Lifestyle

Cermat Persiapkan Dana Pendidikan Anak Bersama Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah

Sore itu, bapak pulang dengan langkah gontai. Tatapannya nanar seolah tak kuasa menahan air mata agar tak jatuh. Perasaanku mengatakan sesuatu yang buruk telah terjadi.
Benar saja, dugaanku. Tarikan nafas panjang ibu, dan wajah sedihnya setelah mendengar penjelasan bapak, cukup membuatku merasa kawatir.

Saat itu, aku memang belum bisa memahami apa yang terjadi secara detil. Tapi, beberapa tahun kemudian, semua terungkap.

Dana pendidikan yang sedianya ditujukan untuk biaya kuliahku harus hilang karena bapak tak sanggup meneruskan membayar preminya. Kondisi ekonomi keluarga saat itu memang sedang jatuh.

Tapi, bapak berjanji, aku akan tetap bisa kuliah, bagaimana pun caranya. Yang kutahu bapak memang bekerja lebih keras. Pulang dari kantor beliau masih kerja sambilan demi mencari uang tambahan untuk kami sekeluarga.

Berkat kerja keras bapak dan ibu, aku bisa kuliah di sebuah PTN di kotaku. Meskipun untuk bisa lulus kuliah, kami semua harus berusaha keras.

Aku tentu sangat bersyukur dan berterimakasih pada kedua orang tuaku.
Berkat mereka berdua, aku bisa merasakan pendidikan tinggi. Pendidikan inilah yang telah membentuk karakter ku dan mengubah cara pandang ku atas banyak hal.

Meskipun kata orang kuliah ku sia-sia karena tidak bekerja kantoran. Bagiku, apa yang kuraih sekarang adalah berkat pendidikan tinggi yang sudah kujalani.

Sekarang, aku adalah seorang ibu yang menjalankan usaha bakery rumahan. Selain itu aku juga seorang blogger yang menekuni dunia fotografi still life.

Belajar dari pengalaman orang tuaku akhirnya aku paham. Bahwa mempersiapkan dana pendidikan harus cermat agar bisa sampai ke tujuan.

Di tengah jalan ada kemungkinan buruk bisa terjadi dan itu di luar kendali kita. Meskipun, kita tentu tak pernah mengharapkannya.

Setidaknya ketika kita cermat, ada hal yang bisa dilakukan untuk mengelola resiko yang bisa terjadi.

Pendidikan Itu Penting

Setelah mendengar ceritaku, mungkin ada yang berpikir, kenapa nggak bekerja aja dulu trus baru kuliah. Banyak kok, yang bisa sukses dengan cara itu. Seperti yang dipilih Donita Nugroho, aktris sinetron dan film Indonesia.

Well, saya cuma bisa bilang, pilihan tiap orang bisa berbeda. Apa yang aku dan orangtuaku pilih ya melanjutkan sekolah dengan segala resiko yang sudah kami tanggung sendiri.

Mengapa sampai begitu jatuh bangun demi mendapatkan pendidikan? Tentu saja, karena pendidikan itu penting, bahkan sangat penting.

Manfaat pendidikan

Pendidikan menjadi jalan bagi terbukanya wawasan dan pengetahuan. Pendidikan yang baik juga memberi kesempatan lebih besar untuk pekerjaan dan karir. Namun, ada hal yang tak kalah penting dari kedua alasan tadi.

Pendidikan yang baik mampu membentuk karakter seseorang. Pola pikirnya, sikapnya, tutur katanya, pendidikan amat berperan di sini. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka kualitas pribadinya harus makin baik.

Tak terkecuali bagi seorang perempuan, karena dia akan menjadi ibu bagi anak-anak nya. Ibu adalah guru pertama anak-anak. Jadi pendidikan amat penting untuk perempuan, bukan hanya untuk karir justru karena perannya sebagi pendidik anak-anak.

Jadi menurut ku tak ada pendidikan yang sia-sia jika pada akhirnya seorang perempuan memilih untuk menjadi ibu rumahtangga tanpa karir.

Selain itu, pendidikan juga melatih anak untuk bisa memecahkan persoalan. Di sini anak dituntun untuk bisa mencari solusi atas masalah yang terjadi.

Keempat hal tersebut tentu akan menjadi bekal masa depan anak yang cerah. Hal itu sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Jen’s Reich, President Director Prudential Indonesia, bahwa pendidikan bukan hanya untuk karir tetapi untuk pembentukan karakter/etiket.

Asuransi jiwa PRUCerah

Passion is good but school is more important. Is matter for your future.

