Food Recipe

Royco Dengan Garam Beriodium, Bikin Masakan Lezat dan Bantu Penuhi Kebutuhan Iodium Harian

“Suka bingung mengatur menu harian yang bergizi?”

“Suka mentok masaknya, menu itu lagi, itu lagi?”

Ini memang masalah yang kerap dihadapi para ibu. Untungnya, saat hari gizi 25 Januari 2021 tempo hari, Royco kasih kabar baik dengan meluncurkan produk barunya Royco dengan garam beriodium dan misinya dalam #BantuTumbuhSesuai anak-anak Indonesia.

Idealnya, tiap hari kita harus mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Bahan pangan yang dikonsumsi juga harus beragam. Tujuannya agar bisa mendapatkan berbagai macam nutrisi yang diperlukan tubuh.

Namun, di lapangan, tidak semua keluarga mampu mewujudkan makanan bergizi seimbang sesuai dengan pedoman isi piringku karena berbagai faktor.

Virtual Launch Royco Garam Beriodium

Salah satunya karena kurangnya pemahaman terhadap gizi seimbang dan dampaknya bagi tumbuh kembang anak. Iya, karena cukup makan itu belum tentu cukup gizinya.

Di Hari Gizi Nasional yang memasuki usia 61 tahun persoalan gizi di Indonesia belum juga tuntas. Salah satunya adalah masalah Hidden Hunger atau kelaparan terselubung.

Apa Itu Hidden Hunger?

Hidden Hunger atau kelaparan terselubung adalah kondisi defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral. Diantaranya kekurangan vitamin A, zat besi, Zink dan Iodium.

Kondisi tersebut terjadi karena kualitas makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan gizi harian. Padahal pemenuhan gizi harian sejak 1000 hari pertama akan mempengaruhi kondisi kesehatan di masa depan.

Mungkin diantara teman-teman pernah dalam kondisi kepepet, tidak ada waktu untuk memasak. Kemudian memilih membeli makanan di luar. Sayangnya, makanan yang dibeli tersebut nilai gizinya kurang. Sehingga, kebutuhan gizi harian pun tak tercukupi.

Bukan berarti tidak boleh membeli makanan di luar, ya. Tetapi, perhatikan kembali pilihan makanannya. Pilihlah makanan yang bergizi.

Di Indonesia, menurut data World Bank 2015 dan Pusdatin 2017 menyebutkan 15,8 juta anak-anak mengalami Hidden Hunger.

Sebuah angka yang tak boleh diabaikan karena bisa mengakibatkan dampak yang serius. Kejadian Hidden Hunger dikhawatirkan, bisa menyebabkan loss generation.

Jadi generasi penerus yang lahir berkualitas rendah baik secara fisik, kecerdasan maupun mental.

Launching Royco Dengan Garam Beriodium

Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional ke 61, Royco meluncurkan kemasan baru yang mengandung garam beriodium.
Royco dengan garam beriodium, diharapkan mampu membantu orangtua dalam menyediakan makanan bergizi seimbang dan lezat.

Orangtua bisa memasak bahan pangan yang variatif dan menambahkan Royco bumbu kaldu.

Sehingga kebutuhan harian akan Iodium bisa terpenuhi. Anak-anak dan anggota keluarga yang lain pun bisa terhindar dari hidden hunger.

Royco dengan garam beriodium tersedia dalam dua rasa, yaitu rasa Ayam dan Sapi #BantuTumbuhSesuai anak-anak Indonesia.

Royco Garam Beriodium

Dalam Virtual Launch tempo hari, menghadirkan para pakar gizi dan kesehatan.

Mereka memberikan wawasan betapa penting kebutuhan mikronutrient seperti vitamin dan mineral bagi tumbuh kembang anak.

Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN selaku guru Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Indonesia masih mengalami masalah kesehatan yang berkepanjangan, diantaranya soal hidden hunger.

