Health

Rahasia Tetap Sehat dan Aktif di Masa Pandemi

2020 itu, tahun yang berat, ya? Saya pikir kita semua sepakat. Tahun ini, kita semua dihadapkan pada tantangan amat besar. Menghadapi pandemi yang vaksin dan obatnya masih diupayakan adanya.

Tiap hari, berita tentang pandemi tayang di semua media informasi. Berita jumlah penderita, angka kematian, penuhnya fasilitas kesehatan dengan penderita Covid-19, pontang-pantingnya semua negara dalam menangani pandemi, jadi bahan obrolan keseharian.

Cemas, khawatir dan ketakutan terjangkit Covid-19 dirasakan banyak orang.

Awalnya bertahan di rumah saja, menjadi pilihan. Namun, masa pandemi yang tak kunjung usai, membuat semua serba sulit. Jika akhirnya, new normal jadi era baru menjalani kehidupan, ini pun solusi yang beresiko.

Pada akhirnya, survive atau tidaknya kita, dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan pola hidup masing-masing orang.

Lalu apa kabar dengan ibu rumahtangga seperti saya? Yang kerjaannya banyak dari bangun tidur hingga tidur lagi. Ditambah dengan aktivitas mengelola bisnis pizza rumahan.

Kulit wajah terpapar suhu panas oven

Tiap hari ya begini kerjaannya, manggang pizza

Pun sebagai warga masyarakat, saya tentu tak bisa melepaskan diri dari aktivitas sosial di lingkungan rumah. Meskipun, sejak pandemi intensitasnya berkurang.

Namun, tugas sebagai ibu, bertambah karena harus mendampingi anak-anak selama pembelajaran jarak jauh.

Sebelum pandemi anak-anak sekolah sedari pagi hingga menjelang sore. Saya, bisa fokus memproduksi pizza dan berjualan.

Sekarang, saya harus mengawasi pembelajaran mereka dari pagi sampai siang. Apalagi jika ada materi pelajaran yang sulit. Saya pun ikut belajar.

Waktu 24 jam sehari, seolah lekas berlalu. Saking padatnya aktivitas selama seharian.

Di tengah banyaknya aktivitas dan kondisi yang tak pasti, satu hal yang harus diupayakan adalah sehat. Ya, karena ini kunci agar tetap aktif dan membangun masa depan.

Lalu apa yang saya lakukan agar tetap sehat dan aktif?

3 Rahasia Tetap Sehat dan Aktif di Masa Pandemi Covid-19

Jujur, pandemi membuat saya mereview kembali pola hidup selama ini. Dari sini jadi tahu, poin mana yang harus ditinggalkan. Ganti dengan kebiasaan yang lebih sehat.

Nah, ada tiga hal dasar yang saya lakukan. Sebenarnya ini hal yang sudah umum. Namun faktanya memang tiga hal ini bisa membuat imunitas tubuh bagus. Sehingga tetap sehat dan Insyaallah terhindar dari resiko Covid-19.

1. Seimbangkan aktivitas fisik

Pandemi bukan berarti kita boleh mager alias malas gerak. Aktivitas fisik justru diharuskan, apalagi saat pandemi. Tujuan satu agar tetap sehat.
Tentu saja, tetap patuhi protokol kesehatan ya. Apalagi jika harus beraktivitas di luar rumah.

Kemudian timbul pertanyaan, bukankahkah seharian saya sudah full dengan aktivitas fisik? Sudah cukup dong? Ternyata, aktivitas tersebut belum cukup.

Aktivitas fisik seperti menyapu, mengepel dan pekerjaan rumahtangga lainnya memang bisa menjaga pengeluaran kalori harian dan menjaga berat badan.

Tapi tidak bisa membuat badan kita bugar. Padahal kondisi tubuh yang bugar itu awal dari sehat.

Jadi, aktivitas fisiknya harus ditambah dengan latihan fisik (exercise).

Latihan fisik adalah aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur serta dilakukan berulang-ulang. Bentuk aktivitasnya bisa lari, bersepeda, renang dan lain-lain.