Di sisi lain untuk bisa mewujudkan pendidikan berkualitas tentu diperlukan biaya.

Nah, di sini tidak semua anak bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin karena sebagian terbentur oleh ketiadaan biaya.

Bagi orang tua yang diberkahi dengan rezeki yang rutin tentu bisa mempersiapkan dana pendidikan anak dengan baik.

Sebuah data survey menunjukkan bahwa disaat pandemi yang sulit, 74,7% masyarakat mengaku masih menempatkan pendidikan sebagai prioritas pengeluaran utama mereka.

Namun sayangnya, baru sedikit orang tua yang memiliki perencanaan finansial untuk pendidikan anak.

Dari survey yang lain, data menyebutkan baru 25% masyarakat yang mempersiapkan dana perlindungan pendidikan anak.

Waktu Yang Tepat Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Tak bisa dipungkiri, dana pendidikan anak di tingkat perguruan tinggi memang yang paling besar dibandingkan dengan jenjang pendidikan di bawahnya. Diperlukan strategi finansial untuk bisa mencapai dana pendidikan anak sesuai yang diinginkan.

Kebutuhan dana pendidikan anak

Untuk itu jauh hari disiapkan akan lebih ringan dibandingkan jika harus mempersiapkan dana pendidikan anak dalam waktu singkat.

Jadi para orang tua bisa mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin. Selain lebih punya banyak waktu, tentu biaya yang harus dikeluarkan untuk dana pendidikan jadi lebih ringan.

Dana pendidikan anak

Ada inflasi yang harus diperhitungkan

Misalnya saja, estimasi biaya pendidikan anak saat kuliah 250 juta. Jika dipersiapkan saat anak usia satu tahun, selain punya waktu lebih panjang, tentu uang yang harus disisihkan setiap bulannya akan lebih ringan. Ketimbang harus mempersiapkannya dalam waktu lima tahun.

Apalagi orang tua harus memperhitungkan faktor inflasi yang bisa menyebabkan naiknya biaya pendidikan anak saat kuliah. Pilihan tempat kuliah juga mempengaruhi besarnya dana pendidikan yang dibutuhkan.

Kuliah di PTS dan PTN tentu besarnya biaya berbeda. Untuk itu jauh hari harus diproyeksikan pula kira-kira akan kuliah di mana dan berapa besar biayanya.

Selain mempersiapkan biaya untuk kuliah, orang tua juga harus bisa mendeteksi bakat dan minat anak.

Ya, agar saatnya harus kuliah mereka benar-benar bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki. Mengingat makin hari persaingan dunia kerja semakin ketat. Kompetensi seseorang menjadi amat diperhitungkan.

Jenis pekerjaan yang high demand di masa depan

Orang tua juga harus memahami perubahan dan perkembangan zaman. Agar dalam mengarahkan atau menggali potensi anak bisa selaras dengan kebutuhan dunia akan sumber daya manusia.

Kemajuan teknologi telah membuat pergeseran penting terhadap beberapa profesi.

Menurut Ivan Ahda, Pegiat Pendidikan, Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru mengatakan jika adopsi teknologi mutlak untuk beberapa pekerjaan di masa depan.

Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah Bantu Orangtua Cermat Persiapkan Dana Pendidikan Anak

Perjalanan pendidikan itu merupakan proses yang panjang. Di sepanjang perjalanan tersebut ada resiko kehidupan yang bisa terjadi. Masih ingat ceritaku di atas?

Orang tua ku sudah mempersiapkan sejak dini dana pendidikan untuk kuliah tapi ternyata dalam perjalanan semua yang telah direncanakan jadi ambyar karena kondisi ekonomi yang tiba-tiba sulit.

Dari peristiwa itu, aku belajar, untuk lebih cermat dalam memperhitungkan resiko kehidupan yang mungkin terjadi sepanjang mempersiapkan dana pendidikan anak.

Beberapa waktu lalu, aku baru tahu tentang produk baru dari Prudential Indonesia yaitu Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah.

Peluncuran produk baru tersebut dilatarbelakangi pada kebutuhan masyarakat dalam menyusun perencanaan pendidikan.
Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah merupakan produk asuransi jiwa tradisional berbasis syariah pertama yang menawarkan manfaat ganda.

Selain memberikan manfaat dana pendidikan bulanan, produk tersebut juga memberikan proteksi terhadap upaya orang tua dalam mempersiapkan dana pendidikan dari resiko yang bisa terjadi dengan manfaat bebas kontribusi, termasuk resiko akibat kondisi kritis.

