Health

Program Generasi Sehat Indonesia (GESID) Dari Danone

Memiliki dua remaja perempuan, membuat saya memberi perhatian khusus pada asupan makanan kedua anak ini. Namun, tak selamanya apa yang saya sajikan bisa diterima anak-anak. Terutama jika menyangkut urusan mengonsumsi sayuran.

Mereka ini pilih-pilih sayuran yang akan dimakan. Mereka bisa makan buncis, wortel dan kacang panjang, meskipun hanya direbus. Tapi sayangnya, untuk sayuran lain mereka berdua menolak.

Ini bikin saya geregetan. Pasalnya, saya ingin mereka sehat, tidak kekurangan zat gizi baik makro maupun mikro nutrien. Apalagi mereka kan calon ibu yang bakal melahirkan generasi penerus.

Dari Posyandu juga rutin memberikan suplemen zat besi. Sayangnya, anak saya tuh enggan meminumnya. Mereka ini masih minim kesadaran untuk menjaga kesehatannya sendiri.

Ternyata ini bukan masalah saya semata.

GESID (Generasi Sehat Indonesia), Program Danone Indonesia Untuk Remaja Indonesia

Danone Specialized Nutrition memahami persoalan yang terjadi pada remaja Indonesia. Untuk itulah Danone Indonesia meluncurkan program GESID (Generasi Sehat Indonesia).

Tujuannya membantu mengatasi berbagai persoalan yang dialami oleh remaja, seperti persoalan gizi maupun sosial.

Program GESID merupakan wujud komitmen Danone Indonesia untuk membantu memutus mata rantai stunting di Indonesia.

Program ini diluncurkan melalui live streaming di akun YouTube Nutrisi Untuk Bangsa, Senin (14/12) tempo hari. Program tersebut diperuntukkan bagi siswa SMP dan SMA.

Acara launching GESID, menghadirkan narasumber Ketua Tim Penyusun Buku Panduan GESID; Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, Prof. Dr Ir. Sri Anna Marliyati, MSi, Ketua Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB dan; dan Sharla Martiza Siswa SMA, Pemenang The Voice Kids 2017.

Apa Persoalan Kesehatan Remaja Indonesia?

Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati mengungkapkan, remaja kita rentan terkena anemia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya edukasi gizi dikalangan remaja.

Terbukti dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar, 2013), 22,7% remaja di Indonesia menderita anemia, sementara 52,5% remaja mengalami defisiensi energi berat. Apa artinya? Mereka mengonsumsi energi kurang dari 70% dalam konsumsi makanan hariannya.

Padahal menurut beliau, remaja memiliki peran yang penting dalam memutus mata rantai stunting di Indonesia. Khususnya remaja putri, karena mereka adalah calon ibu, yang akan melahirkan generasi penerus bangsa ini.

Sumber : @nutrisibangsa

Anemia ditunjukkan dengan gejala letih, lesu dan lain-lain. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya daya fokus mereka dalam belajar. Lebih dari itu anemia yang dialami remaja putri dampaknya jangka panjang. Jika tidak diatasi sejak dini.

Saat mereka hamil nanti, rentan terkena anemia pada kehamilan. Oleh karena itu, remaja diharapkan mampu menyadari pentingnya menjaga kesehatan.

Kekurangan Gizi (Malnutrisi) pada Remaja Indonesia

Persoalan lain yang dihadapi remaja Indonesia adalah stunting akibat malnutrisi dan kelebihan berat badan (obesitas). Bahkan kondisi ini, kerap berakibat pada body image remaja.
Data menyebutkan 1 dari 4 remaja Indonesia mengalami stunting, sementara 1 dari 7 mengalami kelebihan berat badan.

Hal tersebut disampaikan oleh drg. Kartini Rustandi, M. Kes, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan R yang hadir dalam talkshow program GESID.

Beliau juga menuturkan, persoalan kesehatan remaja selain yang sudah disebut tadi, adalah tingginya tingkat kekurangan zat gizi mikro, contohnya saja kekurangan zat besi yang mengakibatkan anemia. Tingkat prevalensi mencapai 32% pada usia 15-24 tahun.

drg. Kartini pun menyambut baik kerjasama berbagai pihak dalam memberikan edukasi gizi pada remaja. Agar mampu menerapkan pola hidup sehat sehingga pemenuhan gizi seimbang bisa terpenuhi.

3 Pilar Generasi Sehat Indonesia (GESID)

Dari program edukasi gizi pada remaja ini diharapkan mampu meningkatkan peran aktif remaja dalam menjaga kesehatan dirinya.

Nantinya program GESID dari Danone Specialized Nutrition akan melibatkan siswa-siswi SMP dan SMA untuk menjadi Duta GESID. Pada duta inilah yang akan berperan dalam menyebarkanluaskan tiga pilar GESID kepada teman-teman mereka.

Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, mengatakan Danone Indonesia berkomitmen terhadap kesehatan masyarakat Indonesia melalui nutrisi serta hidrasi yang sehat serta program berkelanjutan.

“Program GESID yang dibangun bersama FEMA IPB merupakan program edukasi berkelanjutan dari program untuk ibu hamil dan menyusui yang telah ada sebelumnya, “tuturnya.

Apa Saja Tiga pilar GESID?

Ketiga pilar GESID tersebut adalah :

Aku Peduli

Dari pilar pertama, Aku Peduli, remaja Indonesia diajak untuk memupuk kepedulian pada diri sendiri. Apa saja sih yang terjadi pada tubuh mereka? Trus, apa yang harus dilakukan?

Sumber : @nutrisibangsa

Melalui pilar pertama, remaja diajak memahami perkembangan yang terjadi pada tubuh mereka. Salah satunya ialah memahami tentang kesehatan reproduksi.

Sumber : @nutrisibangsa

Hal tersebut penting tidak hanya dalam jangka pendek tapi untuk masa depan mereka.

Aku Sehat

Pilar Aku Sehat merupakan lanjutan dari pilar Aku Peduli. Jika sudah memahami perkembangan tubuhnya, remaja diharapkan memiliki kesadaran dan kepedulian menjaga kesehatan tubuhnya.

Sumber : @nutrisibangsa

 

Paling awal tentu, dimulai dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Menerapkan porsi makanan sesuai dengan pedoman Isi Piringku.

Aku Bertanggung Jawab

Setelah memahami dua pilar tadi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari remaja diharapkan memiliki rasa tanggungjawab untuk mengajak teman-temannya menerapkan ketiga pilar GESID. Misalnya saja, dalam masalah pernikahan dini.

Sumber : @nutrisibangsa

Program GESID tak hanya memberikan edukasi gizi, disertai pula pembentukan karakter remaja yang baik.
Remaja diajarkan cara menjaga kesehatan dirinya sendiri, serta berperan aktif menularkan pengetahuan tersebut kepada teman-temannya.

Dengan demikian, diharapkan akan tumbuh remaja Indonesia yang sehat, memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama dan mampu menjadi generasi penerus yang cerdas dan kuat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.