Competition

Tampil Kompak, Syar’i dan Serasi Bersama Ethica

Salah satu hal yang belum saya dan keluarga miliki adalah foto keluarga. Serius? Ya, selama ini ada sih, foto berempat. Tapi itu foto welfie suka-suka yang tidak berkonsep dan tidak bisa dipajang dengan pigura di dinding. Namanya foto welfie tentu kurang sempurna baik komposisi maupun angle nya. Apalagi, memotretnya tak memakai tongsis. Sudut pengambilan jadi sempit dan hasilnya pun tak memuaskan.

Awalnya sih, saya cuek saja. Foto keluarga yang serius bisa kapan aja. Sampai beberapa waktu lalu, saya diminta untuk mengirim foto keluarga untuk sebuah keperluan publikasi. Di situ saya baru menyesal, mengapa tidak dari kemarin-kemarin itu foto berempat yang serius, foto studio misalnya. Akhirnya yang saya kirimkan adalah foto kami berempat yang seadanya banget. Foto welfie yang tanpa konsep dan diambil sekenanya.

foto-keluarga1.jpg

Dari situ saya mulai berpikir untuk memiliki foto keluarga yang terkonsep. Setidaknya ada 2 hal yang sedang saya pikirkan yaitu:

  • Tema foto, saya memiliki keinginan untuk memiliki foto keluarga dengan tema semi formal dan di dalam ruangan. Rencananya, foto ini akan dipajang di ruang tamu.
  • Baju keluarga, dengan tema foto in door dan semi formal, saya membayangkan untuk memakai baju sarimbit. Jadi kita berempat memakai baju dengan corak dan warna yang sama. Baju sarimbit muslim jadi pilihan saya.

Bicara masalah baju muslim mana yang pas untuk rencana foto keluarga saya, tentu ada hal yang harus diperhatikan. Selain mampu menutup aurat dengan baik, baju muslim tersebut harus serasi dan indah dipandang.

Baju Sebagai Penutup Aurat

Baju bagi kita umat muslim memiliki fungsi utama sebagai penutup aurat. Dalam hal ini, Islam telah memberikan tuntunan tentang aturan berpakaian yang sesuai dengan syariat. Bagi wanita muslim, ada prinsip-prinsip religius yang harus terpenuhi dari sebuah pakaian untuk bisa dikatakan sesuai syariat atau syar’i.

ethica fashion

Berikut ini syarat-syaratnya yang saya kutip dari Majalah Ummi, berdasarkan pendapat Syekh Ali As Sabuni dalam Tafsir Ayat Ahkam Jilid 2:

  • Baju tersebut bisa menutupi aurat kecuali yang diperbolehkan untuk dilihat seperti muka dan telapak tangan.
  • Baju tersebut berbahan tebal, tidak boleh tipis sehingga bisa diterawang.
  • Baju tersebut tidak memiliki warna mencolok sehingga menarik perhatian orang.
  • Bajunya longgar alias tidak ketat sehingga tidak membentuk lekuk tubuh.
  • Bajunya tidak dipakaikan wewangian yang dapat menarik perhatian orang lain ataupun laki-laki bukan mahromnya.
  • Tidak menyerupai baju laki-laki seperti celana.

Sedangkan untuk kaum laki-laki aturan berpakaian tak seketat ini karena biasanya baju laki-laki itu standar saja. Tak ada inovasi yang macam-macam baik dari model maupun bahan yang digunakan. Biasanya kan celana panjang dan hem saja, dengan sedikit modifikasi di sana-sini tapi tidak mengubah tampilannya jadi berbeda dari sebelumnya.

Estetika Dalam Berbusana

Aturan syar’i dalam berbusana tadi akankah membatasi secara saklek model dan warna pakaian?. Sementara itu trend fashion muslim berkembang amat cepat. Kita tentu ingat bukan, awal-awal kemunculan hijab di Indonesia. Tak ada banyak pilihan dari sisi model maupun warna. Saat itu, wanita muslimah memakai hijab sebagai bentuk ketaatan semata.

ethica fashion

Bagaimana dengan sekarang?. Wanita muslimah sekarang memiliki banyak pilihan busana karena hijab sekarang telah memasuki industri fashion. Orang seolah berlomba mengadu kreatifitas dalam merancang busana dan kemudian menjualnya ke pasaran. Adakah yang salah dari ini?. Tentu tidak, sepanjang aturan syar’i tadi tetap dipegang maka tak salah.

Bagaimana dengan pendapat yang mengatakan baju muslim warna-warni itu tidak sesuai dengan syariat, karena akan membuat pemakainya tabarruj?. Ada pendapat yang menarik untuk hal ini bahwa tidak setiap baju yang berwarna-warni itu saklek disifati tabbaruj.

Syaikh Abdul Halim Abu Syaukah Rahimmulah, berkata :

“Sesungguhnya keserasian perhiasan yang menghiasi pakaian tidaklah menarik perhatian laki-laki dan disifati tabbaruj, karena tabbaruj adalah jika wanita mempertotonkan kecantikan dan keindahan dirinya sehingga dapat menarik syahwat laki-laki. Adapun pakaian yang indah tetapi tidak mencolok dan dalam model yang indah namun tidak menarik perhatian maka model dan warna ini dikenal dan dominan di kalangan muslimah.”

Jadi intinya, memperhatikan keserasian dalam berbusana melalui tampilan model dan warna sepanjang tidak diniatkan dan dilakukan untuk tabbaruj maka boleh saja. Artinya, setelah serasi berpakaian, wanita muslimah juga harus menjaga attitudenya agar tidak mengundang syahwat laki-laki.

