Blogging and Social Media

Tentang Perubahan

Taman teratai2Waktu itu, aku masih mahasiswa baru, baru masuk semester 2. Suhu politik kala itu memang semakin memanas. Demo-demo mahasiswa terjadi di banyak tempat terutama di kampus-kampus. Baru kali itu, aku melihat demo secara massive dibanyak tempat dan marathon. Bisakah kawan-kawan menebak tahun berapa saat itu?

Sebagai mahasiswa baru, aku tidak berani ikut demo walaupun setuju dengan apa yang diperjuangkan. Maklumlah, masih unyu-unyu gitu lho!. Hari itu ada jadwal kuliah hukum dagang, masih sekitar 30 menit sih kuliah baru akan dimulai.

Sementara itu di depan kampus aku masih berusaha untuk bisa memasuki gerbang yang saat itu sudah penuh dengan para demonstran yang notabene kakak -kakak angkatan plus barikade polisi yang siaga penuh.

Haduh, sempat kawatir nggak bisa masuk melihat dorong-dorongan yang dilakukan para demonstran sedang terjadi. Nekat masuk? halah bisa-bisa ikut terdorong-dorong. Mau lewat pintu belakang, jauh banget mutarnya.

Bolos kuliah? huhuhu, takuuuut masih unyu soalnya, ditambah lagi sudah ada ancaman, bagi yang bolos kuliah karena demo bakal dapat nilai E, wkwkwk, emoh.ย Yaelah kan nggak ikut demo, memang nggak ikut tapi kan saat itu lagi ada di tempat demo, susah alibinya.

Kawan-kawan yang lain nekat lewat sebuah pintu kecil di samping gerbang, aku ikut juga. Eh, baru beberapa langkah menjauhi gerbang tiba-tiba terjadi chaos, gas air mata pun disemprotkan ke arah demonstran. Aku dan kawan-kawan lari tungganglanggang, lah kalau nggak ikut lari kena gas air mata.

Meskipun selamat hingga sampai ke fakultas namun mataku perih juga. Belum habis ngos-ngosannya, eh Dosen mata kuliah hukum dagang memarahi kami, beliau pikir kami ikut demo. Duh, apes banget!.

Itu sepenggal cerita yang masih kuingat saat demonstrasi besar-besaran dalam rangka menurunkan Presiden Soeharto, 1998.

Dari peristiwa itu aku belajar bahwa perubahan itu harus diusahakan. Perubahan kecil membutuhkan usaha yang kecil. Sementara untuk perubahan besar tentu memerlukan usaha lebih besar bahkan pengorbanan yang besar pula, seperti yang terjadi saat menurunkan Presiden Soeharto kala itu.

Ketika perubahan yang diinginkan itu hanya menyangkut urusan orang perorang tentu hanya orang yang bersangkutan saja yang perlu melakukan perubahan. Namun jika perubahan yang diinginkan itu menyangkut kepentingan orang banyak maka ini menjadi pekerjaan bersama.

Jadi apa poinnya setelah ngalor ngidul begini?. Hehehe, sesekali tengoklah apa yang terjadi di luar sana. Perubahan ke arah kebaikan dalam diri kita atau dalam rumah kita memang harus senantiasa dilakukan sembari meningkatkan radar kepedulian kita atas perubahan yang diperlukan bangsa ini.

 

 

 

 

14 Comments

  1. Susindra January 24, 2014
    • Ety Abdoel January 25, 2014
  2. Edi Padmono January 25, 2014
    • Ety Abdoel January 25, 2014
  3. Evi January 25, 2014
    • Ety Abdoel January 25, 2014
  4. nh18 January 25, 2014
    • Ety Abdoel January 25, 2014
  5. Mama Obito January 27, 2014
    • Ety Abdoel February 1, 2014
  6. Tt January 28, 2014
    • Ety Abdoel February 1, 2014
  7. keke naima January 30, 2014
    • Ety Abdoel February 1, 2014

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.