Jadi jika terjadi resiko, kondisi kritis, cacat tetap dan total atau bahkan kematian, manfaat dana pendidikan tetap dibayarkan sesuai rencana.

Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah bisa diikuti oleh orang tua berusia 19-55 tahun yang sedang mempersiapkan pendidikan anak usia 1-18 tahun. Asuransi ini menawarkan pilihan masa pembayaran kontribusi yang fleksibel yaitu selama 5 tahun atau hingga anak mencapai jenjang pendidikan tinggi.

Mungkin diantara kalian ada yang bertanya, mengapa sih harus asuransi, kan bisa juga dengan tabungan.

Memang benar mempersiapkan dana pendidikan bisa dengan cara lain seperti menabung. Namun, asuransi lebih memberikan jaminan tercapainya dana pendidikan yang diinginkan.

Menurut Himawan Purnama, Managing Director for Customer Solution & Delight Prudential Indonesia selain kebutuhan dana pendidikan sudah diketahui, ada pula proteksi ketika terjadi resiko kehidupan. Sementara itu tabungan tidak memberikan proteksi serupa.

Trus apa saja sih manfaat dari keikutsertaan Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah? Berikut ini manfaat Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah yang bisa teman-teman pertimbangkan :

  • Manfaat sekaligus, yaitu mengeluarkan sejumlah dana yang besar misalnya untuk uang gedung sekolah.
  • Manfaat berkala, yaitu pengeluaran untuk kebutuhan SPP bulanan ataupun uang semesteran.
  • Tambahan manfaat tahunan
  • Tambahan manfaat di akhir kepesertaan.
Lalu Bagaimana dengan Besarnya Kontribusi Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah?

Nah, ini masalah yang tak kalah penting juga. Jangan sampai upaya mempersiapkan dana pendidikan terhenti karena besarnya kontribusi yang harus dibayar tiap bulan tidak terjangkau lagi.

Untuk Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah, besaran kontribusi minimal Rp500.000,00 per bulan. Kabar baiknya ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Untuk urusan ini bisa hubungi agen Prudential, mereka akan membantu teman-teman.

Oh ya, PRUCerah juga memberikan penawaran menarik dalam pembayaran kontribusi. Jika teman-teman langsung membayarkan biaya asuransi untuk satu tahun, maka kalian hanya perlu membayar biaya untuk 11 bulan saja. Wah, asik banget bisa hemat biaya 1 bulan.

Dalam sistem pengelolaan asuransi PRUCerah, jika tidak banyak nasabah yang melakukan klaim, maka dananya surplus underwriting. Dimana 80% dana tersebut akan diberikan pada pemegang polis, 10% untuk pengelola, dan 10% sebagai dana tabarru’.

Dana tabarru’ adalah dana tolong menolong atau hibah. Dana hibah ini umum terdapat dalam jasa keuangan syariah. Jadi dengan mengikuti Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah, teman-teman tak hanya mendapat manfaat bagi diri sendiri saja, namun juga bisa memberi manfaat dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Yuk, Persiapkan Dana Pendidikan Anak Secermat dan Sedini Mungkin

Berkaca dari pengalaman orang tuaku, maka mempersiapkan dana pendidikan harus pula bisa mengkover resiko yang bisa saja terjadi di sepanjang perjalanan.

Alangkah baiknya, jika para orang tua seperti kita, sedini mungkin mempersiapkan dana pendidikan anak dan memilih produk yang bisa mengkover resiko. Agar tujuan pendidikan anak bisa tercapai dan masa depan cerah anak-anak kita bisa diraih.

Sekian dulu cerita dariku, semoga semua yang ditulis bisa bermanfaat buat kalian semua.

Salam

 

Narasumber:

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia

Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential

Himawan Purnama, Managing Director for Customer Solution & Delight Prudential Indonesia

Donita Nugroho, Aktris Indonesia

Ivan Ahda, Pegiat Pendidikan, Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru

Materi disampaikan dalam Webinar Peluncuran Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah, 8 Juli 2021

 

14 Comments

  1. Ranny August 20, 2021
  2. Wiwied Widya August 20, 2021
  3. andiyani achmad August 23, 2021
  4. indah savitri August 23, 2021
  5. Dian Restu Agustina August 23, 2021
  6. Inna Riana August 23, 2021
  7. Mutia Karamoy August 24, 2021
  8. Momtraveler August 24, 2021
  9. Lidhamaul August 24, 2021
  10. Ucig August 24, 2021
  11. Nova Violita August 25, 2021
  12. Witri August 25, 2021
  13. Utie adnu August 25, 2021
  14. Rina Susanti August 25, 2021

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.