Lifestyle

Stellar Entrepreneurship Academy, Program Mentoring Bisnis Untuk Perempuan

Disetiap kesempatan sosok perempuan ini selalu tampil sederhana. Wajahnya keibuan, pembawaannya tenang, meskipun di pundaknya ada tanggungjawab besar. Belum banyak memang sosok seperti beliau di Indonesia. Siapa dia?

Sri Mulyani Indrawati, adalah perempuan itu. Keberhasilannya dalam memimpin departemen di beberapa kabinet. Kemudian dipercaya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan akhirnya menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini.

Kepakaran dan kepemimpinannya telah teruji. Kini, beliau kembali diuji dengan pandemi yang menguras keuangan negara dan membuat kondisi perekonomian menjadi sulit.

Banyak prestasi dan penghargaan tingkat dunia beliau raih. Terbukti pula bahwa dibawah kendali kepemimpinannya, Indonesia pernah berhasil melalui masa sulit saat dunia dilanda krisis ekonomi global.

Dari fakta di atas, menurut saya, Sri Mulyani tak hanya memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni tapi kemampuan leadershipnya juga kuat.

Lalu saya berpikir, mengapa sosok perempuan seperti beliau masih langka di Indonesia?

Apakah kapasitas keilmuan dan kepemimpinan perempuan di bawah laki-laki? Atau ada faktor di luar itu?

Dalam event webinar memperingati Hari Perempuan Internasional yang digagas Danone Indonesia, yang mengangkat tajuk “Perempuan dalam Kepemimpinan”, terungkap beberapa fakta terkait isu lama yang memang belum terselesaikan, yaitu kesenjangan gender! Topik yang saya pikir selalu seksi untuk dibahas.

Di lapangan peluang bisnis maupun karir bagi perempuan memang terbuka luas. Bahkan banyak pula perempuan bekerja di bidang yang maskulin atau didominasi oleh pekerja laki-laki. Namun, semua ini tak serta merta menyelesaikan kesenjangan gender yang telah lama ada.

Meskipun kesempatan terbuka lebar namun ada dua fakta yang memprihatinkan.

tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan 51% dan upah pekerja perempuan lebih rendah 30% dibanding laki-laki.

Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Dwi Yuliawati Faiz, Head of Programmes UN Women Indonesia.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan, bahwa di bidang kewirausahaan pun kondisinya tak jauh berbeda.
Meskipun, jumlah perempuan pelaku usaha skala mikro itu tinggi namun usahanya ini baru sebatas untuk pemenuhan kebutuhan.

Hanya 15% dari usaha yang dijalankan oleh perempuan memiliki tujuan untuk pertumbuhan.

Hal semacam ini tentu terkait dengan kapasitas perempuan itu sendiri. Maka dari itu peningkatan skill menjadi hal yang penting.

Upaya peningkatan skill tersebut harus dibarengi pula dengan edukasi mengenai konsep gender secara tepat.

Ibu Eni Widiyanti, Asdep PUG Bidang Ekonomi, menyampaikan minimnya pemahaman masyarakat tentang konsep gender. Sebagian hanya mengenal gender sebagai jenis kelamin, padahal bukan.

Konsep gender itu perbedaan peran, status, tanggung jawab dan fungsi antara laki-laki dan perempuan yang merupakan konstruksi sosial dan budaya.

Pemahaman yang kurang tepat mengenai gender kemudian melahirkan berbagai stereotip dan ketidakadilan terhadap perempuan.

Contoh saja, ketika perempuan memiliki peran sebagai ibu bekerja, maka pekerjaan domestik pun masih menjadi beban dia. Berbeda dengan laki-laki, ketika dia bekerja maka tidak ada beban untuk mengerjakan pekerjaan di rumah seperti beberes, memasak dan mencuci.

Beban ganda perempuan semacam ini tentu menjadi kendala bagi perempuan untuk bisa fokus dan unggul.

Padahal, pekerjaan domestik bisa didelegasikan pada asisten rumahtangga, bagi yang mampu. Jika tidak mampu, maka konsep kerjasama antara suami istri bisa diterapkan.

Hal tersebut diperparah lagi dengan stigma buruk yang kerap disematkan pada perempuan bekerja. Seolah, ketika perempuan bekerja apalagi keluar rumah otomatis dia sedang mengingkari kodratnya dan egois.

Padahal, beberapa sektor pekerjaan memang membutuhkan peran perempuan. Sektor kesehatan seperti dokter dan perawat misalnya. Untuk pasien perempuan tentu akan lebih nyaman jika diperiksa dokter maupun perawat perempuan. Dari hal ini saja, bahwa peran perempuan di sektor publik memang dibutuhkan.

Lebih jauh lagi, ternyata banyak keluarga memang butuh peran perempuan agar ekonomi keluarga bisa survive. Apakah adil, jika kemudian perempuan yang memilih bekerja, harus menanggung stigma buruk atas pilihannya?

Adanya beban-beban seperti itu disadari oleh Ibu Maya Juwita, Executive Director of IBCWE. Pun menjadi tantangan tersendiri dalam membuat program pemberdayaan perempuan dengan kondisi seperti itu.

