Featured

PLTS Atap Pabrik AQUA Mekarsari, Langkah Nyata Danone Menggunakan Energi Baru Terbarukan

Apa kabar bumi?”

Jika bisa bicara, bumi pasti akan mengatakan kalau ia sedang tidak baik-baik saja. Bahkan makin hari, kondisinya makin buruk. Semua karena ulah kita, manusia.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca postingan yang lewat di beranda Instagram. Sebuah fakta, yang membuat saya khawatir akan kondisi bumi. Khawatir akan masa depan manusia.

Di sana disebutkan bahwa lapisan besar es di Greenland perlahan turun, mencair karena suhu yang semakin panas. Akibatnya permukaan air laut global naik 6 meter. Apa yang akan terjadi kemudian?

Jika tidak ada upaya serius mengurangi dampak pemanasan global, maka tak hanya persoalan banyak daratan akan tenggelam. Tapi, sejumlah perubahan iklim yang ekstrim seperti kekeringan berkepanjangan, gelombang panas, dan dampak buruk lainnya bisa mengancam keselamatan penghuni bumi.

Danone-AQUA Resmikan PLTS Atap Pabrik Mekarsari, Upaya Mencapai Zero Carbon

Seperti diketahui, gas limbah industri menjadi penyebab paling pertama dari pemanasan global. Bahkan menjadi penyebab pemanasan global ketiga terbesar setelah emisi gas kendaraan bermotor.

Bahkan, Industri plastik ditengarai salah satu penyebab terbesar global warming. Produk plastik polyethylene terephthalate (PET) terbuat dari dua komponen, yaitu asam tereftalat dan etilena glikol, yang berasal dari minyak bumi dan gas alam.

Saat ini secara global, sekitar 50 juta ton PET diproduksi setiap tahun. Industri PET menghasilkan produk CO 2, salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap global warming.

AQUA sebagai salah satu produsen air minum dalam kemasan, tidak berdiam diri. Menyadari kontribusi mereka terhadap pemanasan global maka sejak tahun 2017, telah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Masing-masing di pabrik Ciherang, Klaten, Banyuwangi dan kini di Mekarsari.

Keempat pabrik Danone-AQUA yang memanfaatkan PLTS Atap tersebut memiliki kapasitas terpasang mencapai 6,2 MWp.
Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia pada sambutannya menyebutkan bahwa komitmen Danone-AQUA menjadi perusahaan dengan emisi nol atau netral karbon dalam seluruh rantai pasok perusahaan pada tahun 2050, serta penggunaan 100% energi listrik terbarukan pada tahun 2030.

Upaya Danone-AQUA tersebut demi mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan mencapai 6,8 GW, pada 2025.

Peresmian PLTS Atap Mekarsari yang dipasang merupakan terbesar Danone-AQUA di Indonesia tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bertepatan dengan Hari Emisi Nol Sedunia (Zero Emission Day).

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap memiliki kapasitas sebesar 2.112 kWp, dengan daya listrik sebesar 2,3 GWh per tahun. Dengan kapasitas tersebut, mampu mengurangi 1.916 ton CO2 per tahun. Selain itu bisa menghemat penggunaan listrik PLN sebesar 10℅.

Dalam kesempatan tersebut Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, menyinggung tentang peningkatan kebutuhan sumber daya dan keterbatasan atas sumber daya energi fosil. Oleh karena itu diharapkan ada peningkatan pasokan sumber daya Energi Baru Terbarukan (EBT).

Pemerintah Jawa Barat bahkan memiliki target proporsi suplai energi baru terbarukan untuk energi primer hingga 20,1%.

Menurut beliau, pengembangan Energi Baru Terbarukan melalui pembangunan PLTS Atap, merupakan bentuk kontribusi konservasi energi sekaligus mengurangi emisi karbon dari penggunaan energi fosil yang saat ini masih dominan.

Blue Operation, Kontribusi Danone-AQUA Dalam Upaya Mencegah Dampak Perubahan Iklim

Danone merupakam perusahaan makanan dan minuman terkemuka yang memiliki visi “One Planet, One Health”. Visi ini mencerminkan keterkaitan antara kesehatan masyarakat dengan kesehatan bumi.

Hal ini merupakan kepedulian Danone akan keberlanjutan bumi. Visi tersebut kemudian dijabarkan pada empat pilar yaitu Iklim, Air, Ekonomi Sirkular dan juga Agrikultur.
Sementara itu dalam menangani masalah perubahan iklim,

Danone-AQUA menerapkan Blue Operations. Ini merupakan prinsip operasional perusahaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.

Danone-AQUA akan melanjutkan komitmen tersebut dengan membangun PLTS Atap di 21 pabrik Danone-AQUA di Indonesia.
Ke 21 pabrik tersebut diperkirakan memiliki total kapasitas lebih dari 15,000 kWp pada 2023. Dengan daya llistrik yang dihasilkan sebesar 21 GWh.

Kapasitas tersebut diyakini mampu mengurangi emisi karbon hingga 16.633 ton CO2 per tahun.

Perubahan Iklim Tanggungjawab Bersama

Perubahan iklim menimbulkan dampak yang serius terhadap kehidupan mahluk hidup. Perubahan iklim ekstrim mengancam ketersediaan sumber daya alam Indonesia. Yang dikhawatirkan, pada akhirnya bisa berdampak produksi, distribusi makanan, air dan energi.

Mengingat krusialnya isu tersebut pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi Emisi Rumah Kaca sebesar 29% pada 2030.

Pada penerapannya, upaya tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab semua elemen masyarakat termasuk perusahaan dan juga sektor swasta.

Gina Lisdiani, Co-Lead dari Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) Indonesia pada peresmian tersebut menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi surya yang berlimpah karena berada di daerah khatulistiwa.

sebuah koalisi yang dipimpin secara bersama oleh Allotrope Partners, World Resources Institute, dan US National Renewable Energy Laboratory untuk mendorong penerapan solusi energi terbarukan (ET), pada kesempatan yang sama juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi surya yang berlimpah karena berada di daerah khatulistiwa.

Potensi ini tentu harus diupayakan semaksimal mungkin. Agar program pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca bisa mencapai target.

Selain dari sisi Industri, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup maupun penggunaan EBT juga amat penting. Dengan demikian, lingkungan hidup bisa terjaga, terjadi penghematan energi sekaligus berkontribusi dalam menyelamatkan bumi dari perubahan iklim yang dampaknya mengerikan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.