Blogging and Social Media

Tentang Sebuah Kenangan

wpid-picsart_11-25-09.56.41.jpg

“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Selama kita cuma diam dan tak berbuat apa-apa, selamanya dia akan tetap hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan” (Dee Lestari, Perahu Kertas)

Quotes di atas memang ada benarnya, nyata atau tidak nyatanya sebuah kenangan tergantung pada kita. Bagi saya kenangan itu akan diperlakukan sebagai hantu jika itu sebuah kenangan buruk, menyakitkan ataupun menyedihkan. Tapi tidak untuk sebuah kenangan baik yang amat mempengaruhii hidup saya. Kenangan yang telah membawa diri saya pada titik ini.

Ini tentang sebuah kenangan puluhan tahun lalu. Kenangan dari seorang guru, motivator sekaligus inspiratorku.

Dulu, saya dan teman-teman menyebutnya sebagai guru galak. Suaranya keras, mudah sekali memarahi muridnya jika tidak patuh ataupun tidak paham akan apa yang diterangkannya. Berada di kelasnya selalu berteman was-was dan jantung yang berdebar lebih cepat. Saya termasuk murid yang selalu merasa tidak tenang ketika beliau mengajar, hm. Saat itu, hanya bisa pasrah karena tidak mungkin menghindarinya. Dialah Bu Sugiyanti, guru SD saya.

“Tapi dibalik caranya mengajar yang membuat saya deg-degan, justru dari beliaulah, saya menemukan apa yang saya cintai, saya merasa “hidup” bersamanya dan akhirnya saya menekuninya.”

Ah, sebenarnya itu terlihat sebagai hal yang sederhana saja. Pujian seorang guru pada tulisan muridnya. Tulisan yang menceritakan pengalaman selama liburan sekolah. Tapi, buat saya istimewa karena pujian beliau terhadap tulisan saya kemudian menjadi motivasi yang senantiasa memberi energi pada saya untuk terus menulis, menulis dan menulis.

“Dan lihatlah apa yang saya kerjakan sekarang! Saya Menulis!.”

Semua ini bisa terwujud karena berkat peran guru yang amat besar. Bagi saya seorang guru tidak hanya sebagai orang yang memberikan pengetahuan pada muridnya (memberi pengajaran),mendidik muridnya agar memiliki budi pekerti yang baik tapi mampu membimbing muridnya menemukan bakat terbesarnya. Kriteria itu ada pada sosok Bu Sugiyanti. Saya merasa beruntung menjadi muridnya.

Bicara tentang sosok Guru, ia memiliki makna mulia yakni “digugu dan ditiru”, yang artinya dipercaya dan diteladani baik ucapan maupun perbuatannya. Menurut saya maknanya masih relevan dengan kondisi dunia yang semakin kompleks. Murid-murid sekarang mendapat gempuran berbagai macam informasi yang tak semuanya baik. Mereka butuh filter dan teladan. Guru memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi yang kuat secara fisik dan mental sekaligus berwawasan dan berbudi pekerti yang baik.

Sayang, masih ada saja ditemui guru yang tidak memahami perannya sebagai pengajar dan pendidik generasi. Beberapa diantara mereka justru mengajar dengan kekerasan, melakukan tindakan yang tidak terpuji dan kurang mengupgrade kemampuannya. Semoga ini hanya segelintir guru saja.

Hari ini, tanggal 25 November, diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Sebagai mantan murid saya tentu turut bersuka cita dan perlu memberikan apresiasi kepada para guru yang telah menjadi bagian dalam perjalanan hidup saya maupun para guru yang saya tak kenal sosoknya. Saya ucapkan selamat, semoga peringatan ini bisa jadi momentum peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tak ada hadiah yang bisa saya berikan pada Bu Sugiyanti dan guru-guru lain yang telah berjasa pada saya. Hanya doa, semoga apa yang Engkau berikan pada kami, murid-muridmu , menjadi amal jariyah buatmu.

Saya ucapkan pula buat guru-guru muda, teman-temanku agar terus semangat. Amunisi mengajar kalian makin lengkap sekarang, gadget, laptop dan internet, Insyaalloh bisa semakin kreatif dan inovatif dalam memberikan pengetahuan bagi murid-muridnya, dan mampu menjadi teladan mereka.

“ A teacher takes a hands, open a mind and touches a heart”

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

14 Comments

  1. Cheila November 25, 2015
    • Ety Abdoel November 25, 2015
  2. sistalisius November 25, 2015
    • Ety Abdoel November 25, 2015
  3. rina susanti November 25, 2015
    • Ety Abdoel November 25, 2015
  4. Nunung Anggraeni November 25, 2015
    • Ety Abdoel November 25, 2015
  5. Nia Haryanto November 26, 2015
    • Ety Abdoel November 27, 2015
  6. Tian Lustiana November 26, 2015
    • Ety Abdoel November 27, 2015
  7. Hastira November 27, 2015
    • Ety Abdoel November 27, 2015

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.