Masih banyak masyarakat abai terhadap kebutuhan zat gizi mikro karena dampaknya tidak nampak seketika.
Data hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebutkan 48,9% ibu hamil menderita anemia atau kekurangan zat besi.

Kemudian, Riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9% anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium.
Kekurangan Iodium akan berdampak serius pada metabolisme tubuh bahkan kecerdasan anak.

dr. Diana F. Suganda, SP.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik, menyebutkan bahwa dalam upaya memenuhi nutrisi harian yang seimbang orangtua hendaknya memperkaya wawasan dan kreativitasnya.

Bahan pangan yang disajikan harus variatif. Menu yang disajikan juga berganti-ganti agar anak-anak tidak bosan dan mogok makan.

Selain itu orangtua harus memahami kebutuhan tubuh akan mikronutrient seperti garam beriodium. Manfaat Iodium selama ini dikenal untuk mencegah penyakit gondok. Padahal, manfaat Iodium lebih dari itu.

Memang kebutuhan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral itu sedikit. Tapi, jika tidak terpenuhi, akan membawa dampak serius di kemudian hari.

50-59% balita di Indonesia kekurangan Iodium dan zat gizi mikro lainnya.

Manfaat Iodium

Iodium dibutuhkan semenjak janin hingga dewasa. Kebutuhan Iodium untuk masing-masing tingkatan usia berbeda-beda.

Kekurangan Iodium akan mengakibatkan sulit konsentrasi, rendahnya IQ, serta gangguan pertumbuhan fisik dan mental.

Untuk mencegah hal tersebut, konsumsilah makanan yang mengandung Iodium seperti telur, udang, salmon dan lainnya. Bisa pula ditambahkan Royco dengan garam beriodium agar makin lengkap.

Dalam kesempatan itu Hernie Raharja selaku DIrector of Food & Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk menuturkan komitmen Unilever secara global sejak 2019 adalah membantu masyarakat melakukan transisi menuju pola makan lebih sehat, sekaligus berupaya mengurangi dampak buruk dari rantai makanan.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam tujuan mulia yaitu Gerakan Pangan untuk Masa Depan. Harapannya, dapat mengajak keluarga Indonesia untuk mengonsumsi makanan yang baik untuk tubuh dan bumi. Prinsipnya makanan tersebut beragam, bergizi dan berasal dari bahan pangan berkelanjutan.

Royco pun mengkampayekan 50 Future. Merupakan 50 bahan pangan yng terdiri dari kacang-kacangan, umbi-umbian maupun sayuran yang baik dikonsumsi untuk tubuh, baik pula untuk bumi.

Selain itu, Royco memberikan solusi bagi orangtua yang kerap kesulitan menyajikan menu bergizi seimbang dan beragam. Melalui Royco NutriMenu, orangtua bisa menemukan banyak inspirasi resep masakan dengan menggunakan bahan pangan yang beragam.

Mengenal 50 Bahan Pangan Masa Depan

Jika diminta menyebutkan nama bahan pangan, mungkin ada banyak yang bisa disebutkan. Tapi, ternyata masih banyak bahan pangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Apalagi jika bahan pangan tersebut berasal dari sumber pangan berkelanjutan. Tentu ini lebih baik lagi.

Royco mengajak kita untuk membuka diri terhadap aneka bahan pangan yang bergizi dan baik bagi bumi. Ada 50 bahan pangan masa depan yang dirangkum oleh Royco.

Salah satunya adalah Daun Kelor. Hm, nama daun ini sebetulnya sudah saya kenal sejak kecil. Namun, saya belum pernah mendengar mengenai manfaatnya sebagai sumber pangan.

Daun kelor

Iya, yang saya dengar, Daun Kelor bermanfaat sebagai obat-obatan. Bahkan masyarakat ada yang percaya daun kelor dipakai untuk meluruhkan susuk atau sejenis itu yang ditanam di tubuh seseorang.

Ternyata, Daun Kelor bahkan pohonnya disebut sebagai Miracle Tree, karena seluruh bagiannya bermanfaat. Lebih mengejutkan lagi, daun yang kerap diabaikan keberadaannya ternyata disebut sebagai superfood karena kandung Vitamin C, Zat Besi dan Kalsium.