Sekali naik sepeda biasa belanja dan olahraga

Ya, latihan fisik ini dimaksudkan agar tubuh bugar, stamina bagus, imunitas meningkat bahkan bisa lebih bahagia.

Kita memang dituntut tetap aktif, namun tidak boleh berlebihan. Untuk itulah, gaya hidup aktif harus diikuti dengan pola istirahat yang cukup.

Tidur nyenyak selama 7-9 jam ini harus dilakukan

Agar bisa mendapat kualitas tidur dan kuantitas seperti itu, hindari begadang dan main hape sebelum tidur.
Jika sedang banyak pikiran, saya gunakan aroma terapi untuk menenangkan pikiran sehingga bisa tidur nyenyak.

Selama pandemi, jujur saya jadi terhindar dari begadang.
Dulu, saya kerap mendapat order banyak, hingga ribuan pcs. Resikonya harus bekerja lembur. Kurang tidur itu pasti. Bukan kebiasaan sehat, ya? Iya.

Selama pandemi orderan untuk katering sekolah otomatis tidak ada. Untuk acara seperti pengajian dan arisan juga berkurang banyak. Dampaknya, omzet usaha jadi turun.

Tapi, ada hikmahnya, saya jadi memiliki waktu istirahat yang cukup. Sehingga saya bisa tetap sehat. Bukankah, ini yang paling penting saat sekarang?

2. Jaga Kesehatan Mental

Selain fisik, saya juga harus menjaga kesehatan mental.
Selama pandemi, siapa yang kerap diliputi rasa cemas, takut, bingung, dan bosan bahkan stres? Saya yakin, kita semua pernah mengalaminya.

Pandemi memang membawa kita pada situasi serba sulit. Banyak yang kehilangan pekerjaan, hingga harus berjuang sembuh dari Covid-19.

Wajar sih, berada di situasi yang nggak pasti dalam jangka yang cukup panjang, pasti ada pikiran-pikiran negatif yang hadir.

gejala anemia

Namun, hal itu tidak boleh dipelihara. Pikiran negatif, segala rasa takut, cemas, sedih dan stres itu harus dikelola. Ya, karena bisa menurunkan imunitas tubuh. Ini berbahaya!

Jadi, saya dan teman-teman harus bisa berdamai dengan kondisi ini. Pupuk pikiran positif dan optimis bahwa kita kuat, bisa melalui pandemi ini.

Tapi, ini kan nggak mudah? Memang benar tidak mudah, tetap berpikir positif bahkan optimis di kondisi sulit.

Yang harus dilakukan adalah turunkan ekspektasi. Jika semua menjadi tidak ideal, seperti saat kondisi normal, terima dengan lapang dada.

Bukankah hidup selalu menghadirkan dua sisi? Baik buruk, bahagia sedih, datang pergi dan lainnya?

Tenangkan pikiran dan lakukan hobi yang bisa membuat bahagia.

Begitupun saya, selama pandemi, saya coba berdamai dengan situasi. Secara rutin memberi ruang diri ini untuk bahagia melakukan hal yang disukai.

Memotret menjadi hal yang menyenangkan saat ini. So, saya luangkan waktu untuk ini tanpa rasa bersalah.

Hobi motret bikin happy

Aktivitas di luar rumah berkurang juga membawa saya memiliki kebiasaan baru yang dulu enggak pernah saya lakukan.
Iya, bertanam. Meskipun koleksi tanaman saya tidak sebanyak orang-orang tapi saya bahagia.

Akhirnya, saya berhasil menanam kangkung, sawi, kunyit, mint, dan beberapa tanaman hias lainnya. Ternyata hobi yang satu ini juga bikin tenang dan bahagia.

Ya, jika kita tetap bahagia, berpikir positif, Insyaallah imunitas tubuh jadi bagus, kan.

Sekiranya, beban pikiran sudah terlampau berat jangan sungkan untuk meminta bantuan. Bisa keluarga, teman atau ahli. Yang penting bisa dipercaya dan mampu membantu meringankan beban mental kita.