Oleh karenanya, banyak program pemberdayaan dirancang agar bisa dikerjakan oleh perempuan dari rumah. Sehingga, tidak mengganggu perannya sebagai ibu dalam merawat dan mendidik anak-anaknya.

Hal ini karena masih minimnya support system bagi perempuan.

Berbeda dengan kondisi di atas, Danone Indonesia ternyata amat memperhatikan konsep keadilan gender. Hal ini disampaikan oleh Ibu Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia.

Terbukti 50% tampuk kepemimpinan di Danone Indonesia dipegang oleh perempuan.

Bahkan program pemberdayaan yang Danone Indonesia selenggarakan juga selalu menyentuh perempuan. Seperti dalam membangun rumah tempe, warung anak sehat, rumah bunda sehat, recycling business unit, dan aqua home service.

Danone Indonesia pun menaruh perhatian dalam upaya peningkatan kapasitas perempuan dalam bisnis dan kepemimpinan.

Melalui program terbarunya Women Entrepreneurship Academy, Danone Indonesia berharap akan lahir perempuan pebisnis yang memiliki pengaruh besar pada lingkungannya.

Apa Itu Stellar Entrepreneurship Academy?

Stellar Entrepreneurship Academy merupakan program Women Entrepreneurship Academy yang diinisiasi oleh Danone Indonesia bekerjasama dengan Stellar Women dan Indonesia Business Coalition for Women (IBCWE).

Stellar women sendiri merupakan komunitas, baik online dan offline, untuk wanita Indonesia yang ingin berkarya, memulai serta mengembangkan bisnis.

Samira Shihab, founder Stellar Women menyampaikan, bahwa komunitasnya membuka peluang bagi semua perempuan untuk tumbuh bersama, saling mendukung satu sama lain.

Hal tersebut sejalan dengan program Stellar Entrepreneurship Academy yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam menjalankan bisnis UMKM dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Hal ini sejalan pula dengan misi Danone Indonesia, One Planet One Health.

Stellar Entrepreneurship Academy, menghadirkan 6 webinar dalam tema bisnis, kepemimpinan dan keberlanjutan.

Stellar Entrepreneurship Academy

Para pembicara terkemuka webinar Stellar Entrepreneurship Academy

Keenam webinar tersebut diisi oleh narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing, seperti Najwa Shihab (Founder Narasi), Ria Miranda (CEO Ria Miranda clothing), Mesty Ariotedjo (Founder Wecare), Isyana Sarasvati, CEO Sayurbox, CEO Burgreens, dll.

Program ini berlangsung selama 4 minggu. Dimulai pada 23 Maret 2021 hingga 16 April 2021.

Apa Saja Kegiatan Stellar Entrepreneurship Academy?

Secara garis besar, program Entrepreneurship Academy ini menghadirkan materi interaktif dalam bentuk :

1. Webinar, hand book dan modul
2. Mentoring one on one bagi 50 peserta terpilih.

Dilihat dari sisi pemateri, program ini jelas menghadirkan pembicara yang kompeten, dilihat dari sisi kesempatan maka peserta akan memperoleh banyak ilmu, wawasan sekaligus jejaring.

Lebih dari itu peserta juga berkesempatan mendapatkan program pendanaan. Tentu hal ini akan melalui seleksi terlebih dahulu.

Nah, berikut ini materi lengkap selama 4 minggu, diambil dari IG @stellarwomen.id

Siapa Saja Yang Sebaiknya Ikut Stellar Entreprenuership Academy?

Ya, karena program ini memang menyasar perempuan maka pesertanya tentu harus perempuan. Nah perempuan yang bagaimana?

1. Perempuan muda

Buat teman-teman yang merasa masih muda, dan memiliki keinginan untuk menginspirasi sekaligus membangun bisnis yang berdampak positif bagi lingkungan.

2. Perempuan pelaku bisnis

Nah, buat teman-teman perempuan yang ingin berbisnis atau sudah punya bisnis atau usaha, cocok banget ikutan ini. Ada kesempatan untuk bisa scale up bisnisnya supaya bisa maju dan berdampak secara luas.

3. Perempuan pelaku sociopreneur

Siapa lagi sih? Ya, mereka yang ingin memberi dampak sosial maupun lingkungan melalui bisnis yang mereka tekuni.

Masuk kriteria kan teman-teman? So, nggak ada alasan dong, untuk nggak gabung.

Cara Mendaftar Stellar Entrepreneurship Academy

Gampang banget, cara mendaftarnya. Tidak ada syarat khusus pula. Ini menjawab beberapa inbox yang masuk ke saya.

Jadi, teman-teman hanya perlu mengisi formulir, di sini

https://www.stellarw.com/academy-registration

Jangan lupa segera transfer ya, biaya pendaftaran sejumlah 299K.
Pendaftaran teman-teman ditunggu hingga 18 Maret 2021.

Melalui program women entrepreneurship academy ini, diharapkan ada peningkatan skill bisnis maupun leadership para perempuan. Sehingga nggak mustahil akan lahir the next Sri Mulyani ataupun the next business woman yang mumpuni dan tangguh.

Yuk, gabung dengan Stellar Entrepreneurship Academy, atau bisa juga nih, bantu sebarkan tulisan ini, agar makin banyak perempuan di luar sana yang tahu informasi ini.

Semoga bermanfaat!

Tabik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.