Pantas saja, tetangga saya ada yang rajin sekali mengonsumsi Daun Kelor.
Nah, karena fakta itulah saya pun ingin mencobanya.

nutrisi daun kelor

Alhamdulillah, di rumah sebelah ada pohon kelor yang bisa dipetik siapa saja yang membutuhkan. Akhirnya saya pun mencoba memasak menu Daun Kelor.

Nah, Daun Kelor hanyalah salah satu dari 50 bahan pangan masa depan. Bahan pangan lainnya silahkan teman-teman bisa baca di Royco NutriMenu .

Royco NutriMenu Jadi Inspirasi Keluarga Sajikan Makanan Lezat Dan Bergizi

Program Royco Nutrimenu menyajikan panduan berisi menu lengkap yang lezat dan bisa diterapkan setiap hari.
Bahan-bahan makanan yang diolah, mudah didapat, praktis, terjangkau dan bersumber dari bahan-bahan berkelanjutan berbasis nabati yang termasuk dalam 50 Future Food atau 50 Pangan Masa Depan.

Yang menggembirakan, program ini telah menjangkau ke 80.000 anggota keluarga, 180.000 remaja di pondok pesantren, dan telah diakses 2 juta keluarga di Indonesia secara online.

Salah satunya oleh Tantri Syalindri. Penyanyi dan ibu dua anak ini hadir di virtual launching Royco baru, ia menuturkan jika selama ini merasa terbantu dengan adanya Royco NutriMenu.

Tantri tak lagi kesulitan menyiapkan menu harian bagi anaknya. Apalagi, anaknya termasuk picky eater.

Dalam kesempatan virtual launching diperagakan pula dua resep menggunakan bahan pangan masa depan oleh Chef Norman dan Tantri. Menu yang dimasak adalah Nasi Kacang Hijau Ubi Merah dan Steam Ikan Kembung Daun Kelor. Unik lho menunya.

Seperti halnya Tantri, saya pun, tak kesulitan mengolah Daun Kelor tadi. Dari Royco NutriMenu saya mendapatkan beberapa ide masakan.

Kemarin, saya coba yang paling sederhana. Baik dari bumbu maupun cara mengolahnya. Masakan Sayur Bening Daun Kelor, saya menyebutnya begitu. Tapi, kalau di NutriMenu disebut sebagai Sup Daun Kelor.

Apapun namanya yang penting Olahan daun Kelor ludes jadi menu makan kemarin.

Alhamdulilah, anak-anak dan suami suka. Mereka bilang rasanya segar, dan tidak ada rasa maupun aroma yang aneh.

Sayur Bening Daun kelor

Wah, ini tentu kabar baik. Saya bisa menyajikan olahan Daun Kelor yang berbeda nantinya.

Recook Sayur Bening Daun Kelor dan Bola Tahu Bayam dari Royco NutriMenu

Setelah tahu adanya NutriMenu, saya langsung antusias karena bakal ada variasi masakan baru.

Kesempatan pertama memilih memasak Sayur Bening Daun Kelor (Sup Daun Kelor) karena bahannya ada dan memenuhi rasa penasaran atas daun tersebut.

Sementara untuk lauk proteinnya, saya pilih Bola Tahu Bayam. Hm, yang ini dipilih karena biayanya ekonomis.

Memasak menggunakan Royco Kaldu dengan garam beriodium saya tak perlu menambahkan garam lagi. Rasa asinnya sudah pas.

Oh ya, jangan lupa dalam menyajikan menu harian tetap ingat pedoman isi piringku, ya.

Itu dia pengerahuan yang saya dapat ketika mengikuti virtual launch Royco dengan garam beriodium. Sekaligus pengalaman mencoba resep yang tersedia di Royco NutriMenu.

Jika teman-teman tertarik untuk mencoba resep-resepnya, silahkan kunjungi webnya.

Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.