Ya, kalau boleh saya bilang, baju muslim itu harus sesuai syariat, serasi dan diikuti oleh attitude yang beretika dari pemakainya.

Memilih Baju Muslim Keluarga

Tampil kompak sekeluarga dengan busana muslim memang ingin saya lakukan. Salah satu alasannya adalah keperluan foto keluarga. Menurut saya, baju muslim yang sarimbit ini akan cocok dipakai untuk berfoto keluarga. Baju sarimbit ini dapat menampilkan keserasian dan kekompakan saya sekeluarga.

Memang sih, untuk memilih baju sarimbit juga harus jeli karena ada 4 orang yang berbeda. Dua dewasa dan dua anak-anak dengan kepribadian yang berbeda. Tentu harus bisa disiasati agar baju sarimbit tersebut bisa dipakai serasi oleh kami berempat.

Ada empat poin perhatian saya dalam memilih baju muslim keluarga :

  • Sesuai syariat
  • Bahan harus nyaman dipakai
  • Modelnya simpel, serasi dengan kepribadian saya, suami dan anak-anak
  • Warnanya mencerminkan keceriaan dan semangat

Kalau ada yang baju muslim keluarga yang memenuhi keempat syarat tadi maka saya senang karena kami sekeluarga bisa tampil kompak, syar’i dan serasi.

Ethica FashionΒ 

kenal ethica di majalah

kenal ethica di majalah

SekarangΒ ini baju muslim banyak sekali pilihan. Ada beragam model dari berbagai brand beredar di pasaran. Ya, fashion muslim sekarang ini sudah berkembang. Busana muslim tak hanya berfungsi sebagai penutup aurat namun memiliki fungsi estetika. Tampil memakai busana muslim jadi tak berkesan kuno tapi syari dan indah.

Salah satu label yang menawarkan pilihan fashion muslim yaitu Ethica Fashion. Brand yang satu ini menampilkan koleksi baju muslim anak dan remaja. Dengan mengusung tema Fashion and Friends ini, Ethica memang identik dengan warna cerah yang melukiskan keceriaan namun tetap beretika.

Bukan karena nama brand ini mirip nama saya lho, terus saya jadi jatuh hati. Jika di flash back nih, saya tahu untuk pertama kalinya tentang Ethica Fashion Muslim ini dari majalah muslimah yang suka saya baca. Yang menonjol dari tampilan Ethica adalah warnanya, so colourfull. Menampilkan warna-warna dengan tone cerah seperti merah, hijau, kuning, biru dan lain-lain.

Desain bajunya juga menarik, selain menampilkan baju muslim formal, Brand yang satu ini memiliki koleksi baju casual yang cocok untuk beraktifitas sehari-hari. Apalagi sekarang ini Ethica memiliki koleksi terbaru yang diberi label Hafa atau Happy Family. Ini merupakan koleksi baju muslim sarimbit yang mengikuti trend fashion muslim. Koleksi ini cocok untuk berbagai acara spesial.

ethica fashion

pilih yang ini?

ethica fashion

atau ini?

Kalau dilihat, desain baju yang ditawarkan Ethica Fashion ini sesuai dengan kaidah syariat dan estetika. Jadi, ini bisa dijadikan pilihan untuk rencana saya. Nantinya, selain untuk keperluan foto keluarga, busana itu bisa dipakai pada acara seperti kondangan, halal bi halal, arisan maupun pengajian. Tuh kan, nggak hanya untuk sekali pakai.

So, ditengah perkembangan fashion muslim yang tak terbendung, selektif dalam berbusana itu penting. Agar berbusana muslim tak sekadar mengikuti trend fashion muslim namun bentuk ketaatan kita kepada Alloh SWT.

 

Sumber:

Bolehkah Wanita Memakai Pakaian Berwarna-Warni?

http://www.ummi-online.com/hukum-fiqih-mengenakan-pakaian-warnawarni-dalam-islam.html

Ethica Fashion

 

62 Comments

  1. Ranny July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  2. Yas Marina July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  3. Khoirur Rohmah July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  4. Gustyanita pratiwi July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  5. Riska Ngilan Haryono July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  6. Umi Kudori July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  7. Ophi Ziadah July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  8. Witri Prasetyo Aji July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  9. Rodame July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  10. Lidha Maul July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  11. Alaika Abdullah July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  12. LIfestyle July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  13. Liza July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  14. cutdekayi July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  15. April Hamsa July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  16. ifa musyrifah July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 25, 2016
  17. Nurul Fitri Fatkhani July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 26, 2016
  18. Nchie Hanie July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 26, 2016
  19. Ratna Dewi July 25, 2016
    • Ety Abdoel July 26, 2016
  20. Agung Han July 26, 2016
    • Ety Abdoel July 26, 2016
  21. Rotun DF July 26, 2016
    • Ety Abdoel July 26, 2016
  22. Riri kusnadi July 26, 2016
    • Ety Abdoel July 26, 2016
  23. Nathalia DP July 26, 2016
    • Ety Abdoel July 26, 2016
  24. ujwar July 27, 2016
    • Ety Abdoel July 28, 2016
  25. Djangkaru Bumi July 27, 2016
    • Ety Abdoel July 28, 2016
  26. vizon July 28, 2016
    • Ety Abdoel July 28, 2016
  27. susanti dewi July 28, 2016
    • Ety Abdoel July 29, 2016
  28. Aireni Biroe July 30, 2016
    • Ety Abdoel July 30, 2016
  29. oRiN July 30, 2016
    • Ety Abdoel July 31, 2016
  30. Lia Harahap July 31, 2016
    • Ety Abdoel July 31, 2016
  31. IbnuMalik August 18, 2016
    • Ety Abdoel August 19, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.