Food

Rawon, Masakan Favorit Suamiku

RawonMasakan Favorit Suamiku

Musim hujan seperti sekarang ini cocoknya makan masakan berkuah, hangat dan pedas ya. Suamiku itu suka sekali dengan masakan khas Jawa Timur yang satu ini, Rawon. Potongan daging sapi dengan kuah yang hitam dari kluwek berpadu dengan beragam bumbu, gurih rasanya. Disajikan dengan nasi hangat, taoge, sambel terasi dan kerupuk, pas banget dinikmati saat hawa dingin seperti sekarang ini.

Suami memang asli Surabaya, makanya wajarlah kalau dia suka Rawon. Ini sempat menjadi problema karena saya yang asli Banyumas, saat awal nikah dulu, nggak kenal yang namanya Rawon. Belum pernah sekalipun melihat wujudnya apalagi mencicipi rasanya. Blank, saat suami minta saya masak makanan kesukaannya ini. Untungnya sih, suamiku ini terbiasa memasak sejak sekolah jadi masalah masak-memasak bukan hal asing baginya.

Akhirnya demi semangkok Rawon yang dikangeninya suamiku rela turun ke dapur. Eits, kenapa nggak beli saja, praktis kan. Maunya kalau ada yang jual sih beli saja, tapi berhubung saat itu kami tinggal di tanah Sumatera, jadi mencari penjual rawon seperti mencari jarum di tumpukkan jerami, susah. Memasak sendiri menjadi satu-satunya jalan supaya bisa makan rawon.

Pertama kali mencicipi Rawon, lidah saya masih roaming dengan rasanya. Dibilang enak, tapi agak aneh sama rasa kluweknya, dibilang nggak enak, nggak juga. Maklum, saya memang jarang makan masakan berbumbu kluwek.

β€œRawon ini makin sedap kalau sudah diinapkan de!” begitu kata suamiku.

β€œBegitukah? Saya masih meragukannya.”

Esok harinya, saya coba nih sarapan pakai Rawon. Ternyata rasa dagingnya jadi lebih gurih ya, pasti karena bumbu-bumbu sudah meresap ke dalam daging semalaman. Lama-lama saya terbiasa menyantapnya. Nggak cuma itu sih, saya juga belajar memasaknya. Wuih, pinter masak dong. Pinter sih enggak, paling-paling standarnya, suami dan anak-anak mau makan masakanku berarti masakanku pas di lidah mereka, itu saja cukup.

Kalau lagi males masak, sih biasanya beli.Di Karanganyar ada sih penjual Rawon favoritku, tempatnya Warung Makan Bu Agung, ada di Jalan Lawu. Warung makannya kecil tapi ramai dikunjungi terutama oleh para pekerja kantor di sepanjang jalan Lawu. Nah, kalau lagi rajin saya masak sendiri.

Sebenarnya, saya masih penasaran dengan resep Rawon Ibu Mertua, beliau ini kalau masak rawon mantap banget. Sayangnya, resep beliau itu serba kira-kira, nggak pernah ditimbang dulu atau diukur dulu. Tapi rasanya itu lho, juara. Saya pernah mencoba dengan resep beliau yang saya kira-kira sendiri, tapi hasilnya nggak sesuai harapan, hehehe. Ini bedanya antara yang pinter masak dan tidak. Yang satu dengan takaran kira-kira bisa lezat, sementara saya nggak bisa.

Akhirnya kalau mau masak rawon saya suka searching di blog para foodie blogger. Saya suka banget nyobain resep dari mana saja, yang kelihatannya lezat. Termasuk saat memasak Rawon beberapa waktu lalu. Ini resep saya ambil dari Just Try And Taste Mba Endang Indriani. Alasannya, saya tergoda dengan penampilannya, yang hitam menggoda.

taraaa,rawon siap disantap

taraaa,rawon siap disantap

Rasanya sesuai lah dengan selera suami saya. Kuahnya hitam pekat, dan rasanya gurih, nendang kalau kata orang. Oh ya, kemarin saya juga menggunakan tulang iga sebagai campuran, kebetulan ada stok di kulkas. Bedanya, pada penyajiannya, kalau sambel nya Mba Endang nggak pakai terasi, sementara sambelku memakai terasi karena memang itu kesukaan suamiku. Untuk telur asin juga saya skip, karena suami dan anak-anak nggak suka telur asin.

