Profile

Primastuti Satrianto Antara Keukenhof dan Pathuk

 

“Siapapun yang sedang bersedih, berkunjung ke Keukenhof maka akan merasa bahagia”

Ampun dah, maunya sih gitu. Kalau sedih tinggal pergi saja ke taman bunga yang tersohor itu supaya hati bisa bahagia kembali. Tapi, jaraknya itu bikin mewek dan ongkosnya bikin meringis. Beruntung banget travel blogger yang satu ini sudah pernah menikmati keindahan hamparan bunga bak permadani itu, meskipun nyaris gagal. Ingin menikmati keindahan Keukenhof? Kalau buat saya sementara menikmatinya melalui mata cantik Primastuti Satrianto. 

Keukenhof, sebuah taman bunga yang terletak di kota Lisse, Belanda. Menurut wikipedia setidaknya ada tujuh juta kuntum bunga ditanam setiap tahunnya. Jutaan kuntum bunga ini bisa dinikmati keindahannya hanya pada bulan Maret hingga pertengahan Mei. Waktu yang ekslusif ini benar-benar dimanfaatkan oleh Primastuti Satrianto untuk berkunjung kesana pada pertengahan April 2012. Konon, pertengahan April adalah saat paling baik untuk bisa menikmati keindahan Keukenhof.

Berkunjung ke negeri kincir angin bersama suami tercinta, Primastuti Satrianto nyaris gagal masuk ke Keukenhof. Mengapa? Karena Ia tiba saat taman bunga terindah itu sudah tutup. Berkat kebaikan penjaga tamanlah akhirnya perempuan asal Jogyakarta ini dibolehkan masuk. Beruntungnya dirimu, Mba!.

keukenhof

Hanya ada rasa takjub yang keluar dari mulutnya menyaksikan bunga aneka warna terhampar dihadapannya. Ia bahkan membayangkan bisa mengajak orangtuanya berkunjung ke Keukenhof dan menggelar tikar untuk menikmati mekarnya bunga-bunga yang cantik itu. Keindahan yang menebarkan aura bahagia. Makanya, Mba Primastuti ini mengatakan taman bunga Keukenhof ini bisa membuat siapapun yang sedih menjadi bahagia kembali.

Melihat foto-foto Mba Primastuti saat di Keukenhof, saya juga bisa turut merasakan keindahan taman bunga itu. Ah, seandainya saya dimampukan kesana, tentu saya senang berada di tengah-tengah bunga Tulip itu. Salah satu bunga yang ingin saya lihat dari dekat selain bunga Sakura.

Jika melihat begitu indah dan terawatnya Keukenhof, saya bisa menduga, betapa telaten tangan-tangan yang merawatnya. Menanam bibitnya, memupuknya, menyiram hingga tiap kelopaknya mekar. Taman yang dalam Bahasa Belanda berarti kebun dapur ini memiliki koleksi bunga yang tak sedikit.

warna-warni keindahan keukenhof

Ada jutaan kuntum yang tentu memerlukan perawatan setiap harinya agar tumbuh dengan indah. Salut banget, dengan pengelola taman Keukenhof. Oh, ya, ada lagi yang membuat blogger Jogya ini, kagum yaitu attitude para pengunjung Keukenhof. Mereka bahagia, mereka juga berfoto ria tapi mereka tak merusak bunga-bunga yang tumbuh di sana. Ah, keren banget.

Hampir saja, di Jogyakarta, memiliki taman bunga serupa Keukenhof. Bedanya, bunga yang tumbuh di taman ini adalah Bunga Amarillys atau dikenal juga dengan nama kampung Bunga Brambangan. Taman bunga yang terletak di daerah Pathuk, Bantul ini menawarkan keindahan mirip dengan Keukenhof. Waktu mekarnya bunga Amarillys ini juga ekslusif, hanya pada awal musim penghujan atau sekitar 3 minggu saja hingga awal Desember. Menariknya lagi, untuk masuk ke dalam taman bunga Amarillys ini tidak dipungut biaya alias gratis.

taman bunga keukenhof

dengan tema 1001 malam, indahaaanya

Hm, indah, tak perlu jauh-jauh ke Belanda dan gratis, ini magnet kuat untuk menarik pengunjung. Benar saja, begitu keindahan taman tersebut tersebar di media sosial, orang kemudian berbondong-bondong, mengunjungi taman bunga Amarillys yang indah itu. Sayang, seribu sayang, keinginan untuk menikmati keindahan tak diikuti oleh rasa tanggungjawab untuk menjaga keberadaan taman yang adanya merupakan jerih payah orang lain.

