Semoga minat membaca anak-anak Indonesia bisa meningkat pula.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.