Kunci kelezatan Rawon memang dipengaruhi oleh kualitas kluweknya. Pernah nih saya membeli kluwek saat dimasak itu membuat rasa masakan menjadi pahit. Yah, ini karena saya tuh nggak tahu, kluwek yang kualitasnya baik tuh seperti apa. Ternyata saya memang salah pilih. Kluwek yang rasanya pahit itu bisanya kluwek yang masih muda. Warnanya biasanya pucat tidak hitam pekat.

Trus gimana dong cara mengetahui kluwek yang bagus itu? Kan nggak mungkin kita buka dulu kluweknya baru dibeli. Nah, berikut ini tips memilih kluwek yang saya ambil dari blognya Mba Endang:

  • Pilih yang batok kluweknya tidak jamuran
  • Coba kocok-kocok, jika terasa berat dan koplak biasanya isinya bagus dan berwarna hitam
  • Itu kan tampak luar ya, untuk lebih yakin coba cicipi. Jika tidak pahit berarti kluweknya bagus.
  • Jika mendapati buah kluwek yang telah kering dan berjamur, jangan digunakan karena tidak layak dikonsumsi lagi.
  • Boleh dipakai jika buah kluwek telah mengering, dan menempel dibatok asal warnanya hitam pekat, belum berjamur dan rasanya tidak pahit.

Silahkan dicoba tipsnya, semoga beruntung. Buat saya gampang-gampang susah memilih sesuatu yang terbungkus rapat begitu. Masih suka salah pilih, qiqiqi, berarti masih harus diasah ya, kemampuan saya dalam mengenali kluwek yang baik.

Gimana, tertarik untuk memasak Rawon sendiri?. Pas banget kan, Desember ini lagi musim hujan. Hawa dingin, cocoknya makan makanan yang hangat dan membuat berkeringat. Resepnya Mba Endang pas di lidah suami dan anak-anak saya. Siapa tahu pas juga di lidah teman-teman.

Sumber:

Just Try n Taste, www.justtryandtaste.com/2011/05/rawon-ngawi-nendangala-my-mom.html

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

60 Comments

  1. Dedew December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  2. Nia Haryanto December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  3. turiscantik December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  4. eda December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  5. fanny fristhika nila December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  6. Ani Rostiani December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  7. susanti dewi December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  8. sistalisius December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  9. Anjar Sundari December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  10. fachri December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  11. Vera December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  12. indah primadona December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  13. HM Zwan December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  14. Yuniari Nukti December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  15. Yuniari December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  16. Ety Budiharjo December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  17. Ika Puspitasari December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  18. Ratna Dewi December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  19. inayah December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 8, 2015
  20. Ria M Fasha December 8, 2015
    • Ety Abdoel December 9, 2015
  21. Hastira December 9, 2015
    • Ety Abdoel December 9, 2015
  22. Astin Astanti December 9, 2015
    • Ety Abdoel December 9, 2015
  23. Diah Kusumastuti December 10, 2015
    • Ety Abdoel December 12, 2015
  24. Waya Komala December 11, 2015
    • Ety Abdoel December 12, 2015
  25. cputriarty December 11, 2015
    • Ety Abdoel December 12, 2015
  26. D Sukmana Adi December 11, 2015
    • Ety Abdoel December 12, 2015
    • fifi December 13, 2015
      • Ety Abdoel December 14, 2015
  27. Clara December 13, 2015
    • Ety Abdoel December 14, 2015
  28. Maya Siswadi December 20, 2015
    • Ety Abdoel December 21, 2015

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.