3. Jaga Nutrisi

Kelihatan sepele tapi ini hal paling dasar, dari dua upaya sebelumnya.
Konsumsi makanan bernutrisi seimbang itu harus. Tubuh kita butuh energi untuk tetap aktif. Tubuh kita pun butuh nutrisi untuk tetap sehat.

Jadi menjaga konsumsi makanan sehari hari itu mutlak. Penuhilah kebutuhan makanan setiap hari dengan porsi yang dianjurkan.

Isi piring, dengan komposisi 2/3 karbohidrat, 1/3 lauk pauk dan 1/2 bagian sayuran dan buah-bahan.

Makanan bernutrisi tidak harus mahal. Ada banyak bahan makanan yang cukup murah. Kebutuhan protein misalnya tidak harus daging merah, ada tahu dan tempe yang lebih ekonomis.

Sayur dan buah pun banyak yang harganya murah dan mudah pula didapat. Tidak bisa beli apel atau anggur, ada pepaya yang lebih terjangkau.

Selain itu untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh saya mengonsumsi minuman rempah. Saya memilih, Herbadrink Sari Jahe.

Herbadrink Sari Jahe, Kehangatan Yang Menyehatkan

Jahe atau disebut sebagai zingiber officionalle telah lama dikenal sebagai rempah untuk bumbu dapur dan obat.
Faktanya banyak masakan menggunakan jahe sebagai salah satu bumbunya. Contohnya saja masakan Indonesia, seperti opor, kare ayam, ayam goreng dan lain-lain.

Bahkan jahe juga dikonsumsi dengan cara diminum. Ada wedang jahe dan aneka minuman mengandung jahe, akrab di kehidupan kita bukan? Contohnya saja wedang ronde, wedang angsle, sekoteng, bandrek, saraba dan lainnya.

Sementara itu sebagai obat-obatan, masyarakat Yunani telah menggunakannya sejak ribuan tahun lalu. Jahe saat itu dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi mual-mual, penyakit vertigo, dan mabuk perjalanan. Kemudian, pada abad ke-16, jahe direkomendasikan untuk mengatasi wabah penyakit yang melanda saat itu, Plague.

Jahe diketahui memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan yang penting adalah minyak Atsiri.

Nah, di dalam minyak Atsiri ini terdapat zat aktif antara lain yaitu zingeberin, kamfer, lemonin, borneol, shogaol, gingerol, zingeron, dan zat-zat antioksidan alami lainnya.

Zat zingeron itu dipercaya mampu untuk menghancurkan dinding sel virus.

Selanjutnya zat kimia aktif dalam rimpang jahe diketahui memiliki kandungan yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan, seperti gingerol, beta-caroten, asam cafeic, capcaisin, curcumin, dan salicilat.

Cocok banget kan, dikonsumsi saat musim pandemi seperti ini.

Nah, untuk konsumsi jahe saat ini, saya memilih Herbadrink Sari Jahe. Tentu ada alasan tersendiri mengapa, memilih Herbadrink. Antara lain

1. Praktis

Cara menggunakannya mudah. Cukup seduh Sari Jahe sasetan dengan air hangat secukupnya.
Bisa langsung dikonsumsi sesaat setelah diseduh. Jika ingin variasi pun, bisa saja.

2. Higienis

Herbadrink Sari Jahe diproduksi di pabrik dengan standar produksi yang ketat. Jadi, dijamin higienis.

3. Berkualitas

Bahan baku Herbadrink Sari Jahe adalah jahe pilihan dengan kualitas terbaik. Jadi, tidak perlu kawatir dengan rasa dan khasiatnya.

Efek setelah minum Sari Jahe Herbadrink, badan saya terasa hangat. Lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.

Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini. Minum Sari Jahe, memberi sensasi hangat sekaligus menyehatkan. Daya tahan tubuh pun jadi kuat meski cuaca ekstrim di tengah pandemi kerap melanda.

Begitulah teman-teman, cara saya tetap sehat dan aktif di masa pandemi Covid-19.

Memikirkan masa depan terlampau berat tak akan ada artinya jika hari ini kita tidak sehat.
Mari, jaga kesehatan hari ini agar apapun cita-cita kita jadi lebih mudah diwujudkan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.