Motherhood

Tips Jika Anak Bosan dengan Puzzle

Puzzle telah menjadi mainan edukatif favorit orangtua dalam rangka menstimulasi kecerdasan anak. Bermain puzzle akan merangsang beberapa kecerdasan anak sekaligus. Beberapa diantaranya adalah kecerdasan kognitif, disini anak akan dilatih  berpikir untuk bisa menyelesaikan masalah dengan menyusun kepingan-kepingan puzzle menjadi satu gambar utuh.

Selain itu, bermain puzzle juga bermanfaat untuk memupuk kecerdasan emosional anak. Dalam bermain puzzle anak akan dilatih kesabarannya untuk menemukan tempat yang tepat bagi masing-masing kepingan puzzle. Bermain puzzle juga bisa melatih konsentrasi,  anak dituntut fokus dalam menyusun sebuah puzzle. Ada lagi manfaat lainnya, anak akan mengenal banyak bentuk, gambar, warna dan pengetahuan lainnya. Namun bagaimana jika anak-anak mulai bosan dengan puzzlenya?

 

puzzle

puzzle

Melihat manfaatnya, saya juga menyediakan puzzle bagi anak-anak saya. Namun, namanya juga anak-anak, seringkali bosan dengan puzzle yang itu-itu saja. Kalau sudah begini, puzzle-puzzle itu biasanya akan digunting-gunting, ataupun direndam dalam air sehingga tidak bisa dipakai lagi.

Saya sebagai Umminya tetap kekeh, ingin menjadikan puzzle sebagai sarana bermain sekaligus belajar bagi anak-anak. Oleh karena itu saya mencari cara agar anak-anak tidak lagi bosan bermain puzzle.  Akhirnya, ketemulah cara ini,tet,tet, membuat puzzle sendiri.

Susah? sama sekali tidak, ini puzzle sederhana, tapi asyik. Kok bisa? Ya,  karena bahannya bisa apa saja, manfaatkan yang ada di rumah, bisa kalender,  gambar di majalah atau koran, dll. Selama ini anak-anak memakai sampul buku yang tidak dipakai lagi dan lembar mainan ular tangga.

Caranya juga mudah, biarkan anak menggunting sendiri sampul buku itu. Bebaskan mereka menggunting sesuai keinginannya, tidak usah dikritik atau diberi masukkan agar anak bisa bebas berkreasi. Jika selesai menggunting, biarkan anak menyusun kembali hasil guntingan mereka. Asyik kan?

Cara ini adalah tantangan baru buat anak-anak saya, merekapun bersemangat. Anak-anak cenderung cepat bosan dan membutuhkan tantangan baru. Sebagai orangtua, saya harus cerdik mencari cara agar anak-anak bisa bermain sekaligus belajar.

8 Comments

  1. Rahayu Pawitri March 12, 2013
  2. Maftuhah March 13, 2013
    • Ety Abdoel March 13, 2013
  3. Farid Wajdi March 24, 2013
    • Ety Abdoel March 25, 2013
  4. Aidha May 4, 2013
    • Ety Abdoel May 4, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.