Keprihatinan akan hal ini sempat dituliskan oleh Primastuti Satrianto di blognya. Bagi orang yang sudah pernah berkunjung ke Keukenhof tentu saja Mba Primastuti merasa perlu memberi masukan bagi kita semua akan pentingnya menjaga sikap dan lebih peduli dengan sekitar. Jika kita tak sanggup merawat, hendaknya jangan merusaknya, begitu pesan indah dari pemilik blog tamasyaku.

Sedihnya, melihat kehebohan tempo hari itu, taman bunga yang dirawat susah payah selama setahun harus musnah dalam beberapa saat saja karena sikap semena-mena para pengunjungnya. Padahal, saya sudah senang lho, akhirnya ada taman bunga indah seperti Keukenhof, yang terjangkau. Eh, kok belum kesampaian sudah rusak duluan.

taman-bungaamarillys

Semoga sih, peristiwa kemarin bisa jadi pelajaran ya bagi kita semua agar lebih peduli dengan keindahan lingkungan. Seandainya, taman bunga Amarillys bisa dikelola seperti Keukenhof, kan bagus, ya.

Primastuti Satrianto atau akrab dipanggil Manda memang kerap melakukan traveling ke luar negeri bersama suami maupun keluarganya. Tercatat ada beberapa negara telah dikunjunginya seperti Belanda, Jerman, Malaysia, dan Singapura. Dari pengalamannya travelling ke luar negeri, saya mencoba mengorek keterangan dari beliau.

Apa saja sih yang harus dipersiapkan ketika ingin travelling ke luar negeri?. Begini tips ala Primastuti Satrianto :

  1. Rencanakan jauh-jauh hari. Traveling ke luar negeri banyak hal yang harus dipersiapkan, agar tak terlewat, rencanakan hari keberangkatan jauh-jauh sebelumnya.
  2. Lihat budget, pilih tempat tujuan sesuai budget atau jika memungkinkan menabunglah banyak-banyak agar lebih leluasa memilih tempat traveling.
  3. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat tersebut. Misal ada di negara mana, butuh visa atau tidak, transportasi yang diperlukan apa saja dan lain-lainnya.
  4. Persiapkan paspor dan visa. Bepergian ke luar negeri mensyaratkan paspor meskipun beberapa negara telah memberlakukan bebas visa, namun ada juga yang masih meminta syarat visa bagi para traveller.
  5. Buat list mau pergi kemana saja. Agar tak bingung mau ngapain dan kemana saja, buat listnya sebelum berangkat agar perjalanan lancar dan bisa menikmatinya.
  6. Cari tiket dan hotel yang sesuai budget.
  7. Pasang aplikasi peta tempat tujuan di Android agar memudahkan dalam melakukan perjalanan dan nggak nyasar.
  8. Lihat-lihat, beli oleh-oleh buat siapa saja. Ingat budget dan berat barang bawaan.
  9. Bawa baju sesuai cuaca. Maklum di luar negeri kebanyakan ada 4 musim, beda dengan di negara kita, jangan sampai salah bawa jenis pakaian.
  10. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa agar diberi kelancaran dan kemudahan selama traveling.

taman keukenhof

Ada yang berencana melakukan traveling ke luar negeri, seperti mengunjungi taman bunga Keukenhof ini?.  Tips dari Primastuti Satrianto akan berguna bagi teman-teman.

Dari Keukenhof hingga Pathuk, bunga Tulip dan Amarillys bagi Primastuti Satrianto, sama-sama nenawarkan keindahan. Baginya, jika kita mengagumi keindahannya, kita pun harus mengagumi jerih payah penanamnya dengan tak merusak bunga-bunga yang tumbuh di sana. Semakin banyak orang yang menikmati keindahannya, semakin banyak pula orang yang dibuat bahagia.

kulit tetap lembab dan elastis

36 Comments

  1. Primastuti satrianto July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 13, 2016
  2. Evi July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  3. echaimutenan July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  4. kania July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  5. Nurin Ainistikmalia July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  6. TITIS AYUNINGSIH July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  7. susanti dewi July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  8. Rach Alida Bahaweres July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  9. Witri Prasetyo Aji July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  10. Atisatya Arifin July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  11. yulia sari July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  12. Okti Li July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  13. Catcilku July 13, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  14. Ida Tahmidah July 14, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  15. Ery Udya July 14, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  16. Anne Adzkia July 14, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  17. Jiah July 14, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016
  18. Ipeh Alena July 15, 2016
    • Ety Abdoel July 15, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.